Lombok Selatan Adventure, Dari Lembar Hingga Kuta

Ternyata naik kapal ferry lebih dari 4 jam itu enak juga, sampai – sampai saya tidak bisa tidur sama sekali di atas dek. Hahaha… Apalagi kondisi gelombang laut yang mendukung  untuk bisa mabuk laut. Yah, untungnya saya tidak sampai mabuk laut :D. Sekitar jam 05.00 waktu setempat kapal ferry yang mengantar kami mengarungi selat bali akhirnya merapat di Pelabuhan Lembar, Lombok.

Lombok Selatan Adventure, Dimulai Dari Pelabuhan Lembar

Wonderful Lombok!
Wonderful Lombok!

(Baca Juga : Pantai Selong Belanak : Eat, Surf, and Fun!)

Pelabuhan lembar di pagi hari
Pelabuhan lembar di pagi hari

Pagi hari di Pelabuhan Lembar terlihat sepi, hanya ada beberapa truk besar yang sedang menanti penyeberangan selanjutnya. Tujuan kami selanjutnya adalah menuju Kuta.

”Kuta” yang kami maksud bukanlah kuta yang berada di Bali, tetapi kuta yang berada di Lombok selatan, yang kondisinya pun berbalik 180 derajat dari Kuta yang ada di Bali. Kuta – Lombok Selatan ini suasananya lebih sepi, sangat cocok untuk bersantai dan menikmati kesunyian alam.

Perjalanan menuju Kuta – Lombok Selatan kami mulai ketika sang mentari baru saja menggeliat menampakkan wujudnya, dengan harapan kami bisa sampai  sebelum sore hari. Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan Lombok yang benar benar “breath stopping scenery“. Pepohonan hijau di kanan kiri, juga sesekali terlihat burung – burung terbang berkelompok.

Kadang di perjalanan ada penduduk lokal yang selalu heran melihat kami. Hmm…

“Mungkin karena tampang kami yang terlihat seperti turis kesasar ya?” ^^

Tidak jarang kami berhenti untuk sekedar mengambil foto dan menikmati pemandangan yang jarang kami temui di kota besar. Karena sekalipun kami tinggal di Kuta, Bali yang konon katanya pusat pariwisata Indonesia. Pemandangan yang ada di Lombok jarang kami lihat.

(Baca Juga : Panas Tapi Adem Di Pantai Mawun)

Setiap perjalanan, terutama jika naik sepeda motor, memang harus dengan persiapan yang matang. Kita harus siap dengan kejutan yang setiap saat bisa kita temui, seperti yang kami temui di jalur Lombok Selatan ini. Jalan beraspal hanya dapat kami temui kurang dari seperempat total perjalanan menuju Kuta. Yah,, ternyata masih ada sisi dari Indonesia tercinta ini yang memiliki jalan kurang terawat, atau bisa disebut dengan “rusak berat”.

Mungkin juga pemerintah setempat kurang bisa “berpikir”, padahal jika dimaksimalkan bukan tidak mungkin bisa memajukan Lombok Selatan, karena jalur transportasi merupakan salah satu poin utama dari perkembangan suatu wilayah.

Jarang sekali saya bisa melihat sekelompok burung terbang seperti ini
Jarang sekali saya bisa melihat sekelompok burung terbang seperti ini
Hanya dapat anda temukan lewat jalur Lombok Selatan
Hanya dapat anda temukan lewat jalur Lombok Selatan

(Baca Juga : Tips Bikepacking Overland Dengan Motor)

Hutanku, yang tinggal sedikit
Hutanku, yang tinggal sedikit
Sawah yang menghijau, indahnya indonesiaku
Sawah yang menghijau, indahnya indonesiaku

Kalau ada orang bilang, jalan menuju surga itu memang sulit dan berliku, itu benar sekali!! Saya 99,999% setuju!! :D Seperti perjalanan kami menyusuri jalur selatan Lombok dengan harapan bisa menemukan yang menurut kami “surga” di Indonesia tercinta :D.

Jalan berlumpur, berkerikil dan berbatu bukan halangan bagi kami. Duh! Lebay deh! Yah, tetapi memang benar adanya, kondisi jalur Lombok Selatan yang ada memang hanya jalur aspal rusak. Hanya meninggalkan batu – batu kecilnya, juga jalan berlumpur akibat hujan. Namun di balik kekurangannya itu, pemandangan jalur selatan Lombok tidak ada duanya. Pemandangan demi pemandangan indah membuat kami terkagum – kagum, melupakan semua kondisi jalan tadi.

Semoga jalan ini sudah diperbaiki jika lewat lagi nanti ^^
Semoga jalan ini sudah diperbaiki jika lewat lagi nanti ^^

Rute jalur selatan Lombok akan melalui daerah yang bernama “Sekotong”. Ada satu hal yang unik dari daerah ini, yaitu penambangan emas liar yang menjadi mata pencaharian penduduk sekitar. Mereka menambang emas dengan menggunakan alat – alat sederhana, dan memprosesnya dengan alat yang bernama “gelundung“. Alat yang bernama “gelundung” ini sering saya temui di setiap rumah penduduk yang saya lewati, namun saya kurang tahu bagaimana cara mereka memproses dari bongkahan – bongkahan tanah menjadi emas. Mungkin nanti jika saya berkesempatan melewati daerah ini lagi, saya akan mencari tahu.

Penambangan Emas liar, menjadi mata pencaharian penduduk Sekotong
Penambangan Emas liar, menjadi mata pencaharian penduduk Sekotong

Tidak hanya terbuai dengan ekstrimnya jalur Lombok Selatan, dan uniknya penambangan emas liar, juga cantiknya pantai yang dimiliki Lombok Selatan. Kami pun menyempatkan mengunjungi beberapa seperti Pantai Selong Belanak, Pantai Mawun, dan beberapa pantai tak bernama (karena saya memang tidak tahu namanya ^^). Sementara Pantai Kuta yang ada di Lombok selatan adalah tujuan terakhir sekaligus tempat kami menginap nantinya.(*)

Kuta , yang bukan berada di Bali, tapi di lombok selatan ^^
Kuta , yang bukan berada di Bali, tapi di Lombok Selatan ^^

Galery Petualangan Di Lombok Selatan :

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
1 Response
  1. Half Lombok already Explored, View of Lombok

    […] Lombok Selatan, Mutiara Timur Yang tersembunyi, Chapter 2 : Lembar – Kuta […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: