Metro Manila, Destinasi Bersejarah Dan Bersenang – Senang!

Ada yang bilang traveling ke Manila itu membosankan, ada juga yang bilang Manila itu sebelas dua belas dengan Jakarta. Untuk kondisi lalu lintas, saya mengamininya. Kecuali mereka sedikit lebih tertib meski pun jalanan dalam kondisi macet berat. Minimal tidak ada bel kendaraan bermotor sahut menyahut seperti di Jakarta, sebagian besar Manila masih bebas dari polusi suara.

Kalau tahu cara menikmati Manila yang merupakan sebuah ibu kota dari negara di tepi pasifik, kota ini cukup menyenangkan. Terutama untuk penikmat destinasi sejarah dan bangunan dengan arsitektur unik. Kota yang hanya berjarak 4 jam penerbangan dari Jakarta dengan Cebu Pasific Air ini menyediakan beberapa daya tarik utama untuk pengunjungnya. Seperti Intramuros, Malacanang Palace yang merupakan istana negara Filipina, Manila Ocean Park hingga jalan – jalan santai di Makati distrik.

Sebagian Metro Manila yang sempat saya abadikan sebelum mendarat di Bandara Ninoy Aquino International Airport.
Sebagian Metro Manila yang sempat saya abadikan sebelum mendarat di Bandara Ninoy Aquino International Airport.

Sudah mulai tertarik untuk ke traveling ke Manila, Filipina? Tenang, ada penerbangan langsung menuju Manila dari Jakarta kok! Yang paling menghemat waktu sih dengan Cebu Pasifik, terutama penerbangan langsung malam harinya. Minimal saya bisa menghemat biaya hotel semalam karena saya bisa tidur di pesawat. Begitu mendarat pagi hari di Manila, saya langsung menjelahah daya tarik historik kota Manila. Seperti Intramuros misalnya.

Intramuros sendiri adalah distrik tertua dan merupakan inti dari sejarah kota Manila. Sedikit mirip dengan kota tua yang dimiliki Jakarta sih. Sebelum ke Filipina, keberadaan Intramuros saya ketahui gara – gara menonton sebuah video dokumenter perang dunia kedua. Yaitu ketika Amerika berusaha mengambil alih kota Manila. Ketika itu, sebagian besar pasukan Jepang yang sudah begitu terdesak mundur dan bertahan di dalam Intramuros. Meskipun pada akhirnya karena bertahan dan tidak mau menyerahlah yang akan mengakhiri hidup mereka disana.

Namun Intramuros tidak hanya berisi tentang sejarah perang dunia kedua saja ya. Awal mula keberadaannya sudah dimulai jauh sebelum pecahnya perang dunia kedua di pasifik. Pembangunan dinding pertahanan Intramuros sendiri dimulai oleh pemerintah kolonial Spanyol pada akhir abad ke-16 untuk melindungi kota dari invasi asing. Gara – gara dinding tadi, sampai sekarang ini Intramuros tetaplah menjadi sebuah kota yang ada di dalam kota. Bedanya, sekarang tidak digunakan untuk sebuah pertahanan. Tetapi telah menjadi salah satu daya tarik destinasi bersejarah yang ada di Metro Manila.

Next time ke Intramuros, siapkan waktu sehari penuh untuk menjelajah isinya!
Next time ke Intramuros, siapkan waktu sehari penuh untuk menjelajah isinya!
Bule ini lagi ngapain ya di Intramuros? Silahkan berimajinasi :v
Bule ini lagi ngapain ya di Intramuros? Silahkan berimajinasi :v

Tidak kalah menarik lagi adalah Malacanang Palace yang merupakan istana negara Filipina (Palasyo ng Malakanyang). Oke, ini adalah pengalaman pertama saya mengunjungi sebuah istana negara. Padahal istana negara sendiri belum pernah sekalipun mengunjunginya. Bukan karena apa, tapi saya tidak tahu prosedur untuk mengunjungi Istana Negara Indonesia yang berada di dekat Jalan Merdeka.

Ada yang tahu cara masuk istana negara yang diseberang monas itu? Kasih tahu saya ya ^^

Malacanang adalah sebuah istana negara, jadi untuk masuk kedalamnya pun memerlukan proses yang agak ribet. Seperti saya yang harus berganti celana panjang di dalam mobil karena tidak boleh memakai celana pendek dan sendal di dalam istana. Dalam satu grup juga hanya boleh membawa satu kamera saja.

Duh! peraturan tentang kamera itu yang membuat nyesek, apa lagi saya bukan yang terpilih membawa kamera. Saya yang biasanya selalu hyper-aktif memencet shutter kamera, kali ini hanya saya gigit sambil mendengarkan pemandu menjelaskan sisi historik Malacanang Palace yang menarik. Lain kali saya pasti kembali kesini dengan camera dan buku catatan. :)

Pun, Manila tidak hanya destinasi khusus penyuka sejarah saja ya. Disini saya juga bisa bersenang – senang, menikmati trotoarnya yang luas di distrik Makati. Disana saya bisa jalan kaki dengan tenang menikmati sebuah kota yang seakan tergesa – gesa ingin menjadi sebuah kota yang maju.

Makati distrik! Kalau di Jakarta mungkin seperti Jalan Sudirman deh!
Makati distrik! Kalau di Jakarta mungkin seperti Jalan Sudirman deh!
Filipina punya trotoar yang luas, udah punya underpass pulak! Jakarta?
Filipina punya trotoar yang luas, udah punya underpass pulak! Jakarta?

Iya, di Makati saya seolah melihat Filipina yang berbeda, kota yang berbenah demi mengikuti perkembangan jaman di era global. Saya iri dengan Makati yang mempunya trotoar luas untuk berjalan kaki, mempunyai underpass yang membuat nyaman para pejalan kaki menyeberang jalan. Meskipun sayangnya underpass ini hanya dibuka jam 06.00 AM – 10.00 PM. Jadi, yang suka night life dan party sampai tepar, silahkan bingung ketika pulang ke hotel dini hari.

Selain Makati, Metro Manila juga bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk penyuka hewan bawah air lho. Karena kota ini memiliki sebuah taman bawah air buatan, yaitu Manila Ocean Park. Oke, buat saya yang tidak punya lisensi menyelam, tempat ini sangat menyenangkan buat saya. Saya tidak perlu membayar mahal lisensi menyelam, atau memakai wet suit yang kurang nyaman itu agar bisa bertemu dengan si Manta Ray, juga beberapa keluarga dekatnya.

Disebutkan Manila Ocean Park adalah taman hiburan dunia laut kelas dunia pertama di Filipina. Yang tentunya juga merupakan pusat pendidikan yang menyenangkan untuk mengenal lebih dekat hewan laut. Saya pun mengamininya, dengan beberapa alasan yang telah saya jabarkan sebelumnya.

Ada banyak yang bisa dilihat di Manila Ocean Park!
Ada banyak yang bisa dilihat di Manila Ocean Park!
Ada keluarga manta... Eh ini namanya apa sih? Lucu banget :D
Ada keluarga manta… Eh ini namanya apa sih? Lucu banget :D

Ada banyak hewan laut lucu yang saya temui selama berkeliling di Manila Ocean Park, mulai dari yang bentuknya kecil hingga yang besar dari keluarga Hiu. Kalau mau sebenarnya saya bisa juga mencoba menyelam di sebuah akuariumnya yang merupakan tempat tinggal si Hiu tadi. Sayangnya karena sudah terlalu sore, saya urung melakukannya.

Di Manila Ocean Park ini juga saya merasakan fish spa yang ternyata sensasinya itu bisa banget bikin kaki geli. Bagaimana enggak geli coba? Kaki kalian dikelilingi puluhan ikan kecil yang sepertinya tidak diberi makan selama berbulan – bulan. Jadi agresif sekali deh mereka!

Di Manila Ocean Park Juga Ketemu Mr Shark!
Di Manila Ocean Park Juga Ketemu Mr Shark!

That’s it! Manila tidak membosankan seperti yang saya kira! Sejarahnya, destinasi wisatanya dan… makanannya yang akan saya ceritakan juga nanti. Tapi, kalau masalah panas dan macetnya, saya tidak akan banyak berkomentar mungkin itu menjadi pekerjaan rumah terbesar Filipina. Yang jelas, negara ini terlihat sedang berbenah disana – sini, siapa tahu beberapa tahun lagi semua menjadi serba rapi di Metro Manila!

Will definitely visit manila again for sure! :) Kalian mau ke sana? Coba cek dibawah ini~ Mungkin bisa memotivasi untuk berkeliling di Metro Manila.

The Philippines’ largest airline, Cebu Pacific Air flies from Jakarta to Manila four times weekly, and from Denpasar to Manila  twice weekly. Lowest year-round fares to to Manila start at USD 99. From the same Manila Airport Terminal 3, passengers can easily connect to any of 33 other destinations in the widest network in the Philippines.  For more details, visit www.cebupacificair.com or follow @CebuPacificAir on Facebook, Twitter and Instagram.

***

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

  • beda makati dan metro manila
  • jalan di manila
About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
12 Responses
  1. Negara yang punya air terjun, bakal selalu menarik buat saya, :D.

    Dirimu ya sempet pergi ke outskrit-nya Filipina? Kalau dari foto-fotomu yang di dalam kota itu, Manila 11-12 sama Singapura ya? Tapi klo dari foto udaranya… malah mirip Jakarta dari atas jembatan layang, hahaha :D

    1. Rijal Fahmi

      Well, memang manila ini bagai kota yang mempunyai banyak wajah. bisa dibilang mirip singapura, bisa dibilang mirip jakarta. eh, air terjun dimananya manila? *ndak sempet liat, soalnya ikutin tour guide selama disana* ahahah XD

  2. Manila banyak emnyimpang cerita seru, sekitar 3 tahun yang lalu sempet kesana dan cuman habis 700 ribu saja kalo dirupiahin dan itu bisa keliling selama 5 hari hahaha.
    Cafe yg depan gereja san agustin itu kopi nya enak lho

  3. Halim Santoso

    Intramuros nya bikin ngilerrr…. Kota tua selalu menarik untuk ditelusuri dan dijeprat-jepret. Bahkan gambar-gambar di internet tentang Vigan pun bikin geleng kepala, salut dengan Phillipine yang peduli dengan sejarah negaranya :-)

    1. Rijal Fahmi

      Yup, daripada destinasi alamnya filipina terutama manila itu lebih keren destinasi historiknya :D eh, makanannya juga enak beberapa XD

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: