Tag: taman nasional bromo tengger semeru

4 Alasan, Jangan Ke Bromo Ketika Peak Season!

Catperku.com(Travel Blogger Indonesia) – Gara - gara itu juga saya jadi tahu kalau di musim liburan itu Gunung Bromo bakal ramai banget broh~~ Karena itu saya mencoba berbagi kepada teman - teman, agar sebaiknya tidak memaksakan diri berlibur ke Bromo ketika musim liburan atau peak season. Paling tidak buat teman - teman yang ingin menikmati Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan maksimal.

Kenapa Harus Bertualang Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru?

Catperku.com (Travel Blogger Indonesia) – Saya pernah jalan kaki dari cuban pelangi hingga gunung bromo yang jaraknya sekitar 40 km dalam dua hari. Saya juga pernah menembus padang pasir bromo dari arah probolinggo hingga sampai Tumpang, Malang. Tapi bosankah saya mengunjungi destinasi yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini? Enggak dong! Berapa kali pun sepertinya saya enggak akan bosan! Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memang bisa bikin ketagihan, masih banyak destinasi yang bisa dinikmati di area seluas 800 km persegi yang berada di Jawa Timur ini.

Menyusuri Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Catperku (Travel Blogger Indonesia) – Indonesia mempunyai banyak sekali taman nasional, salah satunya adalah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang bisa dibilang termasuk salah satu yang terbaik. Meskipun lokasinya berada di Pulau jawa yang penuh sesak, taman nasional ini unik dan menarik, karena terdapat beberapa destinasi yang begitu unik. Beberapa diantaranya ada yang pernah digunakan sebagai tempat shooting film seperti 5CM dan Pasir Berbisik. Destinasi favorit saya di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah, Pasir Berbisiknya dan Gunung Semeru yang hingga saat ini saya belum mempunyai kesempatan untuk mengunjunginya.

Trekking Ke Gunung Bromo Via Cuban Pelangi, Desa Ngadas

Catperku (Travel Blogger Indonesia) – Saya sudah hampir lupa bagaimana memulai cerita trip trekking ke Bromo yang agak gila ini hehehe, karena kejadiannya uda lebih dari 2 tahun lalu, tapi akan saya coba menyajikannya semenarik mungkin, melanjutkan dari cerita sebelumnya, selain itu juga sayang kalau hilang tertelan ingatan manusia yang terbatas, jadi lebih baik di dokumentasikan. Satu hal yang menancap jelas diingatan saya waktu itu kondisi cuaca sedang buruk, hujan rintik - rintik menemani hampir sepanjang perjalanan kami menuju cek point pertama untuk bermalam, yaitu desa Ngadas. Bisa dibilang kondisi kami yang sudah cukup kecapekan karena salah memperkirakan kondisi jalur ke air terjun Cuban pelangi starting point awal, jalur yang menguras tenaga meskipun sebenarnya air terjun ini cukup worth it untuk dikunjungi.