Pulau Komodo, Pulau Rinca Dan Legenda Komodo Sang Naga Purba Dari Timur Indonesia

Orang setempat mengenalnya dengan nama “Orah”, namun di Indonesia dan dunia internasional hewan purba ini lebih dikenal dengan nama “Komodo” atau “Komodo The Dragon”. Saya sendiri lebih senang menyebut hewan yang banyak ditemui di Pulau Komodo, Flores ini dengan nama “Komodo Sang Naga Dari Timur”. Kesannya lebih keren aja gitu.

Saya sudah lama mendengar cerita tentang sang naga, baik dari internet atau buku-buku yang pernah saya baca, atau bahkan dari lagu jadul ini. Namun, keberuntungan untuk bertemu Komodo di habitatnya baru menjemput saya di tahun 2015 lalu. Lucunya, nggak cuma sekali, tetapi saya mendapatkan kesempatan dua kali berturut-turut dalam jangka waktu satu bulan.

Kebetulan saya diajak Kementrian Pariwisata dalam famtrip bertema #InaTopBucketList dan juga jelajah #PesonaIndonesia dari Lampung hingga Flores. I guess, I’m just being lucky bastard! Eh, tapi kok jalan-jalan ketemu Komodo tahun lalu, tapi nulisnya baru sekarang? Ya gitu deh, saya lagi jadi travel blogger yang nggak ngoyo~ Aslinya males sik! Keasikan kerja pake Work And Holiday Australia! Hehee! Gak apa, daripada draft-nya nggak selesai sama sekali! Hayo!?

Oke, yang penting sekarang lanjut cerita tentang Komodo deh!

Coba hitung ada berapa Komodo di foto ini?
Coba hitung ada berapa Komodo di foto ini?

Saya agak bingung kenapa wikipedia menterjemahkan sebagai “Komodo Dragon”. Padahal setelah saya lihat dari dekat, Komodo ini nggak bisa terbang, juga nggak bisa menyemburkan api. Kalau melet-melet menjulurkan lidah sih bisa, karena itu salah satu panca indera hewan purba yang punya nama latin “Varanus komodoensis” ini.

Kalau dilihat dengan seksama dari dekat, saya lebih melihat Komodo ini sebagai kadal dengan berukuran raksasa. Di Nusa Tenggara Timur, Komodo bisa ditemui di 4 pulau utama seperti Pulau Padar, Gili Montang, Pulau Rinca dan tentunya Pulau Komodo. Namun untuk pariwisata, sepertinya lebih keren Pulau Rinca. Soalnya disini lebih gampang ketemu si komo, dan pemandangan dari salah satu puncak di pulaunya epik luar biasa.

Saya datang ke mana aja? Tentu saya datang ke kedua pulau yang banyak Komodo-nya dong. Berkunjung ke Pulau Rinca untuk selfie dan hunting (foto) Komodo. Terus, berkunjung juga ke Pulau Komodo untuk makan siang dan cek in di Facebook. Emang ada sinyal? Operator yang saya pake sih 3G full sinyal. Asik gak?

Sebenarnya saya juga berkunjung ke Pulau Padar, namun saya nggak dikasih tau sebelumnya kalau di Pulau Padar itu ternyata juga salah satu rumah dari si kadal raksasa ini. Hasilnya, saya dengan selow naik turun Pulau Padar dalam waktu 20 menit tanpa tau kalau setiap saat saya bisa diincar komodo. Setelah turun dan berada di atas perahu, saya jadi merinding disko karena akhirnya tahu. Jadi, saya nggak bakal ceritain si Komo di Pulau Padar ya. Soalnya, dari pada Komodo, selfie di Pulau Padar jauh lebih menarik.

Pulau Rinca, Pintu Masuk Utama Wisata Komodo

Gak ada buaya, adanya monyet di Loh Buaya, Pulau Rinca
Gak ada buaya, adanya monyet di Loh Buaya, Pulau Rinca

Pintu masuk Pulau Rinca adalah dermaga Loh Buaya. Katanya, dinamain sebagai Loh Buaya karena dulu banyak buaya disekitar sini. Namun, kemarin waktu kesana saya malah ketemu sama monyet liar. Nggak keliatan satupun buaya yang nongkrong disini. Apa mungkin karena buaya daratnya udah pada nongkrong ke mall kali ya? #lah! Saya sih nggak peduli, datang ke Pulau Rinca kan buat ketemu komodo.

Fasilitas di Pulau Rinca ini jauh lebih lengkap jika di Bandingkan dengan Pulau Komodo sendiri. Terus, dari informasi yang saya dapatkan kesempatan ketemu komodo disini jauh lebih besar. Selain itu, yang bikin keren, aktifitas di Pulau Rinca ini nggak cuma selfie sama komodo saja.

Salah satu view point favorit saya di Pulau Rinca
Salah satu view point favorit saya di Pulau Rinca
Ini yang lebih kece karena pake model
Ini yang lebih kece karena pake model

Tetapi ada juga aktifitas trekking keliling pulau, hingga liatin banyak Komodo kelaparan yang mengepung dapur para penjagaa Taman Nasional Komodo. Ingat, jangan usilin mereka, salah salah, kalian malah jadi santapan makan siang si komo. Mereka sengaja bergerombol disitu karena memang bau dapur tadi menarik perhatian mereka.

Kalau mau selfie atau foto bareng Komodo, sebaiknya ketika baru masuk ke Pulau Rinca. Komodo yang sedang selow bisa ditemukan dengan mudah disini. Perhatikan saja, tak jauh dari gerbang pintu masuk yang dihiasi patung Komodo yang entah bergaya apa, pasti ada satu atau dua komodo sedang nongkong sambil berjemur.

Sekalinya selfie bareng komodo, fotonya blur~ *cedih*
Sekalinya selfie bareng komodo, fotonya blur~ *cedih*

Bener banget sih, baru saja berjalan beberapa meter melewati gerbang tadi, saya sudah bisa ngeliat Komodo sedang berjemur gak pake sunblock tak jauh dari bangunan untuk membeli tiket masuk kawasan Taman Nasional Komodo. Setelah itu, Komodo yang tak berdosa ini akhirnya digilir bersama-sama untuk foto selfie bergantian.

Pulau Komodo, “Komodo-nya Di Mana sih?”

Orah, Komodo, atau Varanus komodoensis
Orah, Komodo, atau Varanus komodoensis

Seriusan, baru saja kaki saya menginjakkan Pulau Komodo, saya langsung celingak-celinguk kanan kiri buat nyari Komodo. Konon katanya, kalau lagi beruntung bisa ngeliat komodo lagi asik bersantai di tepi pantai pulau ini. Namun waktu kesana kemarin, sepertinya saya nggak cukup beruntung untuk menemukan mereka di pantai.

Malah sepertinya komodo yang ada di Pulau Komodo ini nggak sebanyak di Pulau Rinca. Di Rinca, saya bisa menemukan Komodo yang sedang bergerombol. Di Pulau Komodo sendiri, saya nggak menemukan banyak Komodo, namun saya mendapatkan foto terbaik saya disini. Tentunya, nggak lupa foto wajib di depan tulisan “Komodo National Park, World Heritage Site” sebagai kenang-kenangan kalau sudah pernah kesini dong.

Pas berkunjung ke Pulau Komodo kemarin, entah kenapa pada foto disini. Saya ikutan aja~ Buat kenang-kenangan :D
Pas berkunjung ke Pulau Komodo kemarin, entah kenapa pada foto disini. Saya ikutan aja~ Buat kenang-kenangan :D

Aktifitas yang bisa dilakukan di Pulau Komodo ini nggak jauh beda dengan pulau yang satunya, Rinca. Disini bisa Trekking sambil nyari Komodo. Namun dua kali kunjungan ke Pulau Komodo saya nggak cobain trekking. Alasannya, trekking di Pulau Rinca udah bikin tenaga abis duluan waktu famtrip #PesonaIndonesia, jadi lebih pengen bersantai aja.

Lalu, waktu di famtrip #InaTopBucketList saya sudah kelaparan, makan siang adalah prioritas sebelum saya pingsan. Selain itu sengaja nyimpen energi buat main di Pantai Pink yang ada di Pulau Komodo ini dan naik turun ke Puncak Pulau Padar yang cuma diberi waktu 20 menit saja. Saya sudah cukup senang, dapat foto keren Komodo dari jarak lumayan dekat, meski cuma pake lensa 18-50 mm.

Cerita Legenda Komodo Dan Penemu Komodo Pertama Kali

My best Komodo photo di Pulau Komodo hanya pake lensa 18-50 mm
My best Komodo photo di Pulau Komodo hanya pake lensa 18-50 mm

Si kadal raksasa yang namanya kian mendunia ini pertama kali oleh orang Belanda, seorang Letnan Belanda JKH van Stein pada tahun 1911. Aslinya sih yang pertama kali lihat udah pasti orang flores ya, cuma karena waktu itu yang udah pinter orang Belanda ya akhirnya mereka yang diakui. Kalau yang menamai “Varanus komodoensis” sendiri adalah Pieter Antonie Ouwens, seorang ilmuan dan direktur dari Java Zoological Museum and Botanical Gardens di Buitenzorg.

Terus, namanya juga indonesia, kalau nggak ada legenda ngak keren dong ya? Orang setempat ini mengenal si kadal raksasa ini dengan nama “Orah”. Sayang kemarin nggak diceritain secara lengkap oleh guide saya waktu trekking di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Jadi ya saya cari di internet deh~

Mengutip dari floresa.co, asal usul Komodo berdasarkan cerita legendanya itu seperti ini:

Pada zaman dahulu kala, seorang putri gaib hidup di Komodo, dan dipanggil sebagai Putri Naga oleh masyarakat setempat. Putri menikah dengan seorang laki-laki bernama Majo dan melahirkan anak kembar: seorang bayi laki-laki dan seekor bayi naga. Anak laki-lakinya diberi nama Si Gerong, dan dibesarkan diantara manusia; sementara naga yang dinamainya Orah, dibesarkan di hutan. Mereka berdua tidak saling tahu satu sama lain.

Beberapa tahun kemudian, Si Gerong yang sedang berburu di hutan, membunuh rusa. Tetapi sewaktu ia hendak mengambil hasil buruannya, datanglah seekor kadal besar dari semak belukar yang berusaha untuk merampas rusa itu. Si Gerong berusaha mengusir hewan itu, tetapi tidak bisa. Hewan itu berdiri di atas bangkai rusa sambil memberi peringatan dengan menyeringai.

Si Gerong mengangkat tombaknya untuk membunuh kadal itu, saat tiba-tiba muncul wanita cantik bersinar: Putri Naga. Dengan cepat, ia meleraikan mereka, dan memberitahu Si Gerong, “Jangan bunuh hewan ini, dia adalah saudara perempuanmu, Orah. Aku yang melahirkan kalian. Anggaplah dia sesamamu karena kalian bersaudara kembar.”

Begitulah ceritanya. Makanya, kadang ada juga cerita dari masyarakat setempat kalau mereka seakan bisa berkomunikasi dengan si kadal raksasa ini karena mereka masih saudara.

Berapa Sih Biaya Ke Komodo?

Saya nggak tau pastinya sih. Kalau saya, bayarnya ya pake tulisan. Salah satunya tulisan ini dan beberapa tulisan lainnya yang sudah tayang duluan sejak taun 2015 lalu. Biaya paket LOB island hoping disana sih umumnya berkisar sekitar 3 jutaan ya. Terus kalau harga tiket masuk ke Taman Nasional Komodo, juga biaya pemandu selama di Pulau Komodo bisa dilihat disini.

Karcis Masuk Pengunjung Taman Nasional Komodo IDR 5000
Karcis Masuk Pengunjung Taman Nasional Komodo IDR 5000
Karcis Masuk Pengunjung Taman Nasional Komodo IDR 150.000 (Sepertinya ini untuk turis asing deh, makanya agak mahal)
Karcis Masuk Pengunjung Taman Nasional Komodo IDR 150.000 (Sepertinya ini untuk turis asing deh, makanya agak mahal)
Karcis Masuk Kendaraan Air 40-100 PK IDR 100.000
Karcis Masuk Kendaraan Air 40-100 PK IDR 100.000
Karcis Kegiatan Wisata Alam Snorkeling IDR 15.000
Karcis Kegiatan Wisata Alam Snorkeling IDR 15.000
Karcis Kegiatan Wisata Alam Pengamatan Kehidupan Liar IDR 10.000
Karcis Kegiatan Wisata Alam Pengamatan Kehidupan Liar IDR 10.000
Karcis Kegiatan Wisata Alam Penelusuran Hutan, Mendaki Gunung IDR 5000. Iya, trekking sama naik ke viewpoint pulau rinca tadi bayar IDR 5000 :D
Karcis Kegiatan Wisata Alam Penelusuran Hutan, Mendaki Gunung IDR 5000. Iya, trekking sama naik ke viewpoint pulau rinca tadi bayar IDR 5000 :D
Jasa Pemanduan TN Komodo IDR 80.000
Jasa Pemanduan TN Komodo IDR 80.000

Ada yang penasaran nggak kenapa karcisnya ada banyak banget gini? Sama, saya juga penasaran, tapi kemaren gak nanya~ Hehee!

Yang Banyak Dicari

  • cerita legenda yang ada di flores
About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

27 Responses

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: