Harmoni Di Taman Suropati

Pernah main ke Taman Suropati? Biar enggak bosan, tinggal di Jakarta itu harus pintar – pintar memutar otak mencari tempat menghabiskan akhir minggu. Apalagi untuk sebuah kota, Jakarta itu bisa membuat saya cepat bosan. Jalan sedikit ketemunya mall, muter sedikit ketemu macet! Siapa yang enggak bosan coba? *kecuali ketemu sama si pacar sih hehe*.  Padahal sebelumnya saya tinggal di sebuah pulau tropis, idaman banyak orang untuk berlibur. Tentu Jakarta adalah sebuah perubahan besar buat saya.

Pun begitu, Jakarta ini untungnya memiliki beberapa taman kota loh. Mengetahui hal itu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri buat saya yang juga seorang penggemar taman kota apik dan nyaman. Adalah Taman Suropati yang notabene lumayan dekat dari tempat saya tinggal. Cuma sekitar 10 menit naik sepeda motor sih. Kalau jalan kaki, saya enggak tahu, karena belum pernah mencoba. Mungkin lain kali deh :p, karena ini adalah kali pertama kunjungan kesini.

Denah lokasi Taman Suropati yang ada di Menteng
Denah lokasi Taman Suropati yang ada di Menteng

Taman Suropati (awalnya bernama Burgemeester Bisschopplein) adalah nama sebuah taman di Jakarta. Pada awalnya nama taman ini diambil dari nama Walikota (Burgemeester) Batavia yang pertama G.J. Bisshop (1916-1920). Taman ini merupakan pusat kawasan Menteng, berada tepat di antara pertemuan tiga jalan utama yaitu Menteng Boulevard (Jl. Teuku Umar), Orange Boulevard (Jl. Diponegoro) dan Nassau Boulevard (Jl. Imam Bonjol). -, Mengutip dari wikipedia

Untuk taman yang tidak terlalu besar, yang satu ini begitu spesial buat saya. Tidak seperti Monas, yang panas dan kadang agak sedikit “kumuh”, Taman Suropati lebih terawat dan terjaga kebersihannya. Apalagi ada banyak pohon besar yang membuat taman ini lebih rindang, dan enak buat bersantai. Disini, asap dan polusi kota Jakarta seakan sudah terfilter oleh pepohonan hijau tadi. Sampai – sampai, ketika berada di Taman Suropati, sesaat saya merasa kalau ini pasti bukan Jakarta! Di pikiran saya selalu terngiang “Mana mungkin jakarta ada tempat sesejuk ini?”. Pun kenyataanya, saya memang benar sedang berada di tengah – tengah kota Jakarta, yang terkenal dengan polusi dan macetnya itu.

Sebuah harmoni di dalam taman kota yang menyenangkan :)
Sebuah harmoni di dalam taman kota yang menyenangkan :)

Kawasan Menteng yang merupakan lokasi Taman Suropati sendiri memang terlihat berbeda dengan kawasan jakarta lainya. Entah karena Menteng adalah kawasan elit, jadinya kebersihannya selalu di jaga ataukah memang kawasan ini sejak dulu sudah banyak ditanami pepohonan yang rindang. Padahal seharusnya, kondisi seperti ini (red: banyak pepohonan hijau), harus bisa dirasakan disetiap sudut jakarta. Kalau sudah begitu Jakarta akan lebih menyenangkan untuk ditinggali bukan?

Udara segar Taman Suropati tidak hanya menarik minat saya saja yang sebagai seorang pendatang yang mulai tidak betah dengan Jakarta. Ada banyak orang yang menikmatinya, mulai dari anak kecil yang bermain gelembung – gelembung sabun. Orang dewasa yang bercengkrama, hingga beberapa komunitas yang sedang berlatih dan memperlihatkan skill mereka di Taman Suropati. Entah mereka warga asli sekitar Taman Suropati, atau pendatang seperti saya. Yang jelas, taman yang satu ini begitu hidup, dan fungsinya berjalan sebagaimana mestinya. Taman kota yang memberi kesegaran, bukan taman kota tempat mengadakan tontonan.

Merpati yang menghibur hati di Taman Suropati
Merpati yang menghibur hati di Taman Suropati

Taman Suropati juga mengingatkan saya kepada beberapa taman kota yang pernah saya kunjungi di luar negeri seperti Taman Kota Toyama di Jepang atau Taman Woodland di Singapura. Dari segi kualitas, taman yang satu ini bisa saya bilang setara kualitasnya. Adanya burung merpati yang dibiarkan bebas di Taman Suropati  membuat bersantai disini semakin menyenangkan. Paling tidak saya bisa melihat polah dan tingkah laku makhluk bersayap yang terbang kesana kemari. Percaya atau tidak, hal sederhana seperti itu bisa memberikan kebahagiaan loh. Tidak ketinggalan ada juga beberapa patung unik di taman ini. Dari informasi yang saya dapatkan, patung – patung ini melambangkan wujud ‘Spirit of ASEAN’.

Peraturan Taman Suropati, harusnya juga berlaku untuk taman - taman yang lainnya :)
Peraturan Taman Suropati, harusnya juga berlaku untuk taman – taman yang lainnya :)

Uniknya, meskipun taman ini menurut saya bisa dikatakan berkelas internasional, rasa Jakarta-nya tetap tidak hilang. Tetap ada banyak pedagang asongan yang berjualan disana – sini, seperti kebanyakan tempat umum terbuka di Jakarta. Saya tidak tahu berjualan di taman ini boleh atau tidak, dan saya juga tidak mempermasalahkannya. Asalkan kebersihannya tetap terjaga. Apalagi, karena adanya pedagang seperti mereka, saya bisa menikmati sedikit kuliner sambil bersantai di dekat air mancur taman.

Jakarta memang lebih terkenal dengan macet, semrawut dan pulusi udaranya. Pun, keberadaan sebuah taman kota yang bersih nan menyegarkan seperti Taman Suropati membuktikan kalau masih ada yang baik dari Jakarta. Semoga kedepannya Ibu Kota terus berbenah, hinga menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali untuk setiap orang.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
4 Responses

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: