Selamat Pagi Papandayan!

Karena suhu yang begitu dingin diluar, saya hampir saja melewatkan pemandangan cantik pagi hari Gunung Papandayan. Untungnya bayangan pemandangan matahari terbit dari hutan mati di angan – angan, membuat saya bersemangat kembali untuk mengabadikannya.

Untuk itu saya perlu lari – lari kecil dengan menembus dinginnya udara gunung papandayan, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dari Pondok Salada. Nafas ngos – ngosan, dan badan yang menggigil kedinginan saya hiraukan. Saya enggak menyesal bisa menyaksikan pemandangan pagi hari seperti ini.

Nb : Semua foto saya ambil dengan kamera Sony Nex F3 berlensa standard 18-55 mm.

Pemandangan Kota Garut yang berada di tengah - tengah rantai pegunungan. Disekitarnya ada Gunung Guntur, Gunung Cikuray dan Gunung Papandayan tempat saya mengambil foto ini.

Pemandangan Kota Garut yang berada di tengah – tengah rantai pegunungan. Disekitarnya ada Gunung Guntur, Gunung Cikuray dan Gunung Papandayan tempat saya mengambil foto ini.

Salah satu kawah aktif gunung papandayan yang mengeluarkan asap bercampur bau belerang yang pekat. Asap ini bahkan bisa tercium pada pagi buta yang seharusnya udara masih begitu segar.

Salah satu kawah aktif gunung papandayan yang mengeluarkan asap bercampur bau belerang yang pekat. Asap ini bahkan bisa tercium pada pagi buta yang seharusnya udara masih begitu segar.

Saya menyebutnya "Full Moon and The Dead Forest", beginilah perpaduan suasana menjelang pagi dan bulan yang masih bersinar di langit.

Saya menyebutnya “Full Moon and The Dead Forest”, beginilah perpaduan suasana menjelang pagi dan bulan yang masih bersinar di langit.

Hutan mati gunung papandayan menjelang matahari terbit suasananya begitu sepi. Rasanya seperti tidak ada lagi makhluk hidup selain saya disini.

Hutan mati gunung papandayan menjelang matahari terbit suasananya begitu sepi. Rasanya seperti tidak ada lagi makhluk hidup selain saya disini.

Masa - masa golden hour yang saya ambil dari area hutan mati Gunung Papandayan. bagaimana menurut kalian? Harga yang pas untuk membayar usaha saya lari sampai ngos - ngosan dari Pondok Salada.

Masa – masa golden hour yang saya ambil dari area hutan mati Gunung Papandayan. bagaimana menurut kalian? Harga yang pas untuk membayar usaha saya lari sampai ngos – ngosan dari Pondok Salada.

Pagi hari di hutan mati gunung papandayan juga enggak kalah cantik. Ditambah lagi dengan pemandangan bulan yang belum hilang dari langit.

Pagi hari di hutan mati gunung papandayan juga enggak kalah cantik. Ditambah lagi dengan pemandangan bulan yang belum hilang dari langit.

Di kejauhan, kabut tipis menyelimuti langit Kota Garut. Bisa kebayang bagaimana sejuknya kota itu?

Di kejauhan, kabut tipis menyelimuti langit Kota Garut. Bisa kebayang bagaimana sejuknya kota itu?

Menjelang siang, kabut secara perlahan menghilang, mulai nampak lansekap Kota Garut yang cantik.

Menjelang siang, kabut secara perlahan menghilang, mulai nampak lansekap Kota Garut yang cantik.

Pegunungan sepertinya adalah barrier alami yang mengelilingi Kota Garut. Tidak banyak kota di indonesia yang memiliki lansekap seperti ini.

Pegunungan sepertinya adalah barrier alami yang mengelilingi Kota Garut. Tidak banyak kota di indonesia yang memiliki lansekap seperti ini.

Yang sudah mati dan yang masih hijau. Hutan mati terbentuk akibat sisa letusan Gunung Papandayan yang menghanguskan sebagian vegetasi. Yak, seperti inilah pemandangan yang kontras sisi bukit yang begitu hijau, dan hutan mati yang gersang.

Yang sudah mati dan yang masih hijau. Hutan mati terbentuk akibat sisa letusan Gunung Papandayan yang menghanguskan sebagian vegetasi. Yak, seperti inilah pemandangan yang kontras sisi bukit yang begitu hijau, dan hutan mati yang gersang.

Ketika pagi mulai menghilang, dan hari menjelang siang, tinggallah siluet cantik dari hutan mati Gunung Papandayan

Ketika pagi mulai menghilang, dan hari menjelang siang, tinggallah siluet cantik dari hutan mati Gunung Papandayan

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

8 Responses

  1. Aaaaaaaaakkk foto-fotonya keceeeeee. Lima tahun di Bandung gue belum pernah ke Gunung Papandayan :3

  2. Halim says:

    Kereenn semua gambarnya… Paling suka full moon and dead forest nya :-)
    Naik Papandayan butuh ketrampilan khusus nggak bro? Amatiran naik bisakah? hehe

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      enggak sih, malah Gunung Papandayan ini pas banget buat pemula yang mau ngenal gunung :) *sekalian bersih – bersih gunung* :D paling tahan jalan kaki selow 2-3 jam aja :D

  3. Yura says:

    pemandangannya kyk lukisan…cantik..keren deh..

    aahh..kyknyo klo nyasar k pulau jawa, mmpir k gunung ini deh..:D
    porterin ya mas..haha *kidding*

  1. September 27, 2013

    […] ke toilet ada satu toilet umum di depan pintu masuk Terminal Guntur, Garut. Pintu masuk menuju Gunung Papandayan masih lumayan jauh dari Terminal Guntur, perlu naik angkot lagi sekitar 45-1 jam perjalanan […]

  2. October 1, 2013

    […] gambaran, dan enggak menghabiskan waktu terlalu banyak untuk menebak jalur naik ke Tegal Alun juga Hutan Mati Gunung Papandayan. *Semoga tidak bingung  […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: