Tips Packing Untuk Traveling Jangka Panjang

Selain mencari Visa Australia, dan persiapan berangkat ke Australia dengan Working Holiday Visa, packing adalah salah satu hal yang bikin pusing. Apalagi bagasi yang terbatas cuma 40 Kg membuat semakin bingung barang apa saja yang harus saya bawa, untuk bertahan hidup dalam perjalanan panjang ini. Jadi tips packing untuk traveling yang efektif seperti apa?

Bagaimanapun juga saya hanya bisa membawa barang-barang penting yang bisa mendukung perjalanan panjang saya. Dan karena saya berangkat ke Australia berdua, jadi saya membawa dua ransel 55 liter, dua daypack dan satu koper yang berat maksimalnya harus 40 Kg atau kurang.

Nah, untuk yang mungkin nanti juga perlu traveling jangka panjang, ini dia tips packing untuk traveling jangka panjang ala catperku yang mungkin bisa bermanfaat untuk beberapa orang yang memerlukan!

1. Tips Packing Untuk Traveling Paling Penting, Buat Daftar Barang Yang Akan Dibawa

Tips packing pertama, lihat contoh packing list yang detail kayak gini nih!
Tips packing pertama, lihat contoh packing list yang detail kayak gini nih! (sumber))

Membuat daftar barang bawaan yang akan dibawa itu penting, terutama jika traveling ke luar negeri dalam jangka waktu yang cukup lama. Karena kalau ada satu saja barang penting yang ketinggalan, pasti akan merepotkan. Dengan adanya daftar barang yang dibawa sebelum traveling, akan lebih mudah melihat mana barang yang akan dibawa dan mana yang enggak perlu dibawa.

Saya sendiri nggak membuat daftar barang yang harus dibawa terlalu detil. Yang penting jelas yang harus dibawa apa saja. Nggak perlu sampai dituliskan harus bawa pakaian berapa jumlahnya. Karena untuk pakaian, parameter saya asal ransel penuh, itu berarti sudah cukup. Yang penting daftar barang seperti obat-obatan pribadi, passport, kamera, perlengkapan mandi harus ada.

BACA JUGA :  Ketika Duit Pajak Gue Dibalikin Sama Pemerintah Australia

2. Usahakan Untuk Tetap Minimalis, Terutama Jika Sering Berpindah Tempat

Minimalis adalah kunci agar traveling tidak makin ribet. Kalau bisa sih bawa satu ransel ukuran 55 liter saja cukup. Namun sayangnya, saya nggak bisa terlalu minimalis. Jadinya saya membawa ransel 55 liter plus satu daypack, plus satu koper untuk ditenteng. Terkesan terlalu banyak ya?

Iya sih, tetapi karena saya akan tinggal di Sydney selama beberapa bulan, dan nggak terlalu banyak berpindah tempat, dengan terpaksa saya bawa tambahan koper yang berisi makanan yang susah di cari di Australia. Seperti bon cabe dan mie instan sejuta umat misalnya :D

3. Variasi Pakaian Selama Di Perjalanan

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, untuk pakaian yang saya bawa, nggak terlalu banyak. Yang penting ransel penuh! Hehee! Tetapi, yang jelas pakaian harus bervariasi untuk bisa dipakai selama di Australia nanti. Dalam perjalanan ini saya membawa dua batik, tiga celana pendek, dua celana panjang dan beberapa buah kaos.

Batik akan saya gunakan ketika nanti piknik disana, celana pendek saya bawa karena Sydney sedang musim panas, celana panjang akan saya pakai untuk bekerja nanti. O iya, saya juga membawa pakaian casual berupa kaos dan celana pendek Lois Jeans untuk hangout di Sydney nanti. Yah, saya mau coba keluar masuk mall di Sydney membandingkannya dengan mall yang ada di Jakarta! Hehee!

Lois, pakaian casual yang pas untuk traveling ke kota besar semacam Sydney
Lois, pakaian casual yang pas untuk traveling ke kota besar semacam Sydney
Dengan pasangannya celana pendek, pas buat di Sydney yang lagi musim panas
Dengan pasangannya celana pendek, pas buat di Sydney yang lagi musim panas
Batik dipakai buat promosiin budaya Indonesia di negara orang
Batik dipakai buat promosiin budaya Indonesia di negara orang
Celana buat nanti nyemplung di Bondi Beach
Celana buat nanti nyemplung di Bondi Beach

4. Sesuaikan Barang Bawaan Dengan Bagasi Yang Dibawa

Salah satu tips packing ketika traveling jangka panjang adalah jangan membawa barang melebihi bagasi yang sudah dibeli. Karena overbagage itu mahal sekali! Daripada membayar kelebihan bagasi, lebih baik untuk beli cemilan di jalan aja deh. Untuk mengatasinya, bisa mengira-ngira berat maksimal ketika tas sudah penuh. Atau kalau mau lebih detail lagi, bisa ditimbang terlebih dahulu. Pastikan juga barang seperti laptop dan karema masuk ke daypack, dan masuk ke kabin untuk mengurangi berat bagasi secara signifikan.

BACA JUGA :  Kenapa Saya Memilih Work And Holiday Ke Australia?

5. Barang-Barang Yang Saya Bawa Untuk Perjalanan Ini

Kira-kira, seperti ini yang saya bawa buat traveling ke Australia selama setahun dengan Working Holiday Visa
Kira-kira, seperti ini yang saya bawa buat traveling ke Australia selama setahun dengan Working Holiday Visa

Untuk barang yang saya bawa disini kira-kira adalah sebagai berikut :

  1. Dua Baju Batik
  2. Dua Celana Panjang
  3. Tiga Celana Pendek
  4. Beberapa kaos (lupa jumlahnya berapa, karena ada beberapa)
  5. Dua jaket, satu jaket tebal, satu jaket penahan angin
  6. Laptop untuk bekerja
  7. Kamera untuk berburu foto *buat kerja juga sih*
  8. Beberapa bungkus bon cabe (buat jaga-jaga susah cari cabe di Australia~ Hahaa, dasar orang indonesia!)
  9. Mie Instan favorit
  10. Kopi Aceh dan Kopi Lampung *nggak bisa kerja tanpa kopi euy!*
  11. Dua potong kain bali *kain multifungsi yang nggak bisa ditinggal*
  12. Toiletries
  13. Passport
  14. Obat-obatan pribadi seperti obat flu, obat diare, antibiotik dan vitamin
  15. Satu pasang sepatu, dan sepasang sendal.
Pakaian digulung, agar bisa muat banyak di dalam ransel
Pakaian digulung, agar bisa muat banyak di dalam ransel

Nah, kira- kira itu tips packing untuk traveling ke Australia jangka panjang ala catperku. Semoga bermanfaat buat yang mungkin juga mau traveling jangka panjang. Kalau ada yang kurang, nanti tulisan ini bakal di update lagi! Biar tetap kekinian gitu. Okee, happy traveling semua!

Ikuti petualangan saya di Australia traveling sekaligus menjadi “TKI” dalam setahun kedepan. Perjalanan ini juga merupakan sebuah pembuktian apakah Australia ada tanah harapan yang sebenarnya, seperti yang sudah didegungkan oleh banyak orang. Ikuti juga petualangan saya di social media dengan tagar #pejuangwhv, atau baca tulisan saya di travel blog catperku dalam kategori WHV dan Working Holiday Visa.


Fahmi (catperku.com)

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!
http://catperku.com


Comments

  1. Aku sih galau bikin visa Australianya. Takut kayak teman-temanku visa Aussy-nya direject. Hoho mending ada refund tiket kalau dapatnya tiket promo kan gawat. Ini temanku katanya rugi 6 jutaan. Kalau packing Alhamdulillah udah lancar suka ngepas bgt kalau bawa baju dan bawaan lainnya.

  2. Terima kasih buat ide-ide packing yang bertebaran di postingan ini, Mas! Saya pikir pergi setahun, bawaan akan jadi banyak banget banget, ternyata kalau saya lihat di foto itu, lumayanlah, bahkan menurut saya tidak terlalu banyak :hihi. Have a great year ahead! Semoga sukses dalam perjalanan panjang di Australia, dan cerita-cerita serunya akan selalu dinanti!

  3. Wah packing list nya berguna nih … Trus itu kaos nya Lois apik juga terlihatnya :-)

    Btw, ngapain bawa mie instant sejuta umat itu? Kan di sana ada huehehe.

      1. Oh, maaf mas fahmi, saya langsung baca bagian ini sih, jadi ga tau kalau ternyata berangkat bareng istrinya, ciee, romantis hahaa
        Semoga lancar jaya selama disana & doain semoga visa saya granted, aamiin aamiin aamiin

  4. Mas nanya dong, itu pergi pake ransel ngga pake koper aman ngga ya selama di bagasi? utamanya kalo di bandara Indo, kan sering ada berita koper/ tas dicongkel. Mau pergi ke Jepang pake ransel tapi takut dibobol tasnya. Ada saran barangkali?
    Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *