Mencari Sejumput Ketenangan di Pulau Perhentian

Guest post ini dari Velysia Zhang littlenomadid.com, seorang warga Indonesia yang bangga sekali dan cinta banget sama Indonesia. Velyz sudah menjejakkan kaki dari barat sampai timur Indonesia, dan udah menapak beberapa gunung tertinggi di Indonesia. Melalui tulisan dan fotonya Velyz ingin memberi informasi dan inspirasi kepada kamu yang penasaran dengan dunia luar sana. Silahkan follow ig: @littlenomadid dan twitter @velyzz

Setelah berhasil mengajukan cuti, walaupun karyawan yang belum setahun bekerja yang sebenarnya dilarang, akhirnya terbanglah saya ke Negara tetangga yang entah sudah berapa kali saya datangi. Di Malaysia, tujuan utama saya tentulah berlibur dan destinasi saya kali ini sangatlah menarik karena banyak traveler yang saya temui mengatakan pulau ini sangatlah indah.

Ketika baru sampai, memang benar ternyata pulau yang saya datangi ini melebihi ekspketasi saya! Pulau apakah itu? Sebelum di jawab, sebagai seseorang yang kerap mengunjungi pulau-pulau di Indonesia yang sangat eksotis, maka ekspektasi saya terhadap sebuah pulau sangatlah tinggi. Awalnya saya hanya sekedar berfikir, asalkan bisa santai liburan di pantai ya sudah cukuplah. Cantik atau tidak yang penting di tepi pantai.

Bersantai di cafe tepi pantai Pulau Perhentian
Bersantai di cafe tepi pantai Pulau Perhentian

Nah, mulailah perjalanan saya ke pulau yang bernama Perhentian ini, pernah dengar? Mungkin beberapa dari kalian kurang familiar. Selain itu ada banyak pulau terkenal lain di Malaysia seperti Langkawi, Tioman, Sipadan. Pulau ini mungkin lebih umum dan dikenal oleh masyarakat.

Kira – kira jam 8 malam saya sudah standby di terminal TBS KL, menunggu bus ke Kuala Besut. Saya sarankan lebih baik memesan tiket lebih awal untuk mencegah kondisi yang tidak diinginkan seperti “fully-booked”. Rencana aslinya sih malam sebelumnya harus sudah berangkat, cuma karena kehabisan tiket bus, jadi saya harus menunggu besoknya deh, huhuu.

Perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 8 jam menuju Kuala Besut. Ditengah perjalanan bus akan berhenti di sebuah rumah makan, cobain nasi lemaknya, enak banget loh! Sesampainya di Kuala Besut, saya langsung menuju pelabuhan penyebrangan yang dapat diakses dengan jalan kaki dan membeli tiket kapal PP (RM 70). Akhirnya setelah kapal penuh, langsung diberangkatkan menuju Pulau Perhentian. Matahari mulai bersinar keatas dan saking indahnya membuat saya terpana karena kebetulan kapal berlayar ke arah timur sehingga langsung menghadap matahari.

Naik perahu menuju pulau
Naik perahu menuju pulau

Pulau Perhentian terdiri dari 2 pulau besar, Pulau Perhentian Besar dan Kecil. Yang membedakannya adalah di Pulau Perhentian Besar lebih tersedia penginapan-penginapan dengan harga yang cukup mahal and fasilitas lebih baik, sedangkan di Pulau Perhentian Kecil, harga lebih bersahabat untuk backpacker. Saya memilih perhentian kecil karena lebih senang suasana backpacker.

Karena kurangnya informasi penginapan, akhirnya saya memberanikan diri go show dan mencari penginapan. Terdapat beberapa penginapan dengan harga RM 20-40 untuk dorm dan RM 100-200 untuk chalets dipinggir pantai utama, Long Beach. Saya sangat suka dengan suasana Long Beach. Pasirnya sangat halus, terdapat payung-payung warna warni sebagai tempat melindungi diri dari sinar matahari, dan airnya sangat jernih. Saya paling salut dengan kebersihan di pantai, tidak ada satupun sampah terlihat di pantai.

Air laut di Pulau Perhentian begitu jernih dan menyenangkan untuk berenang.
Air laut di Pulau Perhentian begitu jernih dan menyenangkan untuk berenang.

Esoknya, waktunya island hopping. Disin ada 3 jenis day trip yang bisa diambil seperti short, long, atau rawa trip. Saya pun akhirnya memilih long trip dengan total 6 destinasi, dari pagi sampai sore. Luar biasa indah memang pulau – pulau disekitar Pulau Perhentian.

Kondisi karang relatif sehat, dan airnya berwarna biru toska, kondisi ideal untuk sebuah laut. Selain itu, saya kagum dengan kebersihan dan keindahan pulau-pulau disekitar. Tidak lupa, kita juga mampir di shark point dan turtle point. Meski tidak selalu, tetapi kalau beruntung kalian bisa melihat kura-kura seperti saya.

Pengalaman berlibur di Pulau Perhentian memang angatlah menyenangkan. Sesuai namanya, pulau ini sangatlah cocok jadi perhentian sementara bagi orang-orang seperti saya yang sedang bosan karena duduk terlalu lama di kantor, hehe. Jadi kalau kamu udah bosan ke Malaysia yang itu – itu saja, cuma ke KL atau Melaka doang, cobain deh berkunjung ke Pulau Perhentian, dijamin happy!

Pantai Long Beach di Pulau Perhentian.
Pantai Long Beach di Pulau Perhentian.
Pulau Perhentian Kecil Malaysia.
Pulau Perhentian Kecil Malaysia.
Gelombang laut cukup tenang di Pulau Perhentian.
Gelombang laut cukup tenang di Pulau Perhentian.
Siapapun pasti suka dengan warna laut seperti ini bukan.
Siapapun pasti suka dengan warna laut seperti ini bukan.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

  • cafe pantai
About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!
25 Responses
  1. Gara

    Wow, pulau yang indah! Pantai dan lautnya sempurna warna dan kekontrasannya. Harganya pun agaknya bersahabat ya :hehe. Buat tetirah dan melepas penat, santai di bawah matahari dan dipeluk pasir pantai, tempat ini agaknya seru dan asyik banget, ya :)).

    Ah, Sipadan. Sekarang sudah jadi pulau yang terkenal, ya? Syukurlah. Mungkin ceritanya akan agak beda kalau dulu pulau itu tidak jatuh ke tangan Malaysia, tapi toh kita tak bisa mengubah masa lalu?

  2. Keren! Apakah di perairan pulau Perhentian ini terdapat Taman Laut seperti halnya di pulau Redang?

    Tempo hari gak jadi mampir ke sini soalnya T_T

  3. suami aku nih yang pengen banget kemari karena dilihat di peta bentuk pulaunya unik..yaelah liat dari peta doang udah jatuh cinta ya :)) tp akhirnya kita lebih milih ke pulau Tioman sih….

  4. Rauf

    Aku orang malaysia tapi bila umur sudah masuk 40 an baru dapat ke pulau perhentian. Semasa turun ke jeti pulau perhentian ada seorng anak lelaki dalam lingkungan umur 6-7 bertanya ibunya. Ibu ini air paip kah? Kami semua ketawa aja. Memang airnya begitu jernih dan bening..silahkan orang2 indonesia berkunjung ke sini. Pasti kamu suka

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: