Trekking Pagi Hari Di Dakigaeri Valley

Hujan turun pada hari kedua saya berada di Jepang. Sempat takut kalaau hujan ini bakal mengganggu rencana perjalanan saya hari ini. Ya, hari ini saya rencananya akan berkunjung ke salah satu tempat wisata yang berada di Semboku City. Namanya… Dakigaeri Valley, atau Lembah Dakigaeri. Tempat wisata ini berada sekitar satu jam perjalanan dengan mobil dari Kakunodate tempat saya menginap. Memang, kali kedua berkunjung ke Kakunodate, saya tidak berdiam diri. Ada beberapa list destinasi wisata di dekat Kakunodate yang ingin saya kunjungi.

Perjalanan menuju ke Dakigaeri Valley ini sangat menyenangkan. Saya melewati pedesaan di Jepang yang juga tertata rapi seperti perkotaanya. Meski di Indonesia saya juga tinggal di desa, namun entah kenapa suasana pedesaan di Jepang ini terasa lebih modern. Pada sepetak sawah, saya melihat padi yang masih hijau, dengan traktor yang berfungsi untuk memanen padi. Sementara itu, hujan rintik juga masih menemani sepanjang perjalanan.

Jalan menuju ke Dakigaeri Valley ini beberapa kali beriringan dengan jalur kereta Shinkansen favorit saya, Shinkansen Komachi. Ini adalah kereta Shinkansen yang pertama kali mengantarkan saya berkunjung ke Kakunodate pada tahun 2013. Siapa sangka 6 tahun setelahnya saya kembali mengunjungi tempat ini, dan akan menaiki Komachi lagi nanti ketika pergi ke arah Tokyo. Setelah sekitar satu jam perjalanan, akhirnya mobil yang saya tumpangi pun sampai di Dakigaeri Valley.

Pemandangan lembah Dakigaeri dari Air Terjun.
Pemandangan lembah Dakigaeri dari Air Terjun.

Dakigaeri Valley Adalah Salah Satu Tempat Terbaik Untuk Menikmati Autumn Di Jepang

 

 

View this post on Instagram

 

[Informasi Wisata di Wilayah Tohoku – Prefektur Akita – Dakigaeri Gorge] . Membayangkan bagaimana gemercik air sungai saja sudah membuat pikiran menjadi lebih tenang, apalagi jika datang langsung untuk menikmatinya. Seperti Ngarai Dakigaeri yang merupakan aliran gunung berwarna biru murni yang mengalir melalui hutan perawan. Rindangnya pepohonan dengan daun-daunnya yang berwarna kemerahan selama musim gugur menghadirkan keindahan alam yang memanjakan mata pengunjung. . Memiliki julukan National Place of Scenic Beauty, ngarai ini juga memiliki jeram dan formasi batuan yang fantastis serta air terjun berukuran besar dan kecil yang tidak kalah eksotis. Untuk menikmati keindahan ngarai ini, pengunjung dapat melihatnya dari atas jembatan gantung berwarna merah, Kami no Iwahashi. . . . Ikuti terus @jntoid untuk informasi liburan ke Jepang terbaru dan jangan lupa bagikan foto-foto liburan Anda di Jepang dengan #AyokeJepang untuk kesempatan difitur di sini! #jntoid #japanendlessdiscovery #visitjapan #akita #akitaprefecture #dakigaeri #dakigaerigorge #ngaraidakigaeri . Image credit: Zekkei Japan (http://bit.ly/2QSOwgC), かがみ~ (https://flic.kr/p/7fww9h), かがみ~ (https://flic.kr/p/P4PL5b)

A post shared by JNTO Jakarta Office (@jntoid) on

Tempat wisata Dakigaeri Valley Ini juga dikenal sebagai Yabakei dari Tohoku. Tempat ini memiliki hutan yang masih perawan di kedua sisi lembah, terdapat sungai berwarna biru di bagian tengah dan sebuah air terjun ada di ujung jalur trekking. Lembah ini terkenal karena keindahannya ketika musim gugur tiba. Pengunjung bisa menikmati pemandangan lembah yang indah dari dari jembatan gantung Kami-no-Iwahashi atau menyusuri jalur trekking yang bisa dilewati oleh pemula sekalipun.

Dakigaeri Valley atau Lembah Dakigaeri ini disebutkan sebagai salah satu lembah paling indah di wilayah Tohoku. Saya mengamininya sih, karena sepanjang trekking di lembah ini tak henti-hentinya saya kagum dengan keindahannya. Dakigaeri sendiri berasal dari dua kata yaitu Daki” ( yang berarti memeluk / merangkul) dan “Kaeri” ( yang berarti beralih posisi). Nama tersebut sebenarnya karena dulu jalur trekking di sepanjang lembah ini sangat sempit, sehingga orang yang sedang trekking disini dan berpapasan di jalan harus “berpelukan dan saling berpegangan” untuk melewatinya.

Trekking Pagi Hari Di Dakigaeri Valley.
Trekking Pagi Hari Di Dakigaeri Valley.

Tidak hanya pemandangan lembah yang indah, di ujung jalur trekkingnya juga terdapat sebuah air terjun yang menawan. Namanya Air Terjun Mikaeri. Saking indahnay air terjun ini, konon ada banyak pengunjung yang terkagum-kagum menikmati keindahannya. Saya pun juga begitu, ini adalah bonus setelah trekking selama sekitar 45 menit. Semestinya, trekking di jalur ini bisa dilalui hanya dalam waktu 30 menit saja. Namun karena saya sering berhenti untuk mengabadikan pemandangan Dakigaeri Valley dengan kamera, saya jadi sering berhenti.

Sebenarnya waktu terbaik berkunjung ke lembah ini adalah pada bulan Oktober ketika musim gugur berada pada puncaknya. Sehingga pemandangan di Lembah akan didominasi dengan warna merah merekah di sepanjang perjalanan. Namun sepertinya saya datang terlalu awal ke Dakigaeri Valley, jadi saya belum bisa melihat puncak musim gugur disini. Hanya sebagian daun mulai berwarna merah, dan sebagian lagi masih berwarna kekuningan. Pun begitu saya cukup puas menikmati keindahan lembah ini. Apalagi saya sudah lama banget kangen dengan aktivitas trekking.

Jalur trekking di Lembah Dakigaeri seperti ini nih.
Jalur trekking di Lembah Dakigaeri seperti ini nih.

Dan, di Lembah Dakigaeri ini saya bisa melepas kangen dengan yang namanya trekking. Biarpun ditemani hujan rintik-rintik sepanjang perjalanan, tapi saya masih bisa menikmati tempat ini. Jadi meski hujan kamu masih bisa menikmati tempat ini ya. Namun pada musim dingin sampai awal musim semi, tempat ini ditutup untuk trekking. Karena salju masih menutui jalur untuk trekking. Jadi saya sarankan untuk berkunjung kesini pada musim gugur saja.

Foto – Foto Lembah Dakigaeri

Berikut ini adalah foto-foto yang saya ambil selama trekking di lembah ini. Selamat menikmati :)

Dakigaeri Valley ini adalah salah satu tujuan wisata Musim Gugur di Semboku City.
Dakigaeri Valley ini adalah salah satu tujuan wisata Musim Gugur di Semboku City.
Yakin nggak mau berkunjung ke Lembah Dakigaeri ini?
Yakin nggak mau berkunjung ke Lembah Dakigaeri ini?
Ditengah lembah terdapat sungai yang airnya berwarna biru toska yang bening.
Ditengah lembah terdapat sungai yang airnya berwarna biru toska yang bening.
Setelah melewati jembatan ini jalur trekking di Lembah Dakigaeri dimulai.
Setelah melewati jembatan ini jalur trekking di Lembah Dakigaeri dimulai.
Jembatan merah ini asik buat tempat foto.
Jembatan merah ini asik buat tempat foto.
Salah satu lembah terindah di Jepang yang pernah saya kunjungi.
Salah satu lembah terindah di Jepang yang pernah saya kunjungi.
Biarpun air sungai berwarna biru kehijauan seperti ini, tapi tetap bening.
Biarpun air sungai berwarna biru kehijauan seperti ini, tapi tetap bening.
Sungai yang berada di Lembah yang menyejukkan mata.
Kalau sudah puncak musim gugur, pepohonan disini akan berwarna merah semuanya.
Kalau sudah puncak musim gugur, pepohonan disini akan berwarna merah semuanya.
Jalur trekking di lembah ini melewati beberapa terowongan seperti ini.
Jalur trekking di lembah ini melewati beberapa terowongan seperti ini.
Terowongan yang ada di Lembah ini menjadi frame alami.
Terowongan yang ada di Lembah ini menjadi frame alami.
Air Terjun Mikaeri berada di balik rerimbunan ini.
Air Terjun Mikaeri berada di balik rerimbunan ini.
Ini Air Terjun Mikaeri yang merupakan bonus setelah trekking di lembah ini.
Ini Air Terjun Mikaeri yang merupakan bonus setelah trekking di lembah ini.

Alamat, Cara Pergi Ke Dakigaeri Valley Atau Lembah Dakigaeri

Alamat : Hirokunai, Kakunodate
Akses Terdekat : 20-minute berkendara dari Stasiun JR Tazawako.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
1 Response
  1. Jepang selalu membuat kami terpukau mas. Lansekap alamnya yang indah serta pengelolaannya yang hebat membuat siapa saja mau pergi kesana.

    Jadi kebayang betapa indahnya Lembah Dakigaeri ketika puncak musim gugur. Seperti di dunia khayalan.

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: