Memburu Matahari Pagi Di Punthuk Setumbu Yang Begitu Syahdu

Punthuk Setumbu, aku akan melihatmu…! Kira – kira, jam 4 dini hari, dering alarm mulai membangunkan saya. Pun mata masih begitu berat, merekat seperti lem, saya harus segera terbangun. Setelah membangunkan istri saya segera melangkah ke kamar mandi hotel, mandi dan membersihkan diri.

Hari ini adalah jadwalnya saya memburu matahari pagi di Punthuk Setumbu seperti yang telah saya rencanakan sebelumnya. Meskipun biasanya malas, bangun sepagi ini adalah salah satu cara agar tidak tertinggal matahari yang keburu meninggi di Punthuk Setumbu. Iya, kami harus berburu – buru mengejar waktu demi memburu matahari di Punthuk Setumbu.

Punthuk Setumbu selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal atau mancanegara
Punthuk Setumbu selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal atau mancanegara

Tanpa ditunggu, Pak Parwoto driver Gallery Prawirotaman Hotel pun datang tepat waktu sesuai janji. Padahal kami baru saja sampai di loby hotel untuk mengambil sarapan pagi. Karena itu tanpa membuang waktu, juga tanpa babibu, sepagi ini kami langsung melesat menuju Punthuk Setumbu. Sisa waktunya kira – kira tinggal sekitar 1 jam lagi sebelum matahari mulai terbangun, bersinar dan melesat semakin tinggi.

Punthuk Setumbu ini berada di Magelang, namun karena lebih banyak paket perjalanan menawarkan keberangkatan dari Yogyakarta. Sebagian besar orang lebih mengenal Punthuk Setumbu sebagai bagian dari destinasi wisata milik Yogyakarta.

Padahal yang sebenarnya, Punthuk Setumbu yang menyenangkan untuk menikmati matahari terbit ini berada di Magelang yang masih merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah. Nah lho, siapa yang bikin salah kaprah?

Loket tempat wisata Punthuk Setumbu ini buka mulai dari jam 4 pagi
Loket tempat wisata Punthuk Setumbu ini buka mulai dari jam 4 pagi

Pun, saya tidak mau memperdebatkan masalah lokasi, yang jelas dari tempat ini pemandangan matahari terbit begitu unik. Pemandangan seperti ini tidak bisa ditemukan dimanapun di Indonesia selain di Punthuk Setumbu yang  berada di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dari Setumbu pemandangan sunrise akan terlihat cantik dengan latar belakang Candi Borobudur yang kadang diselimuti kabut tipis.

Dengan kemampuan nyetirnya yang sebelas dua belas seperti Dominic Toretto di film Fast And Furious, Pak Parwoto mengantarkan kami dengan selamat dan tepat waktu hingga pintu masuk Punthuk Setumbu.

Selain Pak Parwoto adalah pengendara yang handal, karena masih pagi, sepanjang perjalanan menuju Punthuk Setumbu cenderung sepi. Mobil yang kami tumpangi hanya sempat mendapat hambatan berarti ketika melewati Pasar Muntilan yang sudah sibuk sejak dini hari.

Untuk wisatawan lokal seperti kami harga tiket masuk Punthuk Setumbu adalah IDR 15.000 per orang
Untuk wisatawan lokal seperti kami harga tiket masuk Punthuk Setumbu adalah IDR 15.000 per orang

Kami sampai di tujuan sekitar jam setengah enam pagi, beberapa puluh menit sebelum injury time dan matahari mulai terbit dari ufuk timur. Tanpa membuang waktu, kami segera membeli tiket masuk menuju Punthuk Setumbu. Tiket masuk menuju Punthuk Setumbu adalah IDR 15.000 untuk wisatawan lokal seperti kami, dan IDR 30.000 untuk para turis asing. Tidak terlalu mahal sih, untuk semua yang bisa dilihat nantinya.

“Punthuk Setumbu 300 M” Tulis di sebuah papan berwarna hijau yang berada tepat di pintu masuk tempat wisata ini. Dari loket tempat pembelian tiket, memang kami harus sedikit trekking dengan jalur yang sedikit menanjak. Tenang saja, meskipun menanjak, jalur menuju tempat melihat sunrise-nya masih manusiawi dan merupakan jalan setapak yang nyaman. Di papan berwarna hijau tadi juga dituliskan kalau Punthuk Setumbu mulai buka dari jam 04.00 – 17.00, pun sepertinya pemandangan terbaik adalah ketika matahari terbit saja.

Pemandangan dari Punthuk Setumbu sebelum matahari menampakkan wujudnya
Pemandangan dari Punthuk Setumbu sebelum matahari menampakkan wujudnya

Menuju ke Punthuk Setumbu tanpa menggunakan paket perjalanan sebenarnya juga bisa, asal, tahu arah menuju ke Magelang . Cara yang paling gampang menuju Punthuk Setumbu adalah dengan menuju ke Candi Borobudur yang juga berada di Magelang. Punthuk Setumbu akan berada beberapa kilometer di arah barat Candi Borobudur.

Gampangnya, setelah sampai di dekat Candi Borobudur cari saja arah menuju Hotel Manohara karena Punthuk Setumbu berada tidak jauh dari hotel itu. Kalau bingung bisa mencari dengan menggunakan Google Maps, atau yang paling gampang minta diantarkan sama hotel seperti saya. Kalau bisa lebih gampang, kenapa dibikin repot, iya toh? :D

Setelah menghabiskan waktu antara 15-20 menit trekking ringan, kami sampai di view point Punthuk Setumbu. Meski tidak terlalu penuh, ternyata sudah banyak pengunjung yang datang lebih dahulu. Semuanya dengan sabar menunggu di dekat pagar pembatas tebing dan jurang. Sepertinya kami datang tepat waktu, matahari belum menampakkan wujudnya dari ufuk timur, pun semburat cahaya tipis sudah mulai berpendar.

Bisa tebak Candi Borobudur yang mana hayo?
Bisa tebak Candi Borobudur yang mana hayo?

Dengan sedikit samar Candi Borobudur yang tidak jauh dari Punthuk Setumbu sudah mulai terlihat dengan diselimuti kabut tipis, ditemani dengan dua gunung tinggi berada disebelah kirinya.

Dua buah gunung tadi adalah Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang menambah suasana syahdu pagi hari di Punthuk Setumbu. Bukit tempat mengamati matahari terbit dan Candi Borobudur di kejauhan ini mungkin hanya seluas lapangan basket, tidak lebih.

Dilengkapi dengan satu gardu pandang yang eksklusif, yang hanya bisa digunakan oleh beberapa orang saja. Saya pun tidak tahu harus membayar berapa agar bisa menggunakan gardu pandang tadi.

Namun sebagian orang termasuk kami lebih suka bergerombol di dekat pagar pembatas, sambil mengarahkan pandangannya ke arah timur menunggu matahari yang segera terbit. Disini juga disediakan beberapa kursi yang terbuat dari bambu untuk siapapun yang ingin duduk dan beristirahat.

Ketika matahari mulai menampakkan wujudnya adalah suasana yang paling menyenangkan di Punthuk Setumbu
Ketika matahari mulai menampakkan wujudnya adalah suasana yang paling menyenangkan di Punthuk Setumbu

Berkemah di Punthuk Setumbu sepertinya juga diperbolehkan, karena ketika kami berkunjung, sempat terlihat ada dua buah tenda berdiri disalah satu sudutnya. Mungkin mereka tidak mau kehabisan tempat, sehinga daripada berdesakan untuk mencari tempat terbaik, mereka lebih memilih untuk mendirikan tenda. Dengan begitu mereka bisa bersiap lebih awal.

Ada yang berkemah di Punthuk Setumbu. Sepertinya memang boleh ya?
Ada yang berkemah di Punthuk Setumbu. Sepertinya memang boleh ya?

Tidak berapa lama setelah kami sampai, matahari mulai terlihat. Intensitas suara shutter kamera mulai terdengar lebih sering. Semua pandangan mata, kamera seakan tertuju ke arah timur, matahari dan Candi Borobudur. Saya pun tidak mau ketinggalan, Kamera Sony Nex F3 kesayangan saya mulai bekerja dengan giat, meski dengan lensa seadanya.

Seharusnya sih saya mengabadikan dengan lensa telephoto agar mendapatkan foto Candi Borobudur yang sedang berselimut kabut dengan close up angle. Atau mengabadikan lansekap sekitar termasuk dua Gunung yang ada di sebelah kiri Candi Borobudur dengan bantuan lensa wide angle. Namun apa daya, saya harus tetap berkreasi meski dengan lensa yang seadanya. Toh, dibandingkan kamera atau lensa, yang paling penting kan man behind the camera-nya.

Untuk melihat pemandangan seperti ini di Punthuk Setumbu, perlu sedikit perjuangan
Untuk melihat pemandangan seperti ini di Punthuk Setumbu, perlu sedikit perjuangan

Pemandangan dari Punthuk Setumbu memang tiada duanya, sehingga bisa membuat siapapun terlena atau bahkan terlalu asik mengabadikannya dengan kamera seperti saya. “Mas, sini deh” Panggilan istri menyadarkan saya untuk berhenti sejenak dari berkutat dengan kamera. Dia terlihat sedang asik mengobrol dengan seorang lokal yang umurnya kira – kira sama dengan saya. Semoga dia tidak sedang merencanakan yang aneh – aneh. “Mas, sini deh di bawah sana katanya ada bangunan Gereja yang bentuknya mirip ayam. Mau kesana apa?” Lanjut istri saya ketika saya mendekat.

Kebiasaanya memang begitu, suka SKSD sama siapapun kalau sedang traveling. Yah, saya maklum sih kebiasaanya itu juga yang akhirnya mempertemukan kami di Bali. Kali ini dia sepertinya berhasil menggaet seorang cowok, yang katanya bersedia mengantarkan kami ke sebuah bukit dimana terdapat sebuah Gereja yang bentuk bangunananya aneh. Pun awalnya saya sedikit enggan plus curiga, namun akhirnya saya meng-iyakan juga. Dengan tetap waspada, kami menuju bukit yang akhirnya saya ketahui bernama Bukit Rhema dengan bangunan Gereja Ayam-nya itu.

Selalu patuhi peraturan setempat, dan jangan mengotori apalagi sampai merusak lingkungan deh!
Selalu patuhi peraturan setempat, dan jangan mengotori apalagi sampai merusak lingkungan deh!

Cara Menuju Ke Punthuk Setumbu, Bukit Yang Ngehits Karena Film AADC2

Untuk mencapai lokasi bukit Punthuk Setumbu ini sebenarnya cukup mudah. Soalnya sudah terdapat petunjuk arah menuju lokasi. Panduan paling gampang adalah, jika dari depan Taman Wisata Candi Borobudur carila arah menuju Hotel Manohara. Dari situ kemudian lurus terus ke arah perbukitan Menoreh. Nah, enggak jauh dari situ nanti akan ada pertigaan dan petunjuk arah bertuliskan Borobudur Nirvana Sunrise. Dari situ tinggal belok kanan mengikuti petunjuk arah hingga nanti sampai di tempat parkir Bukit Punthuk Setumbu. Gampang kan?

Tips Liburan Ke Punthuk Setumbu

  1. Berangkatlah sepagi mungkin. Estimasinya jika berangkat dari Yogyakarta adalah sekitar jam 3-4 dini hari.
  2. Jika ingin mengabadikan moment sunrise di tempat ini, sebaiknya membawa tripod agar hasil foto tidak blur
  3. Tempat wisata ini sepaket dengan Gereja Ayam yang ada tak jauh. Jadi sebaiknya setelah menikmati keindahan matahari terbit di Punthuk Setumbu, lebih baik menyempatkan diri untuk mengunjungi Gereja Ayam yang sekarang makin ngehits itu
  4. Di tempat ini sepertinya diperbolehkan untuk camping, jadi mungkin untuk yang tidak mau ketinggalan moment bisa camping disini
  5. Jangan buang sampah sembarangan dan merusak fasilitas wisata yang ada disini. Kan sayang tempat sebagus ini jadi rusak atau tidak sedap dipandang mata karena ada yang buang sampah sembarangan.
  6. Bawa jaket yang tebal karena tempat ini lumayan dingin ketika pagi hari

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

  • punthuk setumbu
  • puthuk setumbu
  • tiket masuk punthuk setumbu
  • harga tiket masuk sunrise puthuk setumbu
  • kondisi jalan e arah putuksetumbu magelang
About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!
55 Responses
  1. Mas Fahmi, kayaknya bagusan si Pathuk Setumbu kalau berburu matahari pagi ketimbang di Penanjakan. Lah di sana yang kelihatan cuma kepala orang plus tongkat narsis,,, :)

    1. Hahah, banyak yang buka open trip ke pananjakan sih, jadinya rameee :D E tapi kemarin ke setumbu juga pas hari biasa, enggak tahu kalau hari libur kayak gimana ramainya :D

  2. Aku pengen kesini lagi… Waktu kesana 2 tahun yang lalu, mataharinya malu-malu… hehehe… Sekalian penasaran ama gereja ayam yang kapan hari diposting Putri :)

  3. Aku gagal menemukan penampakan Borobudurnya, mas :D

    Aku paling suka denger cerita orang-orang yang berjuang memburu matahari terbit. Bangun pagi, menyusuri medan sulit (entah dgn naik jeep, jalan kaki, atau pun mendaki), bertahan dalam cuaca dingin, lalu menemukan apa yang diburu. Rasanya ikut lega dan bahagia. Aku pernah punya pengalaman seperti ini waktu memburu matahari terbit di Pananjakan, Bromo :)

    Btw, aku baru tahu lho tentang Punthuk Setumbu. Tfs ya :)

    1. Hayoo, dicari lagi :p agak kecil dan samar sih~ maklum enggak pake lensa telephoto euy~ Matahari terbit itu memang salah satu moment yang paling ditunggu, kayak di Punthuk Setumbu ini. Tapi ya gitu, perjuangan bangunnya kadang bikin enggan~ Kalau hiking sih ndak masalah :D

  4. MEskipun jarang ninggal jejak disini, sebenere blog ini referensiku n suami juga kalau mau jalan2 (boleh geer) krn aplikabel untuk keluarga tapi ada petualangane juga. Aku udah wira wiri dibawah punthuk setumbu krn ortu di Magelang tp belum naik juga. Selalu berakhir dg kulineran. Insya Allah mau nyoba naik kapan2.

    1. Kamera smartphone jaman sekarang udah pada bagus – bagus lho~ asal cahayanya cukup, dan berani ambil foto dari deket, pake smartphone biasanya udah bagus hasilnya. Beberapa foto di travel blog ini juga aku ambil pake smartphone kok :D

    1. Udah lama sih Punthuk Setumbu ini, cuma namanya agak tenggelam karena ada candi borobudur di deketnya~ Sekarang udah mulai rame sih tapi. Kalau ditambah nginep di manohara makin asik tuh :D Pengen ih, sekalian hanimun lagi :p

    1. Hahah, iya ini untung – untungan juga kayaknya ke Punthuk Setumbu itu~ Kemarin beruntung banget, cuaca lagi cerah – cerahnya karena hari sebelumnya ujan deres. Hasilnya matahari pun bersinar terang~~ hehee :D

  5. SIng penting pinter ngatur komposisi. Nek kamera plus lensane apik tapi moto menungso ae senengane ngekrop pemandangan sembarangan khan percuma nduwe kamera plus lensa apik.

    Lha wong niate pingin foto di belakang air terjun, eh sing difoto malah wajahku tok, air terjunne gak ketok blas. Khan yo kampret kuwi. hahahaha…

    Nunggu gerejo pitik e ahh..

  6. Rina Eko Wati

    Karena termasuk penikmat sunrise, kayaknya nggak bakal afdol kalau nggak mengunjungi tempat yang satu ini. Apalagi dikatakan bahwa pemandangan matahari terbitnya begitu unik dan tidak bisa ditemukan dimanapun di Indonesia. Bakal jadi tambahan list nih kalau bisa ke Jogja.

  7. Ahmad Yusuf

    saya yang orang Magelang malah ga pernah tahu dimana tempat ini :malu.
    dengar aja belum pernah.
    mengenai Puthuk yang lebih dikenal sebagai obyek Yogyakarta, kayaknya sama dengan Borobudur atau Prambanan. Meski secara geografis masuk Jawa tengah tapi orag lebih kenal masuk ke Yogyakarta.

  8. liat sunrise dari kepala gereja ayam juga nggak kalah keren lho. dulu sebelum ada film aadc 2, gereja ayam lumayan sepi, jadi gampang kalo mau naik sampai puncak kepala, sekarang dengar2 kalo mau naik ke kepala gereja ayam harus antri panjang dulu…

  9. Wah, Setelah ada film ADDC kalau sekarang tambah rame punthuk setumbunya mas fahmi. masih mikir-mikir kalau mau kesana pas liburan, takut pemandangannya malah orang semua. wkwkwkw

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: