Menikmati Belitung Dari Ketinggian Puncak Bukit Batu Baginde

Akhirnya, saya traveling ke Belitung lagii! Kali ini saya ingin mengunjungi salah satu tempat wisata baru di Belitung, namanya Bukit Batu Baginde. Namun selain itu, Belitung ini memang salah satu tempat liburan favorit saya. Terutama jika saya lagi pengen traveling jalur darat dengan sepeda motor. Bukan karena apa, tapi jalanan belitung ini mulus seperti pantat bayi, dan tidak terlalu ramai. Ditambah lagi Belitung ini cocok untuk liburan buat yang hanya punya waktu libur weekend atau Sabtu-Minggu.

Ini adalah kali kedua saya liburan ke Belitung. Pertama kali liburan kesini saya lakukan pada bulan puasa beberapa tahun lalu. Waktu itu saya mengunjungi beberapa pantai di Belitung, dan mencoba aktifitas island hoping di pulau-pulau kecil yang tersebar di dekat Belitung.

Makanya, untuk kunjungan kali ini saya ingin mencoba itinerary liburan ke Belitung yang sedikit berbeda. Meskipun kuliner tetap ada di dalamnya. Siapa sih yang ingin melewatkan kuliner Belitung yang enak seperti Ganggan dan Mie Atep Belitung itu?

Namun dari semua tempat wisata di Belitung yang ada, kali ini saya paling ingin mengunjungi Bukit Batu Baginde yang berada di sisi selatan Belitung. Saya pengen pergi kesana setelah melihatnya beberapa kali di media sosial Instagram. Saya lihat, pemandangan dari Puncak Bukit Batu Baginde ini sangat indah jika diabadikan dengan kamera. Pun, saya hanya tahu sedikit sekali informasi mengenai lokasi dari Puncak Bukit Batu Baginde ini.

Pemandangan Belitung dari Puncak Bukit Baginde
Pemandangan Belitung dari Puncak Bukit Baginde

Salah satu informasi yang saya dapatkan adalah, lokasi Puncak Bukit Batu Baginde ini berada tak jauh dari Pantai Penyabong. Itu berarti saya bisa sekalian berkunjung ke Pantai Penyabong terlebih dahulu. Selain itu, saya tahu kalau lokasinya berada di Desa Padang kandis, Kecamatan Membalong, 70 kilometer dari Tanjung Pandan tempat saya menginap.

Dengan sepeda motor sewaan, tempat wisata baru di Belitung ini seharusnya bisa saya capai dalam waktu kurang dari 2 jam saja. Sebenarnya tempat wisata ini juga bisa dikunjungi dengan mobil atau kendaraan roda empat lainnya. Namun, kali ini saya sengaja pergi dengan sepeda motor saja. Soalnya sudah lama banget saya nggak solo touring dengan sepeda motor. Mumpung dapat gratisan ke Belitung, saya manfaatkan saja untuk touring sendirian selama disana.

Jalan Belitung yang mulus banget plus tanpa macet! Bikin pengen ngebut mulu bawaanya kalau nyetir disini!
Jalan Belitung yang mulus banget plus tanpa macet! Bikin pengen ngebut mulu bawaanya kalau nyetir disini!

Seperti biasanya, jalanan Belitung ini menyenangkan untuk memacu kendaraan yang saya tumpangi. Perjalanan menuju ke Belitung bagian selatan sangat menyenangkan. Sesekali saya melihat speedometer, dan tanpa sadar kadang penunjuk kecepatan mengarah ke angka 90KM/per jam. Efek jalanan sepi, kebablasan ngebut pun tak bisa saya hindari. Yang penting hati-hati.

Susahnya Mencari Petunjuk Arah Ke Puncak Bukit Batu Baginde

Dari informasi yang saya dapatkan, seharusnya mencari lokasi Puncak Bukit Batu Baginde ini tidak terlalu susah. Namun faktanya, saya sampai harus bolak-balik beberapa kali untuk mencari tempat ini. Memang menemukan Bukit Baginde ini gampang sekali. Karena tempat ini merupakan batu granit raksasa yang terlihat dari jalanan utama. Selain itu ada papan petunjuk kecil bertuliskan “Gunung Baginde” di tepi jalanan utama yang beraspal. Atau kalian bisa juga menggunakan petunjuk lokasi Bukit Baginde di Google Maps disini.

Namun mencari jalur yang benar untuk naik ke puncaknya ternyata memerlukan tantangan tersendiri. Sampai-sampai saya menyerah pada percobaan pertama, dan memutuskan main ke Pantai Panyabong yang berada di dekatnya terlebih dahulu. Barulah setelah sampai disana, saya mendapatkan informasi dari penduduk lokal mengenai petunjuk jalur menuju ke Puncak Bukit Batu Baginde yang benar.

Bukit Batu Baginde terlihat dari arah Pantai Panyabong
Bukit Batu Baginde terlihat dari arah Pantai Panyabong

Tips dari saya untuk mencari lokasi tempat ini, cari terlebih dahulu papan petunjuk kecil bertuliskan “Gunung Baginde”. Papan tadi akan kalian temui di tepi jalanan utama, tak jauh setelah bukit raksasa ini terlihat. Tenang saja, papan ini dapat dengan mudah ditemukan baik dari arah Tanjung Pandan, atau dari arah Pantai Penyabong. Dari situ masuk saja ke jalan kecil tak beraspal yang menuju ke area hutan kecil.

Sambil masuk agak kedalam, perhatikan sisi sebelah kiri kalian. Kira-kira sekitar beberapa puluh meter meter akan terdapat papan petunjuk yang lebih kecil lagi bertuliskan “Bukit Baginda”. Dari situlah jalur trekking menuju puncak bukit bisa dimulai. Buat yang pertamakali kesini mungkin bisa terlewat. Saya sendiri kemarin sempat bolak-balik beberapa kali hingga menemukan jalur ini. Untung saya orangnya pantang menyerah, jadi ketemu deh.

Petunjuk pertama untuk menuju lokasi Bukit Batu Baginda
Petunjuk pertama untuk menuju lokasi Bukit Batu Baginda
Dari papan petunjuk di tepi jalan utama tadi lalu masuk kesini sekitar beberapa puluh meter
Dari papan petunjuk di tepi jalan utama tadi lalu masuk kesini sekitar beberapa puluh meter
Jalur trekking ke Puncak Bukit Baginde hanya ditandai dengan papan petunjuk kayu berukuran kecil ini
Jalur trekking ke Puncak Bukit Baginde hanya ditandai dengan papan petunjuk kayu berukuran kecil ini

Sepeda motor sewaan kemudian saya parkir di dekat petunjuk tersebut, karena memang tak ada tempat parkir khusus. Tak ada pula tiket masuk ke Bukit Batu Baginde ini, karena untuk sekarang tempat ini adalah salah satu tempat wisata Gratis di Belitung.

Puncak bukit bisa dicapai dengan trekking ringan selama 15-20 menit, tergantung kemampuan. Saya kemarin naik dengan sedikit berlari, jadi hanya dengan 15 menit, saya sudah mencapai puncaknya. Soalnya tempatnya agak sedikit serem, apalagi saya sendirian dan gak ada orang lain waktu disana. Jadi daripada mikir macem-macem, mending saya pakai untuk lari agar adrenalin terpompa.

Jalur trekking menuju ke lokasi Batu Baginde tidak terlalu susah. Tantangan pertama adalah pada bagian menaiki Batu Baginde hingga mencapai puncaknya. Kombinasi menaiki tangga besi, melipir bebatuan dengan sudut lebih dari 60 derajat dengan bantuan tali memang cukup menguji nyali. Namun saya rasa jalur ini bisa dilalui sebagian besar orang.

Bagian paling ekstrim untuk naik ke puncak batu granit raksasa di Belitung bagian selatan ini
Bagian paling ekstrim untuk naik ke puncak batu granit raksasa di Belitung bagian selatan ini

Hanya saja, gunakan kostum yang benar untuk naik ke puncak bukit ini. Paling utama, sendal jepit tidak saya rekomendasikan. Ditambah lagi, naik ke Puncak Bukit Baginde ini akan terasa lebih gampang, dibandingkan dengan ketika turun kembali nanti. Jurang menganga di sebelah kiri, dan turunan curam akan menanti. Sebaiknya memang berhati-hati sih. Meski ketinggiannya cuma beberapa puluh meter, tapi yang perlu diingat adalah, rumah sakit jauh dari sini.

Seperti yang saya tahu sebelumnya, pemandangan dari Puncak Bukit Baginde ini memang luar biasa. Paling tidak saya bisa merasakan pengalaman liburan di Belitun yang sedikit berbeda dari biasanya. Tak lagi pantai, namun saya mengunjungi salah satu batu granit raksasa di Belitung. Mungkin juga ini adalah batu granit raksasa terbesar di Belitung? Saya belum bisa memastikanya sih. Perlu mencari informasi lagi untuk konfirmasi.

Setelah memerlukan sedikit perjuangan, akhirnya sampai di puncaknya!
Setelah memerlukan sedikit perjuangan, akhirnya sampai di puncaknya!

Namun yang jelas sekarang ini tempat wisata di Belitung makin banyak pilihannya. Mulai dari kulinernya yang beragam, pantai-pantai di Belitung yang menyenangkan, aktifitas island hoping yang seru hingga trekking menuju Puncak Bukit Baginde yang menantang! Bikin makin seneng main ke Belitung deh! Nah, setelah ini enaknya saya menjelajah Belitung bagian mana lagi ya? Bisa kasih saran?

 

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

5 Responses
  1. Baca tulisan ini seruu.. tapi pas lihat fotonya aku kok kepikiran tiba-tiba ngelintas Buaya seperti pengalaman Lintang ‘Laskar Pelangi’ pas lagi trekking gituh gimana ya -__- *Tapi Laut emang ada buaya ka! *

    hehehe cerita yang seru :)

  2. naiknya setengah mati deh waktu itu karena lagi basah, jadi licin banget. tapi tetep aja banyak yang datang ke sana. pemandangannya asyik, cuma perjalanannya kaki habis bentol-bentol digigit agas. huhuhu…

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: