Satu Meter Per Jam, Terjebak Macet Di Pelabuhan Padang Bai

Satu meter per jam, terjebak macet di Pelabuhan Padang Bai. Yak! Itulah yang saya alami ketika mengantri untuk menyeberang ke Lombok dari pelabuhan Padang Bai kemarin. Sebuah rekor baru untuk mengantri transportasi umum buat saya, rekor terlama dalam catatan perjalananku :). Nampaknya saya memang sedang sial waktu itu. Untungnya tidak, untuk perjalanan selanjutnya setelah menyeberang ke Lombok.

Catatan Perjalananku, Terjebak Macet Di Pelabuhan Padang Bai

Macetnya pelabuhan Padang Bai ketika peak season
Macetnya pelabuhan Padang Bai ketika peak season

Sebagai seorang karyawan sekaligus backpacker pemula, long weekend  nyepi tidak akan saya habiskan untuk berdiam diri di Pulau Dewata, karena Bali akan sepi seratus persen :). Itenary super terencana pun saya siapkan, untuk pelarian dari Bali saat nyepi. Itinerary untuk kabur ke Pulau Lombok, yang hanya bersebelahan dengan Pulau Bali .

Berangkat sesuai itenary escape to lombok, jam 1 dini hari dari kuta. Berharap bisa sampai di pelabuhan lembar, Lombok di pagi hari, tapi ternyata semua meleset. Nampaknya saya lupa kalau itenary yang saya rencanakan belum memperhitungkan arus eksodus untuk keluar dari Bali menjelang nyepi. Jumlah  orang yang ingin menyeberang ke Lombok sangat banyak, dan pelabuhan padang bai hanya memiliki dua dermaga.

“Sial, bakal nyeberang pagi nih” Pikirku waktu baru sampai di pelabuhan Padang Bai.

Terjadi arus eksodus keluar Bali besar – besaran menjelang nyepi tahun 2012. Mulai dari bule, traveller lokal, ataupun orang yang ingin pulang kampung ke Lombok.Antrean sepanjang 150 Kilometer Meter pun terjadi, hingga memaksa saya mengantre sambil tertidur di motor untuk mendapatkan giliran masuk kapal. Parahnya lagi tidak ada kapal yang khusus untuk menyeberangkan motor.

(Baca Juga : Lombok Selatan Adventure, Chapter 1 : Padang Bai – Lembar)

macetnya pelabuhan padang bai, semua ingin keluar dari bali saat nyepi
Catatan Perjalananku : macetnya pelabuhan padang bai, semua ingin keluar dari bali saat nyepi

Saya ucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya untuk ASDP anda memberikan pengalaman baru untuk saya, yaitu tertidur sambil mengantre, plus hujan – hujan pula.  Damn!! Inilah wajah sesungguhnya servis publik negaraku, negara yang kaya, tapi miskin pelayanan bagus. Ya sudahlah, ternyata itu memang ujian sebelum saya menemukan tempat – tempat menakjubkan di Pulau Lombok.

Arus keluar Bali menjelang nyepi ternyata benar – benar ramai, 12 jam saya di buat mengantre. Panas hujan tidak saya hiraukan, dengan satu tujuan, menemukan sisi lain eksotisme dari Pulau Lombok (sebenarnya karena sudah terjepit jadi dipaksain aja deh hahaha) .

Akhirnya setelah 12 jam penantian, dibuat sumpek, diserobot oleh orang, Sekitar jam 2 siang akhirnya saya mendapatkan giliran juga untuk menyeberang. Meskipun begitu itinerary yang saya rancang sudah meleset jauh, Akhirnya tidak ada ada lagi itinerary, jadi yang ada hanyalah “No Plan” atau pergi kemana hati suka.

(Baca Juga : Lombok Selatan Adventure, Dari Lembar Hingga Kuta)

Mr Dolphin entertain me (Catatan Perjalananku)
Mr Dolphin entertain me (Catatan Perjalananku)

Sedikit tips bagi yang suka traveling dengan menggunakan motor, ada baiknya  untuk selalu mengecek informasi penyeberangan, agar tidak terjadi hal buruk (baca : mengantre), meskipun awal yang buruk tidak selalu buruk untuk seterusnya.

Terbukti karena penyeberangan saya yang molor saya jadi bisa menyaksikan pertujukan mr dolphin ( lumba – lumba liar) yang mungkin sangat langka untuk ditemui di selat Lombok. Yang  jelas apapun yang terjadi selalu ingat motto ini “Backpacking itu bukan tentang tujuan, Tetapi bagaimana menikmati sebuah perjalanan“. Okay teman traveler, selalu nikmati perjalananmu ya!

(Baca Juga : Selamat Pagi Dari Lembar, Lombok Barat)

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
4 Responses
  1. maria

    Hi … terimakasih atas informasinya.

    sudah pernah menyebrang naik kapal ferry dari Lombok – Lembar ke Bali – Padang bai malam hari? sekitar pkl. 11.00 malam
    mohon infonya apakah aman? rencananya kami 6 orang (cewek semua) akan nyebrang di malam hari agar sampai di bali pagi-siang hari

    terimakasih , maria

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      Sudah pernah, biasanya sih jam 12 atau jam 1 malam malah :D masalah keamanan di indonesia ini emang agak kurang meyakinkan ya, dimanapun itu. yang penting selalu waspada saja, dan tetep solid kalau rame – rame. mungkin begitu :)

  2. Maria

    mohon infonya , kalo penyebrangan malam dari Lombok ke Bali aman ga? rencananya untuk 6 orang cewek jam 23.00

    terimakasih

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: