Berwisata ke Bengkulu, Mengulik Potensi Wisata Desa

Sebenarnya sudah lama banget saya pengen mengunjungi Bengkulu. Berwisata ke Bengkulu, main ke beberapa tempat wisatanya seperti Pantai Panjang dan Fort Marlborough, hingga mencoba makanan khas dan kuliner Bengkulu. Namun kali ini, sepertinya saya mendapatkan kesempatan yang lebih menarik dari sekedar menikmati tempat wisata di Kota Bengkulu.

Ya, saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi dua desa Bengkulu untuk memperkenalkan potensi wisatanya kepada pembaca, juga ke dunia. Desa yang saya kunjungi tersebut adalah Desa Kota Bani dan Desa Sumber Urip. Pernah dengar sebelumnya? Mungkin belumya!? Karena saya pun baru tahu ketika ada ajakan untuk mengunjungi dua desa tersebut.

Namun, meski belum banyak yang tahu keberadaannya, dua desa tersebut memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan yang kemudian menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat desa. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Bengkulu dan potensi alam dan budayanya yang banyak bisa membuat desa ini menjadi destinasi desa wisata baru di Bengkulu.

Berwisata ke Bengkulu, Mengulik Potensi Wisata Desa
Berwisata ke Bengkulu, Mengulik Potensi Wisata Desa (Photo by wiranurmansyah)

Desa Kota Bani

Dari informasi awal yang saya dapatkan sebelum sampai di Desa Kota Bani, disebutkan kalau desa ini belum banyak memiliki tempat wisata. Namun karena itu saya makin penasaran dengan Desa Kota Bani. Apalagi disebutkan juga kalau Desa Kota Bani ini menduduki peringkat ke-6 dari 100 desa terbaik se-Indonesia dengan kategori desa mandiri.

Lokasi dari Desa Kota Bani ini sendiri berada di Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. Sejak pertama kali saya datang, Desa Kota Bani ini terlihat sebagai desa yang sangat maju. Suasananya ramai, banyak rumah bagus, dan jalanannya mulus. Sudah pasti itu karena dana desa yang didapatkan oleh Desa Kota Bani sekitar 70 persen dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat desa lewat pembangunan infrastruktur dan 30 persen dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Desa Kota Bani ini menduduki peringkat ke-6 pada daftar Indeks Desa Mandiri se-Indonesia.
Desa Kota Bani ini menduduki peringkat ke-6 pada daftar Indeks Desa Mandiri se-Indonesia.

Terus terang, saya jadi pengen belajar gimana sebuah desa kok bisa maju seperti ini. Desa saya tempat tinggal sekarang ini sepertinya kok masih jauh dari Desa Kota Bani. Padahal, bisa dibilang desa saya punya banyak potensi yang juga bisa dikembangkan. Makanya, ketika #DatangKeDesa Kota Bani ini saya sekalian studi banding, belajar sesuatu. Siapa tahu ada yang bisa saya pelajari untuk dibawa pulang.

Terus, mengenai potensi wisata dari Desa Kota Bani Bagaimana? Memang, untuk wisata alam tak banyak yang bisa dilihat dari Desa Kota Bani. Namun, tetap ada beberapa daya tarik wisata dari Desa Kota Bani yang bisa dikembangkan. Seperti misalnya wisata budaya, wisata pantai, hingga wisata alam liar. Karena ternyata Desa Kota Bani ini berada tak jauh dari Taman Wisata Alam Seblat.

1. Wisata Budaya Desa Kota Bani

Desa Kota Bani ini memiliki potensi wisata budaya seperti pertunjukan beberapa tarian tradisional misalnya.
Desa Kota Bani ini memiliki potensi wisata budaya seperti pertunjukan beberapa tarian tradisional misalnya.

Desa Kota Bani ini adalah desa yang sangat heterogen. Ada banyak suku yang tinggal di desa ini. Mulai dari suku Pekal yang merupakan suku asli Bengkulu, hingga suku pendatang seperti Suku Jawa, Batak, Melayu dan masih banyak lainnya. Nggak heran kalau kemarin saya sempat disambut dengan berbagai macam tarian ketika berada disana.Keragaman suku ini tentunya menambah kekayaan seni budaya di desa ini.

Salah satunya adalah Tari Gandai, yang merupakan tarian tradisional dari Suku Pekal, suku asli yang berasal dari Bengkulu. Tidak hanya tarian itu saja, saya juga disambut dengan berbagai tarian lain di PAUD Mekar Jaya di Desa Kota Bani juga. Bisa dibilang, ini adalah salah satu potensi wisata yang bisa dikembangkan di Desa Kota Bani. Kalau dikembangkan dengan sungguh-sungguh, tari-tarian ini bisa menjadi daya tarik wisata seperti Tari Kecak di Bali misalnya.

2. Wisata Pantai Nusa Indah Di Desa Kota Bani

Wisata Pantai Nusa Indah di Desa Kota Bani ini adalah salah satu favorit saya.
Wisata Pantai Nusa Indah di Desa Kota Bani ini adalah salah satu favorit saya. (photo by Wiranurmansyah)

Desa Kota Bani adalah desa yang berada di pesisir barat Pulau Sumatera, jadi nggak salah dong kalau saya juga mengeksplore salah satu pantainya? Maunya sih eksplore pantai-pantai yang ada di Desa Kota Bani. Namun mengingat saya hanya punya waktu dua hari saja di Desa Kota Bani, jadinya saya hanya bisa mengunjungi sebuah pantai disini.

Di Pantai Nusa Indah yang ada di Desa Kota Bani bisa menyaksikan kegiatan nelayan.
Di Pantai Nusa Indah yang ada di Desa Kota Bani bisa menyaksikan kegiatan nelayan.

Namanya adalah Pantai Nusa Indah, yang berada di dekat Tempat Pelelangan Ikan Desa Kota Bani. Mungkin seluruh pantainya tidak berpasir halus seperti kebanyakan pantai di Indonesia. Namun suasana sepinya cocok untuk kamu yang tidak suka dengan keramaian. Terus, kalau beruntung, kamu bisa bertemu dengan nelayan setempat disini. Seperti saya kemarin, sempat bertemu nelayan, dan melihat aktivitas mereka setelah selesai melaut.

3. Taman Wisata Alam Seblat

Taman Wisata Alam Seblat yang berada tak jauh dari Desa Kota Bani juga memiliki daya tarik tersendiri lho.
Taman Wisata Alam Seblat yang berada tak jauh dari Desa Kota Bani juga memiliki daya tarik tersendiri lho.

Siapa yang menyangka kalau Desa Kota Bani ini lokasinya tak jauh dari Taman Wisata Alam Seblat yang merupakan salah satu pusat pelatihan Gajah di Kabupaten Bengkulu. Meski lokasinya bukan berada di Desa Kota Bani, tapi keberadaan dari Taman Wisata Alam Seblat ini menguntungkan lho. Bisa jadi, kedepannya nanti akan banyak orang berwisata ke TWA Seblat.

Di Taman Wisata Alam Seblat ini terdapat pusat pelatihan gajah.
Di Taman Wisata Alam Seblat ini terdapat pusat pelatihan gajah.

Selain itu, sepanjang perjalanan menuju ke TWA Seblat kemarin, saya melihat hanya Desa Kota Bani yang infrastrukturnya paling siap. Itu berarti, TWA Seblat ini adalah salah satu destinasi wisata yang potensinya bisa dimaksimalkan dari Desa Kota Bani. Sayang banget kalau infrastruktur yang sudah siap tidak dimanfaatkan untuk memaksimalkan potensi wisata yang ada kan?

Desa Sumber Urip

Beranjak dari Desa Kota Bani yang berada di pesisir, saya bergegas menuju daerah dataran tinggi. Saya #DatangKeDesa Sumber Urip, Kabupaten Rejang Lebong yang berada di kaki Gunung Kaba. Impresi pertama saya pada desa ini adalah, desanya sangat sejuk. Saking sejuknya mungkin AC tak akan diperlukan disini.

Wajar sih, lokasinya berada di ketinggian, tak jauh dari gunung yang masih aktif. Ini juga yang kemudian membuat Desa Sumber Urip ini tanahnya subur, sehingga cocok untuk pertanian. Selama disana, saya banyak melihat sawah dan ladang yang ditumbuhi sayur mayur dan berbagai tanaman hijau lainnya. Selain itu, Desa Sumber Urip ini juga memiliki potensi wisata yang luar biasa lho.

1. Daya Tarik Desa Wisata

Selain potensi wisata alam yang indah, Desa Sumber Urip juga memiliki banyak potensi sebagai Desa Wisata.
Selain potensi wisata alam yang indah, Desa Sumber Urip juga memiliki banyak potensi sebagai Desa Wisata.

Selain potensi wisata alam yang indah, Desa Sumber Urip juga memiliki potensi besar untuk menjadi sebuah desa wisata yang sukses. Karena, selain daya tarik wisata alam, ada beberapa aktivitas yang menarik bisa dilakukan di desa ini. Misalnya, salah satu kegiatan tersebut adalah melihat atau mencoba secara langsung kegiatan panen madu.

Di Desa Sumber Urip ini memang terdapat aktivitas budidaya Lebah Madu yang hasilnya dijual sendiri. Totalnya ada 85 kotak sarang lebah madu, yang bisa dipanen setiap bulan. Nggak tanggung-tanggung sih, dalam sebulan tiap kotak sarang lebah bisa menghasilkan empat-lima botol madu berukuran 220ml. Tiap botol sendiri bisa dihargai hingga 70 ribu.

Aktifitas panen lebah madu di Desa Sumber Urip bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Aktifitas panen lebah madu di Desa Sumber Urip bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Tentunya, kalau aktivitas panen lebah madu dijadikan aktivitas wisata akan lebih menarik lagi. Saya sendiri yang tinggal di desa jarang bisa melihat aktivitas panen lebah madu. Hal ini bisa menjadi salah satu daya tarik Desa Sumber Urip jika dijadikan sebuah desa wisata.

Tentunya, selain panen lebah madu masih banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan disini. Misalnya, aktivitas berjalan-jalan di sawah sembari melihat kegiatan penduduk desa di sawah juga bisa menjadi sesuatu hal yang menyenangkan lho. Nah, kamu tertarik untuk mampir dan berkunjung ke Desa Sumber Urip?

2. Taman Wisata Alam Bukit Kaba

Bukit Kaba adalah kawasan yang berada di dekat Kawah Gunung Kaba yang menarik untuk dikunjungi.
Bukit Kaba adalah kawasan yang berada di dekat Kawah Gunung Kaba yang menarik untuk dikunjungi.

Bukit Kaba adalah kawasan yang berada di dekat Kawah Gunung Kaba. Tempat ini bisa dicapai dengan trekking selama 1,5-6 jam tergantung rute yang diambil, juga kecepatan berjalan ketika trekking. Namun cara paling cepat adalah dengan naik ojek dari Pusat Informasi Wisata TWA Bukit Kaba. Cukup memerlukan waktu sekitar 30 menit saja jika naik ojek dari situ.

Namun sepertinya cara ini adalah cara yang paling ekstrim, menegangkan, juga seru. Bayangkan sendiri gimana rasanya dibonceng dengan kecepatan berkisar dari 20-50 km/jam melewati rute tanpa aspal, menuju puncak bukit sambil sesekali menanjak pada tanjakan dengan kemiringan lebih dari 45 derajat! Seru sih, tapi lain kali saya bakal lebih memilih trekking saja.

Bukit Kaba ini adalah salah satu tempat wisata andalan Desa Sumber Urip.
Bukit Kaba ini adalah salah satu tempat wisata andalan Desa Sumber Urip.

Selain kemarin karena waktunya cuma sedikit jadi harus naik ojek, saya memang lebih suka trekking dengan santai. Pun, untuk kamu yang males trekking seperti saya, bisa mencoba naik ojek dengan tarif PP IDR 100.000 atau sekali jalan IDR 60.000. Capeknya sih mungkin gak berbeda jauh, tapi kalau naik ojek hingga ke kawasan puncak Gunung Kaba, hanya perlu waktu sekitar 30 menit saja.

Tenang saja, rasa capek tadi bakalan terbayar. Pemandangan dari puncak Bukit Kaba yang berada di dekat Puncak Gunung Kaba ini sangat mengagumkan. Sepanjang mata memandang terlihat dataran hijau yang menyegarkan. Selain itu, setelah melanjutkan perjalanan mendaki anak tangga hingga ke bibir kawah Gunung Kaba, langsung tersaji pemandangan Kawah Gunung Kaba yang masih aktif mengeluarkan asap pekat Belerang.

3. Pemandian Air Panas Grojokan Sewu

Desa Sumber Urip juga memiliki tempat wisata pemandian air panas Grojokan Sewu.
Desa Sumber Urip juga memiliki tempat wisata pemandian air panas Grojokan Sewu.

Karena lokasi Desa Sumber Urip ini berada di dekat Gunung Kaba yang masih aktif, nggak kaget lagi kalau desa ini juga punya tempat wisata pemandian air panas yang masih alami. Namanya pemandian air panas Grojokan Sewu, tiket masuknya cuma lima ribu, lokasinya ada di Google Maps disini. Iya, tiket masuknya murah banget, cuma 5000 rupiah saja. Disini saya bisa menikmati pemandian air panas yang masih benar-benar alami.

Sesaat sebelum pintu masuk sudah terlihat beberapa air terjun mini yang mengalir di berbagai titik. Terdapat juga sebuah kolam buatan untuk menampung air panas yang mengalir tiada henti. Pun, air yang di kolam tersebut bukanlah yang paling panas. Berjalan agak sedikit kedalam, terdapat sebuah air terjun mini masih dengan mata air yang lebih panas.

Meski pemandian air panas Grojokan Sewu ini masih alami, namun oleh warga Desa Sumber Urip sudah dikelola dengan baik. Seperti ditambahkannya beberapa fasilitas wisata Gazebo atau bale-bale untuk bersantai, hingga ruang ganti untuk wisatawan yang ingin berganti baju setelah berendam air panas. Jadi, kalau berwisata ke Bengkulu dan berkunjung ke Desa Sumber Urip, jangan sampai lupa untuk mampir ke Pemandian Air Panas Grojokan Sewu ya!

Ayo #DatangKeDesa karena semuanya berawal #MulaiDariDesa

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
6 Responses
  1. waaah ternyata desa-desa kecil di Bengkulu punya potensi yang luar biasa ya. Apalagi pemandangan Bukit Kaba yang aduhai itu.., duh jadi pengen main ke sana. Hmm..main ke desa itu memang asik ya…, laid back and no stress :)

  2. Bengkulu ini sebetulnya masih cukup asing di telinga kalau soal wisata, dan ada beberapa provinsi lainnya. Yakin sih karena belum dimunculkan ke publik. Pun benteng Malrborough itu juga aku baru denger beberapa waktu belakangan. Tapi aku punya temen kuliah yg dari Bengkulu, dia cerita beberapa tempatnya. Ya info dari orang lokal biasanya lebih valid sih.

    Dan tampaknya Bengkulu juga sudah mulai melek aktivitas wisata dan promosi ke luar. Ini bagus sih. Bayangkan keindahan Gunung Kaba, serunya panen lebah madu (ini aku pengen sih nyobain madunya langsung haha), atau tari-tarian yang jarang didengar.

  3. Gak nyangka ternyata banyak banget potensi wisata yang bisa dikulik di Bengkulu. Apa saya yang kurang baca atau emang kurang promosi, saya pikir tadinya Bengku tak seeksotis ini

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: