Sehari Menjadi Petualang Di Gua Jomblang!

Apa yang akan kalian rasakan ketika baru pertama kali melakukan sesuatu? Minimal pasti akan ada satu dari beberapa perasaan seperti ini; Berdebar – debar, penasaran, atau malah ketakutan. Saya pun juga begitu, ketika pertama kali akan melakukan yang namanya caving. Iya, caving beneran lho ini, yang konon katanya agak ekstrim! Pun seharusnya ini kali kedua saya caving, kalau saja rencana caving ekstreme di Gua Ngerong yang berada di Tuban kemarin tidak gagal. Saya berusaha menguatkan hati, tetapi rasa sedikit “ndredeg” tidak kunjung pergi sejak dari hotel tempat saya menginap.

Tidak molor seperti biasanya, saya sudah bersiap pagi hari buta dengan istri sekaligus partner traveling saya paling kece. Kali ini saya akan menuju Kabupaten Gunung Kidul, untuk caving di Gua Jomblang. Iya, gua yang katanya mempunyai cahaya surga itu lho! Entah sebenarnya cahaya surga itu seperti apa, karena saya sendiri belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di surga.

Neng, kita mau caving, bukan mau off road ya...
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Neng, kita mau caving, bukan mau off road ya…

Dengan senyumnya, Pak Parwoto yang akan mengantarkan kami ke Gua Jomblang hari itu sudah siap, on time dan tidak telat. Dari hotel kami Gallery Prawirotaman, jarak Gua Jomblang memang lumayan jauh, sekitar kurang lebih dua jam perjalanan menggunakan mobil kalau lancar. Jadi, meskipun saya biasanya lebih suka menggunakan sepeda motor, kali ini saya memilih untuk diantarkan. Karena tidak ingin tenaga banyak terkuras di perjalanan. Tenaga akan saya fokuskan untuk caving perdana di Gua Jomblang saja.

Gua Jomblang saat ini kian menggema namanya. Gua ini sebenarnya adalah sebagian dari banyak gua yang ada di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta. Kabarnya sih ada ratusan gua di area ini, tapi masih beberapa yang mendadak terkenal, yang salah satunya adalah Gua Jomblang ini. Katanya karena pernah dipakai didalam salah satu episode Amazing Race pada tahun 2011 dan beberapa acara di televisi makanya Gua Jomblang bisa menjadi populer seperti sekarang. Apakah akan makin populer setelah saya tulis di travel blog catperku? Heheee!

Ada bagian kayak gini sih, nggak mungkin kalau enggak jadi terkenal!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ada bagian kayak gini sih, nggak mungkin kalau enggak jadi terkenal!

Sebelumnya, pihak hotel sudah memesan terlebih dahulu ke pihak pengelola. Pun teman – teman bisa langsung memesan ke pemilik Jomblang Resort, Mas Cahyo Alkantana (+62 811 117 010). Untuk caving di Goa Jomblang, minimal adalah dua orang, dengan harga per-orangnya adalah IDR 450.000(*data 2015). Harga segitu terbilang murah, setelah semua pengalaman yang akan saya dapatkan nanti.

Beruntung lalu lintas cukup lancar. Kami tiba tepat waktu sesuai perkiraan, sekitar jam 10 pagi WIB, menjelang waktu terbaik caving di Gua Jomblang yaitu jam 10-12 siang. Pada rentang waktu tersebut, adalah waktu terbaik untuk menikmati yang dikenal dengan “Cahaya Surga” di Luweng Grubug (Gua Grubug) yang berada di dekat Gua Jomblang. Logikanya sih, karena pada jam – jam tersebut matahari sedang berada di puncak, dan pancaran sinarnya sedang maksimal. Asal cuaca tidak berawan atau hujan deh.

Ketika sampai disana, sudah ada dua orang turis dari Malaysia dan dua orang lagi datang bersamaan dengan kami. Dari logatnya, saya tebak mereka dari negara Eropa. Jadi total ada enam orang yang akan caving di Gua Jomblang hari itu. Pihak pengelola pun langsung mengajak kami untuk memilih sepatu dan helm yang akan dipakai selama caving. Keamanan sangat diutamakan disini, jadi setiap peserta harus memakai perlengkapan keamanan seperti helm dan sepatu boot. Bahkan, sebelum turun secara vertikal ke Gua Jomblang, kami juga diberi penjelasan singkat tentang prosedur caving yang aman untuk pemula.

Mereka adalah caving buddy kami pada hari itu, orang lokalnya cuma saya dan istri, yang lain bule euy!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Mereka adalah caving buddy kami pada hari itu, orang lokalnya cuma saya dan istri, yang lain bule euy!

Pemula seperti saya begitu dimanjakan ketika turun menuju ke dasar gua. Saya tinggal duduk santai ketika tali yang menahan saya untuk turun sudah terpasang di harness. Pun katanya untuk memasuki Gua Jomblang ini memerlukan teknik tali tunggal atau apalah itu saya kurang paham. Karena saya datang sebagai turis, saya tinggal duduk santai, turun perlahan ke dasar gua sambil memencet shutter mengabadikan pemandangan sekitar gua. Saya percaya, dengan standar keselamatan pengelola, saya akan sampai dibawah dengan selamat :)

Setelah semua sampai dengan selamat di dasar Gua Jomblang, pemandu kami mulai menjelaskan beberapa detail tentang gua ini. Mulai dari Gua Jomblang ini terbentuk karena runtuhnya tanah lapisan atas beserta vegetasinya hingga membentuk lubang menganga yang cukup besar. Sampai vegetasi yang ada di dasar gua ini sedikit berbeda dengan vegetasi yang berada diatas permukaan tanah.

Pemasangan harness untuk keamanan sebelum mulai bertualang di Gua Jomblang!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Pemasangan harness untuk keamanan sebelum mulai bertualang di Gua Jomblang!

Semua di cek dengan seksama untuk memastikan proses turun secara vertikal menuju Gua Jomblang berlangsung aman.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Semua di cek dengan seksama untuk memastikan proses turun secara vertikal menuju Gua Jomblang berlangsung aman.

Santai saja ketika turun, nikmati dan abadikan moment yang ada dengan kamera!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Santai saja ketika turun, nikmati dan abadikan moment yang ada dengan kamera!

Bisa dibilang, vegetasi yang ada dibagian dasar Gua Jomblang ini adalah hutan purba yang terbawa ketika lapisan tanah diatasnya ambles. Sebagai contohnya, pemandu kami memberi tahu sebuah tanaman yang mirip tumbuhan cabe, namun sebenarnya itu bukanlah cabe. Tetapi tumbuhan purba yang masih belum teridentifikasi jenisnya. Entah yang dia bilang benar atau tidak. Untuk memastikannya saya harus bertanya pada ahli biologi terlebih dahulu jika ingin tahu kebenarannya. Terlepas dari hal yang membingungkan ini, bagian dasar Gua Jomblang adalah hutan mini yang mengagumkan.

Adrenalin tidak hanya berhenti terpacu di Gua Jomblang saja. Di samping kiri tempat kami turun ada lubang raksasa, prediksi saya diameternya pasti lebih dari 3 meter. “Nanti kita akan melewati lubang itu, menyusurinya sekitar 300 Meter untuk menuju Luweng Grubug” Kata Pemandu saya sembari membagikan senter untuk penerangan selama menyusuri gua.

Hutan purba yang berada di dasar Gua Jomblang.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Hutan purba yang berada di dasar Gua Jomblang.

Tumbuhan purba di dasar Gua Jomblang yang mirip cabe, tetapi bukan cabe. Ada yang mau meneliti kah?
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Tumbuhan purba di dasar Gua Jomblang yang mirip cabe, tetapi bukan cabe. Ada yang mau meneliti kah?

Dari area hutan purba yang ada di Gua Jomblang, kami turun sedikit menuju lorong besar ini.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Dari area hutan purba yang ada di Gua Jomblang, kami turun sedikit menuju lorong besar ini.

Karena menjelang akhir musim hujan, sepanjang rute penelusuran begitu berlumpur. Beruntung tidak hujan, karena kalau hujan pasti kondisinya akan lebih parah. Dengan kondisi yang ada saja saya sempat hampir terpeleset beberapa kali. Kewaspadaan dan berpijak dengan hati – hati adalah suatu keharusan ketika caving dengan kondisi jalur seperti ini.

Perlahan cahaya matahari mulai meredup, ketika semakin dalam memasuki lorong yang menghubungkan Gua Jomblang dan Gua Grubug. Sebuah sensasi yang baru kali ini saya rasakan, ada sedikit rasa takut, tapi adrenalin juga terpacu. Ketika sampai di bagian tengah, sinar matahari sudah tidak telihat lagi, penerangan digantikan dengan dua senter yang dipegang oleh si pemandu dan salah satu dari kami. Sesekali saya berhenti sambil memencet shutter untuk mengabadikan momen ini.

Hanya kegelapan yang ada di lorong panjang menuju Gua Grubug.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Hanya kegelapan yang ada di lorong panjang menuju Gua Grubug.

Setelah beberapa saat berjalan menyusuri lorong gelap, perlahan suara gemericik air mulai terdengar. Itu artinya kami sudah mendekati Gua Grubug yang terkenal dengan cahaya surga-nya. “Oh, jadi ini Cahaya Surga” Gumam saya dalam hati, setelah saya melihat ray of light yang terpancar dari lubang yang tidak terlalu besar untuk pertama kalinya. Lubang itu kira – kira berada sekitar 90 meter diatas. Ukurannya memang jauh lebih kecil dari pada lubang di Gua Jomblang, tetapi masih mungkin untuk dilewati dengan turun secara vertikal dari atas. Mungkin untuk yang professional, pasti akan memilih jalur ini dibanding turun lewat Gua Jomblang.

Tidak begitu jauh dari jatuhnya cahaya dari lubang diatas, ada stalagmit besar yang kemungkinan besar terbentuk dari tetesan air yang mengandung kapur dari atasnya. Disitu adalah tempat paling kece untuk mengabadikan moment dengan latar belakang “Cahaya Surga”. Iya, tempat ini adalah ujung dari perjalanan yang memacu adrenalin dimulai dari Gua Jomblang. Saya pun mulai mengabadikan pemandangan yang mengagumkan ini dengan kamera saya. Mengingat sebentar lagi matahari mulai turun perlahan dari puncaknya.

Memang, tempat ini tiada duanya, perjalanannya pun hampir sempurna kecuali jalurnya yang sedikit berlumpur. Semua lelah, dan perjuangan terbayarkan dengan pemandangan yang ada. Sambil tersenyum ringan saya berkata dalam hati “Misi hari ini tercapai, mari lanjutkan misi berikutnya menjelajah Yogyakarta”.

Di ujung lorong panjang dan gelap ada pemandangan seperti ini.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Di ujung lorong panjang dan gelap ada pemandangan seperti ini.

Katanya sungai bawah tanah ini masih satu jalur dengan yang ada di Gua Kalisuci.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Katanya sungai bawah tanah ini masih satu jalur dengan yang ada di Gua Kalisuci.

Ps: Berlibur di Yogyakarta akan lebih effisien jika menginap di hotel yang berlokasi strategis, nyaman, dan pelayanannya ramah seperti di Hotel Gallery Prawirotaman. Berlokasi di derah Prawirotaman, banyak tempat menarik, kuliner enak dan pusat perbelanjaan berada dekat dengan Hotel Gallery Prawirotaman. Untuk mendapatkan diskon tambahan, pemesanan kamar bisa dilakukan disini.

***

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

28 Responses

  1. Asih Rahayu says:

    Pindul, sriti, rafting sungai oya perlu juga untuk misi selanjutnya kak :D

  2. jogja emang gag ada habisnya mas…

    mantaap :D

  3. Gara says:

    Mantap Mas. Panoramanya sepadan dengan perjuangannya untuk turun ke dasar :D
    Dan ray of lights-nya itu sungguh menakjubkan. Oh ya, tanamannya memang berbeda dengan yang di atasnya, ya. Dari bentuk buahnya, apa tumbuhan yang seperti cabai itu juga pedas?

    • Rijal Fahmi says:

      Iya, Gua Jomblang ini mantap lah :D Nah, yang mirip cabe itu nggak tau bisa dimakan atau enggak, karena belum ada yang mencobanya. Katanya guidenya sih gitu :)

  4. ndop says:

    WOw, ini kali ketiga aku baca tentang goa jomblang. Rencananya sih 21-22 ini ke Jogja, entah ke sini atau ke Goa Pindul, lihat saja nanti deeeh..

    • Rijal Fahmi says:

      Kalau mau ngerasain adrenalin yang berdebar – debar cobain ke Gua Jomblang ini mas ndop :D seru! meski lumayan sih harganya :D

  5. gallant says:

    kayaknya Jomblang ini wisloknya jarang yg ke sini ya? mungkin karena harga yang segitu sih.
    kalo aku sendiri yang mahasiswa ya jelas keberatan harga segitu :(

    • Rijal Fahmi says:

      Ahaha, iya kayaknya, banyak yang keder sama harga segitu. Tapi dari pengalaman sama keselamatannya harga segitu terbilang murah sih :D Hayo, cepetin skripsinya trus kerja biar bisa cobain destinasi yang kayak gini :D Semangat buat gallant!

  6. cahaya dari atas goa jomblang emang kaya sering kita lihat seperti cahaya dari surga.
    kalo namanya Goa Jomblo makin banyak yang ngunjungin si kayanya hahaha.
    kemarin saya juga sempet solo trip ke jogja nginep di stasiun.

  7. agung says:

    Bias cahaya asik, kelihatan berasap kalo pake kaos putih.

  8. Beby says:

    Aaaak.. Aku ngga sempat ke sanaaaaa! :'(

    Tapi lumayan serem jugak treknya ya, Bang.. *merinding*

  9. Yogya memang luas biasa… wisata budaya, wisata alam, petualangan… tidak akan cukup sekali dua datang untuk menikmatinya..

  10. hah, terimakasih tulisannya. paling tidak, saya ada sedikit gambaran krn mau ke sana. wuehehehe.

  11. Bulan depan ada rencana menemani wisatawan ke Goa Jomblang…jadi makin ga sabar setelah mbaca postingannya…nice post… :)

  12. aaahh… kangen banget sama tempat ini! Waktu pertama kali, suami ngeliatin foto ini di laptopnya, saya mikir kapan bisa kesini? Rasanya gak mungkin karena anak-anak masih pada kecil. Gak taunya dalam waktu dekat suami ngajakin dan anak-anak pun bisa ikutan.

    Walopun untuk anak saya yang paling kecil, suami bawa peralatannya sendiri dari rumah. Udah gitu saya tadinya sempat khawatir kalau anak-anak saya bakal ketakutan, ternyata mereka malah ketagihan. Dan, sampe sekarang ngajakin lagi ke sini.

    Setuju, harga segitu sepadan, kok. Bener-bener pengalaman yang menakjubkan! Semoga saya bisa balik lagi ke goa Jomblang ^_^

  13. ebdiaditama says:

    gan ada yang mau ane tanyain,di dalam gua itu ada binatangnya gak ya sepert ular dll ? ane pengen banget nyoba tapi ane anti banget sama hewan2 melata. brrrrrr

  14. dwie says:

    Aku selalu rindu dengan jogja. thx udh mengingatkan lagi…

  15. goajomblangrubug says:

    Terimakasih telah mengulas goa jomblang. Untuk wisatawan yg akan caving di goa jomblang diharapkan untuk book terlebih dahulu karena batas kunjungan maksimum diterapkan perharinya.

    Salam Aan
    Market AF

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: