Ingin Jelajah Budaya Di Kota Solo? Ini Dia Beberapa Hal Yang Harus Kalian Lakukan!

Beberapa waktu lalu saya diajak oleh sebuah brand, sebut saja namanya Oskadon untuk berkunjung ke Kota Solo. Tentu saya senang sekali untuk tidak menolak ajakan ini. Karena, terakhir kali saya berkunjung ke Kota Solo adalah ketika diadakannya Grebeg Sudiro pada awal tahun.

Ketika itu adalah kunjungan yang cukup singkat, sehingga saya melewatkan beberapa hal disini. Beruntung, saya masih berjodoh dengan Kota Solo yang letaknya di Jawa Tengah ini. Menyenangkannya lagi, saya juga diajak untuk berkunjung ke Keraton Kasunanan Solo, Museum Batik Danar Hadi, dan sowan ke rumah Ki Manteb Soedharsono.

Penjaga pintu masuk Keraton Kasunanan solo
Penjaga pintu masuk Keraton Kasunanan solo

Yang terakhir itu yang bikin paling mupeng. Karena saya bisa belajar lebih dalam mengenai wayang dan pengalaman beliau menjadi seorang dalang yang hebat. Nah, kalau kalian ingin beneran ingin tahu lebih dekat tentang kebudayaan jawa, terutama yang ada di Solo. Maka paling tidak kalian bisa melakukan 3 hal ini.

1. Datanglah ke Keraton Kasunanan Solo

Ada yang sampai bilang, belum bisa dibilang mampir ke Solo, kalau belum mampir juga ke Keraton Kesunanan. Well, itu mungkin kata orang. Tetapi memang keraton ini adalah salah satu destinasi budaya menarik yang tidak bisa dilewatkan ketika berkunjung ke Kota Solo.

Salah satu bangunan dari keraton
Salah satu bangunan dari keraton

Keraton Kasunanan Surakarta ini adalah sebuah cikal bakal kota Surakarta atau lebih banyak dikenal sebagai kota Solo. Nama resminya adalah Keraton Surakarta Hadiningrat, merupakan sebuah tempat bersejarah yang tidak boleh dilewatkan ketika datang ke kota ini. Keraton Sendiri dibangun secara bertahap sejak didirikan pertama pada tahun 1744 oleh Sunan Paku Buwono II. Tentu itu membuat Keraton ini adalah tempat yang menyimpan banyak nilai sejarah untuk dinikmati.

Bagian dalam Keraton Kasunanan Solo ternyata adem banget
Bagian dalam Keraton Kasunanan Solo ternyata adem banget

Arsitektur dan tata ruangnya mirip dengan Keraton Yogyakarta. Karena memang arsitek kedua keraton ini adalah Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengkubuwono I. Kesamaan arsitektur yang paling terlihat menonjol ada pada keberadaaan alun-alun yang berada di utara dan selatan Keraton Kasunanan Solo.

(Baca Juga : 7 Cara Membuat Liburan Di Solo Lebih Menyenangkan!)

2. Mengunjungi Museum Batik Danar Hadi Sekaligus Belanja Batiknya

Sepertinya saya nggak pernah berhenti tersenyum ketika berkunjung kesini kemarin. Karena disini saya banyak menemukan koleksi batik dengan desain menarik, dengan harga yang tidak terlalu mahal. Yah, meskipun saya tidak biasa memakai batik setiap hari, tapi saya tetap suka punya beberapa buah koleksi baju Batik untuk saya kenakan pada acara resmi.

Di Museum Batik Danar Hadi saya bisa belajar batik secara langsung
Di Museum Batik Danar Hadi saya bisa belajar batik secara langsung

Namun, kunjungan saya ke Museum Batik Danar Hadi ini nggak cuma untuk belanja batik saja ya! Karena, disini terdapat sebuah Museum Batik, dengan ribuan koleksi batik didalamnya. Museum Batik Danar Hadi sendiri berada di pusat kota, yaitu berada di Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Berdiri tegak di kompleks cagar budaya dengan bangunan utama yang dikenal dengan Ndalem Wuryaningratan. Tempat ini dulunya dimiliki olah cucu raja solo, namun kemudian dibeli oleh PT Danar Hadi, pemilik museum ini.

Bebas bertanya-tanya tentang seputar batik
Bebas bertanya-tanya tentang seputar batik

Koleksi Museum Batik Danar hadi cukup banyak, kira-kira ada 10 ribuan koleksi batik disini, dan bahkan sampai memecahkan rekor Muri sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak. Disini saya tidak cuma bisa melihat koleksi batik saja, tetap juga bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan batik yang ada di sebuah workshop mini yang ada di belakang museum. O iya, selain itu jangan lupa untuk belanja beberapa batik untuk oleh-oleh disini ya! Koleksinya bagus-bagus!!

(Baca Juga : #ImlekNusantara : Riuh Gemuruh Grebeg Sudiro Kota Solo)

3. Belajar Langsung Pada Ahlinya, Sowan Ke Rumah Pakdhe Manteb

“Sek… sek… sek, lakone opo pak manteb?”

“Lakone, pancen oye!”

Jargon ini kemudian benar-benar melekat, dan menjadi salah satu jargon paling sukses untuk mempromosikan produk Oskadon. Jargon ini sendiri dipopulerkan salah satu dalang favorit saya Ki Manteb Soedharsono.

Pak Dhe Mantheb dengan sebagian piagam penghargaan yang dia dapatkan
Pak Dhe Mantheb dengan sebagian piagam penghargaan yang dia dapatkan

Iya, dia adalah seorang dalang wayang kulit ternama yang dari Jawa Tengah. Karena keterampilannya dalam memainkan wayang, ia pun dijuluki para penggemarnya sebagai Dalang Setan. Dia juga dianggap sebagai pelopor perpaduan seni pedalangan dengan peralatan musik modern.

Waktu kecil dulu, saya beberapa kali diajak untuk melihat pertunjukan beliau oleh bapak saya. Karena itu saya senang sekali bisa berkunjung ker rumah beliau yang ada di Karanganyar, dan juga bisa foto bareng Pak Dhe Manteb, Dalang keren dan salah seorang pejuang budaya di Indonesia. Percaya atau enggak, dia ini hanya dengan keahliannya bermain wayang, dia bahkan bisa berkelana hingga ke pelosok dunia.

Jerman, Inggris, Jepang, Spanyol dan masih banyak lagi negeri yang dengan senang hati mengundangnya hanya untuk bermain wayang. Masak kalian mau kalah sama dia? Pasti enggak dong!

Foto bareng Pak Dhe!!
Foto bareng Pak Dhe!!

(Baca Juga : Mau Ngaso? Ya Ke Solo!)

Lihat video singkatnya juga dong :D

Ps : Terimakasih banyak pada Oskadon karena sudah mengajak dalam perjalanan jelajah #LestariBudaya yang menyenangkan ini.  Semoga tidak capek untuk terus berupaya mengangkat budaya indonesia agar terus dikenal di dunia :)

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
43 Responses
  1. ke solo udah pernah.. beli batik kaos gara2 “ketipu” ama tukang becak yang katanya mau bawa ke museum batik ngeliat langsung orang bikin batik.. ternyata.. saya dibawa ke tempat orang jualan batik hahaha

    Solo itu, keren.. solo itu.. ada ehem ehem nya bagi sayah hahaha

    btw, mas fahmi nggak main di alun2 kota? yang ada gerbong kereta keramatnya? :D

  2. Videomu kui musike gak match dengan isinya hahaha… Mbok ya yang melodical mendayu dayu gitu.. Atau gending jowo hahahaha..

    Tapi tetep aja keren sih kak. Kamu memang keren!

  3. Aku sudah ke Keraton Solo, tapi belum ke Batik Dana Hadi dan Rumah Pakdhe Manteb. Seriusan itu keraton agak mistik gitu. Anyway, waktu itu nggak tahu kalau ternyata ke sana harus pakai celana panjang atau rok, dan aku pakai celana pendek. Jengjeng. Tapi akhirnya dibolehin masuk.

    Kalau ditanya, pengin lg traveling ke Solo? Mau banget! ;) Itu kota paling adem dan bersih yg pernah aku rasain. Asik yo diajakin ama Oskadon. :P

    1. hahah, iya terutama yang ruangan koleksi dayung dan kepala perahu itu loh! kerasa banget aura mistisnya! Keraton ini memang rada mistis, tapi koleksinya sih keren-keren! tempatnya juga adem :D kalau ke solo, sukanya ke mana lagi selain 3 tempat ini?

  4. Nina Iskandar

    Museum Danar Hadi apik banget, ya, Mas. Saya sampai 3 kali mampir ke sana. Mas Fahmi harus cobain makan di Soga juga, Mas. Yang nempel langsung sama Museum Danar Hadi, cuma beda pintu. Fine dining ramah kantong!

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: