Kejutan Malam Hari Kota Glenorchy: Aurora Australis

Glenorchy seharusnya hanyalah merupakan sebuah side trip pada perjalanan road trip di New Zealand ini. Bukan tujuan utama seperti Queenstown, Wanaka atau Auckland. Jadi sebenarnya bisa saya hilangkan dari itinerary kapan saja. Namun entah kenapa, sepertinya takdir membawa saya ke kota ini secara otomatis.

Mulai dari camping ground yang murah dan nyaman di Queenstown sudah penuh, hingga cuaca Queenstown yang kurang bagus. Padahal waktu itu BBM mobil sudah hampir habis, tapi kami tetap melanjutkan perjalanan ke Glenorchy tanpa tahu apakah sesampainya di Glenorchy nanti masih ada stasiun pengisian BBM yang buka.

Sekedar informasi saja, saya berangkat dari Queenstown sekitar jam 5 sore. Perkiraan sampai di Glenorchy nantinya adalah sekitar jam 6 sore. Meskipun matahari baru akan terbenam setelah pukul 9 malam, namun biasanya stasiun pengisian BBM dan mini market sudah tutup dari jam 5 sore. Ya sudah, hajar saja, yang penting sampai Glenorchy dulu, uruasn lainnya dipikirin kalau sudah sampai.

Kira-kira sekitar satu jam perjalanan yang ditempuh untuk menuju Glenorchy dari Queenstown. Tujuan pertama adalah salah satu campground yang ada di Glenorchy. Lebih baik mendapat tempat camping dulu, daripada menginap sembarangan. Perlu diketahui, di New Zealand ini meski ada banyak tempat camping, tapi gak bisa sembarangan. Salah salah bisa kena denda yang nilainya cukup tinggi.

Kota kecil ini berada di tepi Danau Wakatipu
Kota kecil ini berada di tepi Danau Wakatipu

Berita baiknya, meski BBM mobil sudah hampir habis, kami sampai ke Kota Glenorchy tanpa hambatan. Berita buruknya, ternyata Mrs Woollys Campsite, camping ground yang kami tuju teryata sudah penuh. Harga per malamnya memang murah sih, hanya 15 NZD per orang dengan fasilitas kamar mandi dan tempatnya juga cakep, wajar saja kalau camping ground di Glenorchy ini laris bak kacang goreng.

Pelajaran yang didapat kali ini adalah, biasakan booking terlebih dahulu jika ingin berkunjung ke tempat populer atau kota kecil dengan sedikit camping ground. Untungnya setelah sedikit memohon, kami dapat tempat untuk pasang tenda di dekat kamar mandi. Bukan tempat terbaik, tetapi masih jauh lebih baik dari pada camping sembarangan dan kena denda.

Glenorchy adalah kota favorit saya di New Zealand
Glenorchy adalah kota favorit saya di New Zealand
Danau Wakatipu membentang dari Queenstown hingga Glenorchy
Danau Wakatipu membentang dari Queenstown hingga Glenorchy

Sekilas Glenorchy ini sebenarnya gak jauh beda dengan Queenstown. Lokasinya dekat dengan Danau Wakatipu, juga merupakan salah satu kota tujuan para petualang, penyuka trekking dan hiking. Soalnya memang ada beberapa jalur trekking disini sih. Namun dibanding dengan Queenstown, suasananya jauh lebih sepi meski ketika peak season sekalipun.

Namun selain itu sebenarnya yang paling saya incar adalah pemandangan malam hari ujung lake Wakatipu yang ada di dermaga kecil Glenorchy. Iya, mumpung saya sedang berada di negara dengan polusi cahaya yang minim, saya selalu menyempatkan diri untuk mengabadikan langit malamnya yang bertabur bintang.

Ini adalah Glenorchy Wharf, dermaga kecil tempat saya berburu foto langit malam
Ini adalah Glenorchy Wharf, dermaga kecil tempat saya berburu foto langit malam
Salah satu landmark Kota Glenorchy di dekat dermaga tempat saya berburu foto milkyway
Salah satu landmark Kota Glenorchy di dekat dermaga tempat saya berburu foto milkyway

Bisa dibilang, berburu foto langit malam di New Zealand itu gampang banget! Gak perlu jauh-jauh melipir ke pedalaman. Soalnya, tingkat polusi cahaya di New Zealand sangat minim. Bahkan dari kota kecil seperti Glenorchy pun juga bisa. Tempat yang saya incar sejak sebelum datang adalah dermaga kecil Kota Glenorchy. Saya membayangkan milkiway menjulur ke angkasa dari ujung horizon yang penuh dengan pegunungan.

Mungkin tantangan satu-satunya berburu foto langit malam di New Zealand adalah suhu dingin yang hampir mendekati titik beku. Selain itu, saya harus menunggu tengah malam agar ujung milkyway bisa terlihat. Maklum saya berkunjung ke New Zealand pada bulan Januari. Padahal seharusnya milkyway baru terlihat sempurna setelah bulan maret. Tapi tak mengapa, dari pada nggak sama sekali kan?

Meskipun kota kecil, banyak pengunjung datang dengan campervan kesini
Meskipun kota kecil, banyak pengunjung datang dengan campervan kesini

Baju satu lapis, jaket tebal satu lapis, jaket penahan angin, tutup kepala, sarung dan celana tebal melekat dibadan. Itu adalah pakaian wajib ketika berburu langit malam di New Zealand. Meski katanya musim panas, bukan tidak mungkin suhu bisa jatuh hingga di bawah nol derajat. Kalaupun sedang hangat biasanya suhu masih berada di kisaran satu digit.

Tak lupa tripod untuk membuat kamera tetap stabil dan minim goncangan, kamera Sony A6000 dan lensa 14 mm manual f/2 saya siapkan. Sementara itu untuk mencari posisi milkyway, saya menggunakan aplikasi SkyView versi gratis di smartphone android saya. Setelah semuanya siap, saya hanya tinggal mengatur lensa pada bukaan f/2 dan shutter pada 30 detik. Tak lupa saya pasang remote pada kamera, agar ketika memencet shutter kamera kamera tidak bergoyang.

Cekrek….

Eh, cahaya aneh apa itu ya?
Eh, cahaya aneh apa itu ya?

Saya punya waktu bengong selama 30 detik sambil menikmati dinginnya malam New Zealand. Yak begitulah sebenarnya dibalik indahnya foto langit malam. Ada bengong berkepanjangan, sambil menunggu proses pengambilan gambar selesai. Tapi kadang diantara bengong itu bisa muncul ide cemerlang juga sih.

Setelah selesai, saya langsung melihat hasil foto pertama di kamera. Loh… eh? Kok ada aneh ya di foto. Sesuatu cahaya berwarna oranye merah muda muncul di hasil foto. Masak itu…. Southern lights A.K.A Aorora Australis yang jarang terlihat itu. Atau hanya polusi cahaya dari arah Kota Queenstown ya?

Karena saya masih kurang percaya, saya pun mencoba mengambil foto beberapa kali lagi. Tak peduli mata yang sudah mulai mengantuk, suhu yang makin dingin, dan jam sudah menunjukkan hampir jam 1 dini hari. Saya terus memencet shutter kamera dan kemudian saya melihat setiap detail hasilnya.

Ternyata memang benar ini Aurora Australis atau Southern Lights!
Ternyata memang benar ini Aurora Australis atau Southern Lights!

Langit berwarna oranye dan pink itu tetap ada, bukan semakin menghilang tetapi malah semakin kuat. Saya pun semakin yakin, kalau itu memang benar Aurora Australis atau Southern Lights, bukan karena kesalahan kamera atau akibat polusi cahaya. Apalagi setelah saya cek salah satu website untuk memprediksi terjadinya aurora disini, memang peluang aurora terlihat sedang besar.

Karena gak mau rugi, saya melanjutkan proses mengambil gambar di dermaga Kota Glenorchy ini. Enggak lupa foto diri sendiri dengan latar belakang Aurora Australis. Kapan lagi sih saya bisa seberuntung ini. Padahal katanya lumayan susah untuk mendapatkan foto Southern Lights.

Mumpung lagi bagus, mejeng dulu sama Aurora Australis ya!
Mumpung lagi bagus, mejeng dulu sama Aurora Australis ya!

Ada yang bilang harus pergi ke ujung selatan Tasmania di Australia, ke kota paling selatan New Zealand Invercargil, hingga charter pesawat terbang pribadi dan terbang ke arah selatan mendekati antartika. Gak kebayang harus habisin biaya berapa, dan waktu tunggu berapa lama demi untuk mendapatkan foto sempurna Aurorra. Sementara saya, gak ada ujan gak ada petir, tiba-tiba bisa mendapatkan foto Aurora Australis yang luar biasa.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

9 Responses

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: