Riding Jaladara

Naik kereta api… tut … tut … tut
Siapa hendak turut
Ke Solo… Surakarta
Bolehlah naik dengan Jaladara
Ayo temanku lekas naik
Jaladaraku tak berhenti lama..

Tut tuut… dengan sedikit samar saya masih teringat suara berisik tetapi unik dari lokomotif Sepur klutuk Jalardara. Karena itu dengan sedikit iseng saya modifikasi lagu “Naik Kereta Api” dengan sedikit penambahan Solo, Surakarta dan Jaladara untuk mengambarkan kegembiraan saya naik sepur klutuk Jaladara.

Lokomotif penggerak si Sepur Klutuk Jaladara.
Lokomotif penggerak si Sepur Klutuk Jaladara.

Iya, sudah lama memang saya mendengar keberadaan kereta api kuno ini. Namun baru kemarin ketika sedang berada di Solo untuk meramaikan Grebeg Sudiro saya juga berkesempatan untuk mencoba kereta api legendaris ini. Saya merasa sungguh beruntung bisa mencoba Sepur Klutuk Jaladara, karena kereta api ini tidak beroperasi setiap saat. Memang saking mahalnya bahan bakar dari kereta api ini, jadinya tidak ada jadwal rutin kalau ingin mengendarainya kecuali menyewa seluruh gerbong.

Lewat tengah hari, saya sudah berada di Stasiun Purwosari, Solo yang digunakan sebagai tempat keberangkatan si Sepur Klutuk Jaladara. Setelah berangkat dari Stasiun Purwosari, nantinya direncanakan kereta api akan berhenti di beberapa tempat ikonik solo seperti Loji Gandrung yang merupakan tempat tinggal Gubernur Solo, Taman Sriwedari dan Kampung Batik Kauman. Sayangnya, si Sepur Klutuk Jaladara tadi berhentinya terlalu sebentar, jadi saya tidak terlalu banyak waktu untuk menikmati tempat – tempat tadi.

Para masinis ini yang mengendalikan si Jaladara.
Para masinis ini yang mengendalikan si Jaladara.

Sepanjang jalan Brigjen Slamet Riyadi, Jaladara yang bergerak karena uap berjalan dengan pelan. Dengan elegan dia bergerak, hingga banyak pengguna jalan raya lain ikut memelankan kendaraanya demi mengamati si sepur klutuk yang jarang muncul ini. Sepertinya kereta api ini juga cukup populer untuk orang yang tinggal di Solo/

Sepur klutuk Jaladara memang unik dan antik mulai dari rangkaian Sepur Klutuk Jaladara yang berupa lokomotif Uap seri C 1218, dan dua gerbong penumpang dengan desain jadul seri TR 144 dan TR Ambarawa. Lokomotifnya sendiri adalah buatan Jerman pada tahun 1896 yang didatangkan langsung dari Ambarawa. Makanya saya begitu sumringah ketika didalam gerbong kereta.

Dua gerbong penumpang didesain dengan kondisi yang berbeda. Entah itu desain asli atau memang sengaja didesain sedemikian rupa sebagai kereta api wisata. Gerbong pertama mirip dengan susunan kursi kereta ekonomi, semua kursi berhadap – hadapan. Semua terbuat dari kayu, dan bisa diisi hingga 4 orang untuk tiap bagian. Sementara gerbong yang kedua didesain dengan diisi 6 kursi panjang, dengan ruang kosong dibagian tengah gerbong. Sementara untuk lokomotifnya dibalut dengan cat dominan hitam dengan sedikit ornamen merah.

Salah satu gerbong penumpang Sepur Klutuk Jaladara.
Salah satu gerbong penumpang Sepur Klutuk Jaladara.

Bagian yang paling menarik dari Sepur Klutuk Jaladara ini adalah bagian lokomotifnya. Karena lokomotif uap seri C 1218 ini adalah salah satu lokomotif uap yang terkuat di dunia pada masanya. Meskipun saya pernah naik kereta api super cepat Shinkansen, saya begitu bangga bisa menaiki lokomotif yang hanya berbahan bakar uap dengan desain yang jadul ini. Dimana lagi saya bisa menaiki kereta uap yang melentasi tengah kota dengan elegan? Mungkin cuma Kota Solo ya?

Sayangnya karena biaya operasional Sepur Klutuk Jaladara sangat tinggi, maka kereta api ini hanya akan dijalankan jika jumlah minimal calon penumpang terpenuhi. Kecuali jika ada yang mau menyewa seluruh rangkaian kereta. Berminat menyewa Sepur Klutuk Jaladara?

Siapkan uang sekitar 3 jutaan ya. Biaya itu nantinya akan dipergunakan dipergunakan untuk membiayai bahan bakar sekitar lima meter kubik kayu jati, 3 masinis serta 3 asisten masinis yang akan menyalakan kereta tersebut. Dan selama perjalanan akan dihibur dengan live music tradisional juga welcome drink berupa jamu tradisional. Tertarik!? Jangan lupa ajak saya lagi ya ^^

Saya dan si lokomotif penarik sepur  legendaris Jaladara.
Saya dan si lokomotif penarik sepur legendaris Jaladara.

Travel Video Pengalaman Naik Sepur Klutuk Jaladara Di Solo :

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
9 Responses
  1. Gara

    Wew, nostalgik! Naik kereta uap membelah kota, seperti menir-menir Belanda dahulu, berada dalam satu kereta dengan berbagai macam orang yang belum dikenal :hehe.
    Tiga juta, ya… Dua puluh orang sama-sama Rp150k. Semoga pemerintah atau siapa pun ada yang mau mensubsidi supaya keretanya dapat dijalankan tanpa menunggu pesanan :amin.

    1. Rijal Fahmi

      Iyes, jarang banget naik kereta sekaligus bisa menikmati kota. Di indonesia kan nggak ada trem atau semacamnya. Sayang sepur klutuk jaladara ini harus carter, dan enggak rutin. Coba kalau rutin, pasti lebih seru!

  2. Buset. Duit segitu banyak jadi harusnya yang makek jugak banyak ya, Bang.. Sayang aja kalok sampek rusak gegara ngga ada yang naek karena mahal :(

    1. Rijal Fahmi

      3 jutaan itu seluruh kereta sekali jalan, jadi harus rame – rame sih kalau mau sewa :D dulu pernah jalan rutin, tapi karena peminat sedikit jadinya dihentikan. Kemarin yang nyewain agency namanya @exploresolo, bisa pesen lewat mereka deh kalau minat :D

  3. gufron

    kalo panjenengan mau naik kereta di solo tapi ga bisa tiap waktu jangan kuwater selain jaladara ada railbis yang juga melintasi rel slamet riyadi bahkan ampe wonogiri broooh viewnya ga kalah indah brooh

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: