Masjid Baiturrahman Banda Aceh, atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Raya Baiturrahman, merupakan salah satu landmark Kota Banda Aceh yang memiliki nilai sejarah dan simbol agama, budaya, semangat, kekuatan, perjuangan, dan nasionalisme rakyat Aceh.
Masjid ini dibangun pada tahun 1879 dan merupakan masjid tertua di Aceh yang masih berdiri hingga saat ini.
Selain itu, Masjid Raya Baiturrahman juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang populer di Indonesia.
Daftar Isi
Destinasi Wisata Religi Di Aceh

Setelah mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan, kini Masjid Raya Baiturrahman memiliki 7 kubah utama dan 4 kubah kecil, serta luas bangunan mencapai 5.000 meter persegi.
Tak hanya itu, interior masjid yang indah dengan ornamen-ornamen khas Aceh dan karya seni kaligrafi yang menghiasi setiap sudutnya membuat pengunjung terpesona.
Masjid Raya Baiturrahman juga memiliki nilai sejarah yang tinggi, terutama saat masa penjajahan Belanda dan saat perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Masjid ini menjadi tempat pertemuan para pemimpin pejuang Aceh dan para ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Tidak heran jika Masjid Raya Baiturrahman menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan religi yang wajib dikunjungi saat berada di Kota Banda Aceh.
Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi masjid ini, pastikan untuk menghormati aturan dan etika yang berlaku, serta mengenakan pakaian yang sopan dan tertutup.
Video Keindahan Masjid Raya Baiturrahman Di Banda Aceh [ GoPro 7 Timelapse Video ]
Masjid Baiturrahman di Banda Aceh, atau yang juga dikenal sebagai Masjid Raya Baiturrahman, merupakan salah satu masjid paling indah di Asia Tenggara.
Saya beruntung sekali bisa menunaikan shalat Jumat di sini, terutama karena ini adalah kunjungan kedua saya ke Banda Aceh.
Apakah kamu juga pernah berkunjung ke sini?
Saya ingin berbagi video singkat dari pengalaman saya menggunakan GoPro 7 Black.
Video ini berisi timelapse dari masjid yang menakjubkan ini, yang saya ambil saat mengikuti rangkaian Touring Pertamina Enduro Go Out And Adventure sejauh 5000 KM++.
Saksikan keindahan arsitektur masjid yang spektakuler dan dijamin kamu akan terpukau.
My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku
Sejarah
Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh memiliki sejarah yang panjang dan penuh dengan perjuangan.
Bangunan masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1612 pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.
Konon ada yang mengatakan bahwa masjid asli ini dibangun bahkan lebih awal lagi pada tahun 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah.
Namun, pada tahun 1873, masjid asli ini terbakar akibat perang melawan Belanda.

Kemudian pada 1879, Belanda membangun kembali Masjid Baiturrahman sebagai simbol perdamaian dan sebagai bentuk permintaan maaf.
Walaupun banyak masyarakat Aceh yang menolak untuk beribadah di masjid yang baru ini pada awalnya, namun sekarang masjid ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Banda Aceh.
Dengan 7 kubah dan 8 minaret termasuk yang tertinggi di Banda Aceh, masjid ini juga menjadi landmark penting bagi kota tersebut.
Meski selamat dari gempa bumi dan tsunami pada tahun 2004, masjid ini mengalami kerusakan pada beberapa dinding dan salah satu minaretnya miring.
Namun, masjid ini tetap menjadi tempat perlindungan bagi warga Aceh yang terkena dampak bencana tersebut.
Arsitektur
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh adalah salah satu masjid yang memiliki desain unik.
Masjid ini dirancang oleh arsitek Belanda bernama Gerrit Bruins, kemudian direvisi oleh L.P. Luijks yang juga mengawasi pekerjaan konstruksi oleh kontraktor Lie A Sie.
Desain masjid ini mengambil gaya Mughal revival style yang ditandai dengan kubah dan menara yang megah.
Kubah unik berwarna hitam dibangun dari genteng kayu keras yang digabungkan sebagai ubin.

Interior masjid dihiasi dengan dinding dan pilar yang runcing, tangga dan lantai dari marmer China, jendela kaca patri dari Belgia, pintu kayu yang dihias indah, dan lampu gantung berbahan dasar perunggu yang ornamental. Batu bangunan berasal dari Belanda.
Pada saat selesai dibangun, desain baru ini memperlihatkan perbedaan yang jelas dibandingkan dengan masjid asli yang banyak orang Aceh menolak untuk beribadah di dalamnya karena dibangun oleh Belanda yang dianggap sebagai kafir.
Namun sekarang masjid ini telah menjadi kebanggaan masyarakat Banda Aceh.
Saat ini, Masjid Raya Baiturrahman memiliki 7 kubah, 8 menara, dan 32 pilar.
Bagi kamu yang ingin mengunjungi masjid ini, kamu dapat menikmati keindahan arsitektur bangunan dan menikmati suasana religius yang damai di dalamnya.
Fungsi Utama
Masjid Raya Baiturrahman Aceh memiliki sejarah yang panjang dan memiliki banyak fungsi selama berabad-abad.
Fungsi dari masjid ini tidak terbatas hanya untuk kegiatan keagamaan, namun juga sebagai tempat menyiarkan agama Islam pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.
Di masa itu, masjid ini menjadi tempat penuntut ilmu dari berbagai negara seperti Melayu, Persia, Arab, dan Turki.
Pada masa penjajahan, masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah dan markas pertahanan terhadap serangan musuh.
Bahkan pada masa Sultan Alaidin Mahmud Syah (1870-1874 M), di masjid ini diadakan musyawarah besar untuk membicarakan strategi penyerangan dan kemungkinan serangan Belanda terhadap Kerajaan Aceh.
Namun sayangnya, masjid ini menjadi sasaran serangan Belanda hingga terbakar.
Saat terjadi bencana tsunami 2004, Masjid Raya Baiturrahman Aceh digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi.
Saat ini, selain digunakan untuk shalat, masjid ini juga menjadi tempat mengadakan pengajian, perhelatan acara keagamaan seperti maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan 1 Muharram.
Masjid Raya Baiturrahman Aceh juga menjadi salah satu obyek wisata religi yang populer di Aceh.
Dengan sejarah panjang dan beragam fungsinya, masjid raya Aceh ini menjadi simbol kebanggaan dan semangat perjuangan rakyat Aceh.
Lokasi Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Masjid Raya Baiturrahman berlokasi di pusat kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia.
Alamat lengkapnya adalah Jl. Mohammad Jam, Kp. Baru, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23115.
