Pantai Aik Kangkung Membuatku Termenung

Pantai Aik Kangkung Membuatku Termenung

“Sekarang, kita lanjut ke pantai

Kata – kata yang sudah saya tunggu, setelah sekitar setengah hari berkutat dengan suasana tambang Batu Hijau. Memang, meski tujuan utama berkunjung ke Sumbawa Barat adalah untuk mengikuti program Newmont Bootcamp, menikmati pantai – pantai Sumbawa Barat yang cantik tentu tidak boleh saya lewatkan dong!

Saya tidak akan melewatkan pantai secantik ini dong!
Saya tidak akan melewatkan pantai secantik ini dong!

Hari itu, selain mengunjungi area reklamasi tambang, kami juga dijadwalkan untuk melihat area penanaman mangrove yang berada di desa Aik Kangkung, sebuah desa transmigrasi yang berada di area lingkar tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat. Sebagai bonusnya, saya akan diajak melihat sebuah pantai tersembunyi disana.

Pantai ini tidak jauh dari lokasi budidaya mangrove, dan area penanganan tailing PT Newmont Nusa Tenggara. Untuk mencapai pantai hanya memerlukan sekitar 10 menit berkendara dengan mobil 4X4 dari tempat penanaman mangrove. Untuk pendatang, pasti akan sulit menemukan lokasi pantai ini. Tidak ada petunjuk sama sekali, kecuali bertanya atau diantarkan oleh orang setempat seperti saya.

Setelah beberapa saat mobil 4X4 yang saya tumpangi berhenti. Telinga saya mulai bereaksi dengan suara khas debur ombak pantai. Udara segar perlahan mulai memasuki paru – paru, diikuti suasana pantai yang menenangkan hati. Sementara cuaca Sumbawa yang sedang cerah mulai membakar semangat saya sebagai pemburu pantai.

Pintu masuk menuju Pantai Aik Kangkung. Tidak ada penjaga, tidak perlu bayar kepada siapapun. Tetapi, tetap jaga kebersihannya ya kalau kesini :)
Pintu masuk menuju Pantai Aik Kangkung. Tidak ada penjaga, tidak perlu bayar kepada siapapun. Tetapi, tetap jaga kebersihannya ya kalau kesini :)

Tidak ada penjaga, tidak ada pula yang menarik tiket untuk pengunjung, dan saya tidak perlu membayar. Sejatinya, pantai ini tidak bertuan bahkan tidak punya nama. Namun, karena berada di Desa Aik Kangkung, jadilah pantai ini lebih dikenal dengan nama Pantai Aik Kangkung. Saya tebak, aik adalah bahasa setempat yang berarti air.

Pintu masuk pantai adalah sebuah jalan yang cukup untuk satu mobil kecil, dengan pagar yang tidak utuh. Di dekat pintu masuk ada banyak Pohon Cemara yang memang ditanam oleh PT Newmont Nusa Tenggara sebagai salah satu program CSR mereka. Tujuannya, untuk menahan angin laut, karena tepat didekat pantai adalah perkebunan warga yang sering gagal panen karena terjangan angin laut yang kencang. Namun sayang beberapa dari pohon cemara tadi terlihat gosong karena terbakar.

Pohon Cemara di dekat Pantai Aik Kangkung ini ditanam untuk menahan angin laut. Sayang sebagian terbakar :( semoga yang terbakar akan digantikan lagi dengan pohon baru.
Pohon Cemara di dekat Pantai Aik Kangkung ini ditanam untuk menahan angin laut. Sayang sebagian terbakar :( semoga yang terbakar akan digantikan lagi dengan pohon baru.

“Mungkin karena ada yang buang putung rokok sembarangan. Musim kemarau kemarin pohon cemara ini sempat terbakar. Kan tempat ini salah satu tempat favorit nongkrong penduduk setempat” Kata karyawan newmont yang mendampingi saya. “Kalau tidak terbakar, pohon – pohon cemara ini pasti lebih cantik lagi” Tambahnya.

Saya pun mengangguk, mungkin kalau bisa bertahan menjadi besar, lambat laun pantai ini akan mirip dengan Pantai Cemara yang ada di Lombok Timur. Tidak cuma untuk menahan angin saja, tetapi juga menjadi tempat yang menyenangkan untuk piknik.

Tidak mau membuang waktu, saya segera bergegas menuju ke bibir pantai. Sedetik, saya terdiam, dan tercengang. Melihat hamparan pasir pantai memanjang dari ujung barat hingga ke timur, seakan tidak ada batasnya kecuali horizon.

Panjangnya kira – kira hampir sama dengan garis Pantai Kuta, tipe lansekapnya pun mirip. Kecuali tidak ada bule berjemur, cafe atau para penunggang ombak memenuhi Pantai Aik Kangkung. Di tepi bibir pantai, hanya ada sebuah gubug reot dengan atap genteng yang tidak utuh. Kalau hujan, orang yang berteduh dibawahnya pasti tetap basah kuyup.

Tidak ada bangunan lain di pantai ini, selain gubug reyot ini.
Tidak ada bangunan lain di pantai ini, selain gubug reyot ini.

Saya heran, kenapa pantai perawan secantik ini dibiarkan begitu saja. Bahkan, menurut saya Pantai Aik Kangkung jauh lebih indah dari pada Pantai Maluk. Wajar saja sih, siapapun pasti kebingungan untuk mencari lokasi ini tanpa melewati area tambang Batu Hijau dengan pengamanan yang super ketat itu. Sementara akses paling gampang menuju pantai adalah memotong jalur tengah area tambang. Atau memang saya tidak tahu ada jalur lainnya yang lebih mudah?

Terlepas dari itu, dalam hati saya juga senang, karena belum banyak yang tahu dengan keberadaan pantai ini. Paling tidak, sampai penduduk sekitarnya siap untuk mengelola pantai ini sendiri. Karena, kalau jatuh ke tangan investor yang salah, entah akan disulap menjadi resort pribadi atau rusak karena penuh sampah. Sementara ini, biarlah Pantai Aik Kangkung tetap menjadi pantai tersembunyi di Sumbawa Barat, menjadi destinasi impian para pemburu pantai sejati.

Garis pantainya memanjang, seakan hanya berbatas horizon.
Garis pantainya memanjang, seakan hanya berbatas horizon.
Siapapun pasti betah menghabiskan hari di Pantai Aik Kangkung yang begitu sepi.
Siapapun pasti betah menghabiskan hari di Pantai Aik Kangkung yang begitu sepi.
Pasir pantainya asik buat jalan kaki.
Pasir pantainya asik buat jalan kaki.
Pantai Aik Kangkung ini sepi sekali.
Pantai Aik Kangkung ini sepi sekali.
Jadinya asik banget buat selfie~ Muehehehe :3
Jadinya asik banget buat selfie~ Muehehehe :3

PS : Selain melewati Batu Hijau, para pejalan bisa mengakses pantai ini dari Lombok lho. Menuju ke Benete, Maluk Sekongkang sendiri ada Bus Damri yang beroperasi daru Mataram. Rutenya kira kira seperti ini : Mataram – Taliwang – Benete – Maluk -Sekongkang. Kalian bisa turun di Maluk atau Sekongkang. Setelah itu bisa menginap dulu atau langsung mencari transportasi menuju Pantai Aik Kangkung yang akan melewati Desa Sejorong dan Desa Tongo. Kalau bingung, silahkan bertanya – tanya pada penduduk lokal. Mereka pasti membantu dengan senang hati kok. Tapi ingat! JAGA SELALU KEBERSIHAN DAN KEASLIAN PANTAI YA! Semoga beruntung ^^

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
18 Responses
  1. Cantiknya pantai Aik Kangkung ini. Jadi ada kangkung di sana, Kak? :D
    Sayang ya keindahan alam selalu aja ada yang merusaknya. Kalau gak sampah, kebakar karena…puntung rokok. *tahan emosi*

  2. Kalau ada mas “mas ituuu”, pasti udha telanjang bulet di sana. HAHAHHAA…

    Pindha kerja di sana kayaknya enak yaaaaa.. ngevector sambil melihat panorama laut lepas yang mendamaikan hati..

    1. Rijal Fahmi

      Mas itu ada kok, udah keseringan kemari makanya bosen foto telenji. Wakakka~ Duh, kerja di tambang itu kalau buat yang bosenan not recomended. Tapi gajinya sih bisa buat pp ke bandung tiap minggu katanya :3

  3. Kak ndop … ada aku kok di sana dan ini kedatangan saya yg ke 5 jadi ngak begitu nafsu buat telanjang2 hua hua hua hua. Nanti tunggu yaaa aku telanjang di pantai sebelahnya.

    Btw kak fahmi, kalo kurang model kan bisa pake aku yg lagi neduh di bale2, dari pada mesti HP nya di tancep2 pasir :-(

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: