Pengalaman Trekking Mendaki Gunung Batur Sendiri Tanpa Guide!

Kali ini saya mau berbagi pengalaman hiking seru mendaki Gunung Batur, Kintamani sendiri tanpa guide bersama teman teman saya!

Entah kenapa setiap perjalanan saya yang seru dan menyenangkan adalah perjalanan dengan rencana yang tidak terduga dan mendadak seperti perjalanan weekend kemarin.

Enggak ada petir, enggak ada awan, dan hujan, yang ada cuman ceplosan ide gila dari mulut.

Ke Kintamani yuk, hiking ke Gunung Batur?

Ceplos saya kepada kedua teman yang sedang asik maen games.

Memang sih, liburan ke Bali, salah satu kegiatan yang asik itu ya naik gunung!

Dan, kemudian mereka balik bertanya.

Kapan? Sekarang!?” Sahut mereka.

Iya lah, kapan lagi!?” Kata saya dengan tegas.

Dan Hiking Seru, Petualangan Mendaki Gunung Batur Sendiri Tanpa Guide pun Dimulai!!

Sempat terjadi perdebatan kecil tentang siapa saja yang bakal ikut, karena waktu itu kita hanya bertiga, dan rasanya kurang nyaman kalo cuman tiga orang saja yang berangkat.

Akhirnya saya coba kirim sms ke beberapa kandidat yang kemungkinan besar mau ikut.

Sekitar 4 sms saya kirim, dan yay! Dapat satu personel lagi untuk menjalankan ide gila ini.

Hiking mendaki Gunung Batur, tanpa rencana, tanpa persiapan, tanpa tahu jalur hiking!! Sedikit nekat, tapi seru bukan!?

Atau tepatnya… boleh dibilang, GILA!! Hehehe…

Sekilas informasi tentang Gunung Batur, adalah merupakan gunung berapi aktif yang ada di Pulau Bali, dan telah berkali kali meletus.

Terakhir kali meletus adalah pada tahun 2004, letusan terhebat terjadi pada tahun 1926 yang sempat menimbun desa batur dan pura ulun danu dengan lava pijarnya. (sumber wikipedia).

Lava hasil letusan terlihat jelas saat mendaki.
Lava hasil letusan terlihat jelas saat mendaki.

(Baca Juga : Ubud Untuk Bersepeda)

Disamping sejarah letusan yang cukup mengerikan, Gunung Batur menyimpan sejuta pesona keindahan.

Tidak hanya wisata hiking untuk penikmat adventure seperti saya, tetapi juga air panas alami Toya Bungkah yang bisa saya nikmati sambil melihat pemandangan Danau Batur setelah kecapekan mendaki.

Setelah persiapan selesai, 4 orang pendaki dadakan berangkat dari kuta jam 11.30 malam, dengan perlengkapan daypack, dua botol aqua 1,5 liter di samping kiri dan kanan daypack.

Saya perkirakan cukup untuk bekal mendaki Gunung Batur sendiri tanpa guide nantinya.

Perjalanan Dilakukan Malam Hari, Agar Bisa Melihat Sunrise

Perjalanan ke Kintamani memakan waktu kurang lebih 2 jam, dengan 2 kuda besi dan 4 orang pendaki dadakan yang penuh semangat menembus kegelapan malam menuju daerah Batur, Kintamani.

Sepanjang perjalanan terasa sepi, karena memang waktu sudah sangat larut, hanya sesekali kami berpapasan kendaraan bermotor dari arah yang berlawanan.

Titik Panelokan, Kintamani Pada Malam Hari
Titik Panelokan, Kintamani Pada Malam Hari

(Baca Juga : Uluwatu Dan Monyetnya Yang Tidak Lugu)

Udara selama perjalanan cukup dingin dan sedikit berkabut ketika semakin mendekati Kintamani

Sekitar jam 01.30 am WITA, kami sampai di daerah di Kintamani, dan beristirahat di titik Panelokan.

Panelokan merupakan titik dimana kita bisa menikmati view Gunung Batur, dan Danau Batur secara bersamaan ketika siang hari.

Ketika cuaca cerah, pemandangan dari sini indah sekali.

Percayakan Pada Peta Google Untuk Menemukan Rute Perjalanan

Memanfaatkan istirahat sejenak, saya menyalakan laptop untuk membuka Google, dan mencari dimana lokasi awal dimulainya pendakian ke Gunung Batur berada.

Yah sebuah ide instant, persiapan mendaki Gunung Batur sendiri tanpa guide pun hanya seadanya.

Prinsip saya sih “tanya om google dan anda akan baik – baik saja“.

Percaya atau tidak selama ini saya hanya pakai Google sebagai persiapan jalan – jalan ataupun mencari info selama perjalanan, plus sedikit bertanya kesana dan kemari di perjalanan.

Titik Panelokan Kitamani pada siang hari dengan latar belakangnya gunung yang baru saja kami naiki.
Titik Panelokan Kitamani pada siang hari dengan latar belakangnya gunung yang baru saja kami naiki.

Setelah saya mencari informasi tentang gunung ini selama beberapa saat, saya menemukan beberapa artikel blog dan beberapa peta yang saya yakini sebagai lokasi start mendaki Gunung Batur, Pura Jati Toya Bungkah.

Setelah itu kami pun langsung melanjutkan perjalanan berbekal informasi tersebut.

Menembus kegelapan malam Kintamani, dengan kuda besi, kami melanjutkan ke lokasi awal mendaki Gunung Batur.

Terlihat mudah dan jelas di Google Map karena blog yang memberi informasi lokasi start pendakian.

Namun ternyata kami masih kesasar juga, bahkan setelah bertemu dengan petugas pos pendakian, saat mencari tempat untuk parkir kuda besi kami.

Hampir saja tersesat di kegelapan karena kami mengambil start point yang salah, ditambah lagi senter yang kami bawa ternyata redup sekali nyalanya.

Si senter yang saya bawa ini bagaikan hidup segan, mati pun tak mau hehehe! Memang kalau mau mendaki Gunung Batur sendiri tanpa guide ini persiapannya harus matang.

Karena itu otomatis penerangan yang tersisa hanya beberapa handphone yang lowbat, dan satu handphone yang difungsikan sebagai GPS!!, SERU BUKAN!! :D.

Sadar mengambil rute yang salah, kami memutuskan untuk putar balik menuju tempat parkir kuda besi, dan mencari informasi lebih lanjut ke pos pendakian yang saya lihat waktu dijalan ber-aspal tadi.

Start Pendakian Tak Jauh Dari Toya Bungkah

Gunung Agung dari puncak terlihat jelas kalau cuaca sedang bagus.
Gunung Agung dari puncak terlihat jelas kalau cuaca sedang bagus.

(Baca Juga : Padang – Padang, The Hidden One, The Popular One)

Pos pendakian yang asli ternyata berada di dekat Pura Jati Toya Bungkah. Setelah itu baru sadar, kalau ternyata kami tadi benar – benar tersesat.

Untung saja tidak diteruskan :D. Untuk mendaki ke Gunung Batur ditarik retribusi pendakian sebesar Rp.10.000 per orang. Jadi untuk 4 orang totalnya Rp. 40.000,.

Selain itu kami juga ditawari guide untuk menemani pendakian dengan harga 50 ribu per/orang. Untuk 4 orang totalnya Rp 200.000.

Sebenarnya cukup murah, tapi dasar rencana dadakan, uang cash pun cuma bawa sedikit, jadi terpaksa pede bilang sudah tahu jalurnya meskipun sebenernya gak tahu.

Gampang lah, kita lihat saja perjalanan SERU mendaki Gunung Batur sendiri tanpa guide ini terbawa nasib :D.

Perjalanan buta arah kedua pun dilanjutkan,waktu menunjukkan jam 03.00 namun kali ini kami tidak sesial tadi yang sempat tersesat, kami bertemu penduduk lokal baik hati yang rumahnya berada di lereng gunung.

Kami pun diberitahu jalur untuk mendaki ke puncak, bahkan sedikit ngobrol dengan mereka ketika perjalanan kami masih sejalur.

Mereka ternyata bekerja sebagai pencari batu di area Gunung Batur ini.

Berfoto sesaat sebelum sampai ke puncak ketika mendaki gunung batur tanpa guide.
Berfoto sesaat sebelum sampai ke puncak.

Sampai pada jalur menuju puncak Gunung Batur, kami berpisah dengan mereka dan melanjutkan perjalanan kami yang tanpa arah lagi :D.

Mengikuti Pendaki Lain Yang Datang Bersama Guide

Kali ini lagi – lagi keberuntungan berpihak pada kami yang mendaki Gunung Batur sendiri tanpa guide.

Dari kejauhan terlihat rombongan yang akan mendaki gunung dengan guide.

Sehingga kami pun mengikuti  mereka dari belakang, lumayankan? Guide gratissss! Hehehe :D.

Permasalahan arah dan jalur sudah tidak terlalu berarti, yang ada sekarang hanya penerangan yang seadanya (hp, senter lowbat), plus jalur mendaki yang penuh bebatuan.

Otomatis kami perlu ekstra hati – hati, apalagi salah satu teman saya hanya mengenakan sendal jepit joger.

GILA! Dia memang gila, bahkan lebih gila dari saya.

Beberapa kali grup kami di lewat oleh grup bule yang juga mendaki Gunung Batur.

Saking seringnya dilewati saya hanya bergumam “dasar bule makan apa mereka? Kok bisa cepet gitu”.

Mungkin juga karena faktor tersesat tadi cukup menguras tenaga kami, jadinya kami berjalan agak lamban.

Dari sini dimulai mendaki Gunung Batur yang ada di belakang kami.
Dari sini dimulai mendaki Gunung Batur yang ada di belakang kami.

Bebera saat mendaki, tanpa sadar ternyata langit sudah mulai cerah, yang berarti sunrise pun semakin dekat.

Saya memepercepat pace pendakian agar bisa sampai puncak sebelum sunrise, dan hasilnya kaki saya kram kanan dan kiri.

Namun akhirnya tetap sampai puncak tepat pada waktu sunrise meskipun mendaki Gunung Batur sendiri tanpa guide.

Rasa capek pun hilang seketika terbayar dengan indahnya pemandangan dari puncak Gunung Batur.

Ada Warung Di Perjalanan Menuju Puncak, Bisa Beli Sarapan Disini

Satu yang unik di puncak Gunung Batur ini, yaitu ada warung yang menjual makanan berupa mie rebus, nasi dan telor.

Meski harganya yang kurang manusiawi menurut saya. Harga mie rebus per porsi Rp. 15.000, kalau beli di supermarket bisa dapat sepuluh biji itu!

Tetapi bagaimana lagi, setelah berjalan kaki beberapa jam, cacing di perut pun memberontak, mau tidak mau harus mengisi perut, dan saya memesan satu porsi mie + nasi total harganya Rp. 20.000. Sudahlah yang penting kenyang saja :D

Puas berfoto dan menikmati pemandangan dari puncak kami pun turun, dan baru terlihat kalau jalur pendakian kami tadi cukup seram.

Terdapat banyak batu yang bisa longsor kapan saja. Tetapi tetap saja kami turun dengan santai karena ternyata perjalanan turun tidak sesulit jalur mendaki.

Waktu turun malah terasa lebih cepat, atau sebenarnya memang ingin turun lebih cepat dan segera merasakan nyamannya berendam di air panas Toya Bungkah.

Namun sebelum itu tidak lupa berfoto di starting poin pendakian, dimana Gunung Batur terlihat gagah dari kejauhan.

(Baca Juga : Merekah Toya Bungkah, Bersantai Di Mata Air Panas Alami Bali)

Post Pendakian, Starting Point Pendakian Ke Gunung Batur, mendaki gunung batur tanpa guide bisa berangkat dari sini.
Post Pendakian, Starting Point Pendakian, mendaki Gunung Batur sendiri tanpa guide bisa berangkat dari sini.

Nah, diatas adalah pengalaman mendaki Gunung Batur yang pernah saya lakukan.

Semoga bisa bermanfaat buat kamu yang mau mendaki gunung di Bali ini.

Beberapa Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Terkait Pendakian Ke Gunung Batur, Kintamani Bali

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan untuk pemula yang ingin mendaki ke salah satu gunung di Pulau Bali ini.

Apakah Bisa dan Boleh Mendaki Gunung Batur Di Kintamani Bali Sendiri Tanpa Guide?

Beristirahat sejenak sebelum mendekati puncak!
Beristirahat sejenak sebelum mendekati puncak!

Mendaki gunung Batur di Kintamani, Bali, dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menantang.

Namun, pertanyaannya adalah, apakah bisa dan boleh mendaki Gunung Batur sendiri tanpa guide? Jawabannya tergantung pada kemampuan dan pengalaman pendaki.

Bagi pendaki yang sudah berpengalaman dan tahu seluk-beluk tentang gunung, mendaki tanpa menggunakan layanan guide mungkin bukan masalah besar.

Namun, bagi pendaki pemula, kami sarankan untuk menggunakan layanan guide atau orang yang sudah berpengalaman dalam melakukan pendakian.

Guide akan membantu pendaki pemula untuk memperoleh informasi penting mengenai rute pendakian, kondisi jalur, kondisi cuaca, dan persiapan yang diperlukan sebelum mendaki.

Selain itu, guide juga dapat membantu menghindari bahaya dan situasi yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Meskipun tidak diwajibkan untuk menggunakan layanan guide, penting bagi pendaki pemula untuk memperoleh pengetahuan dan informasi yang cukup sebelum memutuskan untuk mendaki Gunung Batur.

Beberapa tips yang dapat membantu adalah memilih waktu yang tepat, mempersiapkan fisik dan mental dengan baik, membawa peralatan yang sesuai, dan menjaga kebersihan dan kelestarian alam selama perjalanan.

Mendaki Gunung Batur sendiri tanpa guide bukanlah hal yang mustahil, tetapi membutuhkan persiapan dan pengetahuan yang cukup untuk memastikan keselamatan dan keberhasilan pendakian.

Jadi, pastikan untuk memperoleh informasi yang cukup dan memilih metode yang sesuai sebelum memutuskan untuk mendaki Gunung Batur.

Apa Saja Kekurangan dan Kelebihan Mendaki Gunung Batur dengan dan Tanpa Guide?

Mendaki Gunung Batur di Kintamani, Bali, dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menantang.

Namun, sebelum memutuskan untuk mendaki, penting untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan menggunakan layanan guide.

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan mendaki Gunung Batur dengan dan tanpa guide:

Kelebihan menggunakan guide:

  1. Guide akan mengenali kondisi pendaki sebelum melakukan pendakian, sehingga dapat menyesuaikan rute dan kecepatan pendakian.
  2. Guide akan membantu persiapan dan membawa peralatan yang sesuai, seperti senter kepala dan tongkat.
  3. Guide akan selalu memantau kondisi pendaki selama pendakian dan memberikan perhatian khusus jika diperlukan.
  4. Guide memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup tentang seluk-beluk gunung, sehingga dapat membantu menghindari bahaya dan situasi yang tidak diinginkan.
  5. Guide merupakan bagian dari perkumpulan guide trekking yang memiliki kerjasama yang bagus, sehingga dapat saling membantu jika terjadi kecelakaan atau situasi darurat.
  6. Harga sewa jasa guide sebenarnya tidak terlalu mahal, untuk paket tour pendakian ke Gunung Batur terbaru tahun 2024 biasanya mulai dari IDR 350.000.

Kekurangan menggunakan guide:

  1. Pendaki harus membayar biaya tambahan untuk jasa guide, yang dapat meningkatkan biaya pendakian secara keseluruhan.
  2. Terkadang guide tidak dapat menyesuaikan kecepatan pendakian dengan kondisi pendaki, sehingga dapat memperlambat perjalanan.
  3. Terkadang guide dapat menjadi terlalu mengatur atau terlalu membatasi pendaki, sehingga dapat mengurangi kebebasan dalam menjelajahi Gunung Batur.

Kelebihan mendaki sendiri tanpa guide:

  1. Pendaki dapat merencanakan rute pendakian dan menyesuaikan kecepatan pendakian sesuai dengan kondisi sendiri.
  2. Pendaki dapat memilih sendiri peralatan dan persiapan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi sendiri.
  3. Pendaki dapat merasakan kebebasan dalam menjelajahi gunung tanpa batasan atau aturan tertentu.

Kekurangan mendaki sendiri tanpa guide:

  1. Risiko tersesat atau kehilangan arah, terutama di pertengahan gunung yang memiliki banyak persimpangan menuju finish point.
  2. Risiko kecelakaan atau situasi darurat, terutama jika pendaki tidak mempersiapkan diri dengan baik atau tidak memiliki pengalaman dalam mendaki.
  3. Risiko tidak mendapatkan informasi atau pengetahuan yang cukup tentang Gunung Batur, sehingga dapat mengurangi pengalaman pendakian secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, menggunakan layanan guide atau tidak tergantung pada preferensi dan kondisi pendaki. Namun, penting untuk memperhitungkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode sebelum memutuskan untuk mendaki Gunung Batur.

Apa Saja Tips Mendaki Gunung Batur Sendiri Tanpa Guide Untuk Pendaki Pemula?

Mendaki gunung Batur di Bali adalah pengalaman yang menarik bagi para pendaki pemula.

Meskipun dikategorikan mudah, namun tetap saja ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan sebelum memulai pendakian.

Jika Anda ingin mendaki gunung Batur tanpa guide, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan.

Pertama, persiapkan diri dengan baik.

Selain olahraga ringan beberapa hari sebelum pendakian, pastikan Anda membawa perlengkapan yang diperlukan seperti jaket, sepatu olahraga dengan grip yang bagus, senter, tas punggung, dan tongkat untuk yang pemula.

Jangan lupa juga untuk istirahat yang cukup sehari sebelum pendakian.

Kedua, jangan mendaki sendirian.

Ajak beberapa teman untuk mendaki bersama.

Pendakian sendirian sangat berbahaya dan bisa membuat Anda merasa kesepian atau merasa tidak aman.

Dengan adanya teman, Anda dapat saling membantu dan menjaga keselamatan satu sama lain.

Ketiga, kenali jalur pendakian yang tepat.

Meskipun jalurnya terbilang mudah, namun Anda tetap perlu mengetahui jalur-jalur yang tepat untuk digunakan saat mendaki gunung Batur sendiri tanpa guide.

Pastikan Anda membaca informasi tentang start point dan jalur pendakian sebelum memulai pendakian.

Keempat, kenali dan pahami pantangan dalam mendaki gunung Batur.

Sebagai kawasan yang disucikan oleh umat Hindu, ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi, seperti wanita yang sedang haid atau menstruasi tidak diperbolehkan untuk mendaki, serta warga Hindu Bali yang ada anggota keluarga yang meninggal sebaiknya tidak mendaki sampai segala ritual pemakaman selesai.

Selain itu, jangan melakukan hal-hal yang tidak senonoh, bicara kasar atau jorok, dan tidak melakukan hal-hal yang membahayakan keselamatan diri sendiri, keluarga maupun teman.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat menikmati pengalaman mendaki gunung Batur sendiri tanpa guide dengan aman dan menyenangkan.

Berapa Harga Tiket Masuk Untuk Mendaki Gunung Batur?

Sebelum memulai pendakian, pastikan anda mengetahui berapa harga tiket masuk untuk mendaki gunung Batur.

Harga tiket masuk untuk mendaki gunung Batur memang mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Sebelumnya, wisatawan lokal harus membayar sebesar Rp. 25.000 per orang untuk mendaki gunung yang populer di Bali ini.

Namun, saat ini harga tiket masuk untuk pendaki lokal sudah berubah menjadi Rp. 10.000 per orang dewasa yang memiliki KTP.

Sedangkan untuk wisatawan asing, harga tiket masuk yang sebelumnya Rp. 100.000 per orang, kini sudah berubah menjadi Rp. 50.000 per orang.

Perubahan harga tiket masuk untuk mendaki gunung ini tentu memberikan kemudahan dan keuntungan bagi para pendaki.

Harga yang lebih terjangkau memungkinkan lebih banyak wisatawan untuk menikmati keindahan alam di puncak gunung yang populer di Bali ini.

Selain itu, perubahan harga tiket juga memberikan dampak positif bagi industri pariwisata di Bali.

Dengan harga yang lebih murah, wisatawan akan lebih tertarik untuk berkunjung ke Bali dan menjadikan pendakian gunung Batur sebagai salah satu tujuan wisata.

Namun, meski harga tiket masuk untuk mendaki gunung Batur relatif terjangkau, tidak ada salahnya untuk mempersiapkan biaya tambahan seperti sewa guide dan perlengkapan pendakian lainnya.

Berapa Sih Jasa Atay Biaya Sewa Guide atau Pemandu Lokal Untuk Mendaki Gunung Batur Ini?

Harga sewa guide trekking gunung Batur bervariasi tergantung pada jumlah peserta dan juga kewarganegaraan wisatawan.

Untuk wisatawan asing, tarif sewa guide sedikit lebih mahal dibandingkan dengan lokal.

Alasannya, setiap guide yang mendampingi wisatawan asing harus membayar iuran ke organisasi pendakian gunung Batur.

Harga sewa guide trekking gunung Batur berkisar antara Rp. 350.000 hingga Rp. 500.000 per guide untuk wisatawan lokal.

Sementara untuk wisatawan asing, harga sewa guide naik menjadi Rp. 500.000 hingga Rp. 700.000 per guide.

Dengan mempertimbangkan anggaran dan keamanan, sewa guide adalah pilihan yang bijak bagi para pendaki yang ingin menikmati pengalaman mendaki gunung Batur dengan lebih aman dan nyaman.

Berapa Harga Atau Biaya Layanan Antar Jemput Ke Area Kintamani?

Jika kalian berencana untuk mendaki Gunung Batur, pastikan kalian sudah mengetahui semua biaya yang dibutuhkan.

Selain biaya tiket masuk dan sewa guide, kalian juga perlu mempertimbangkan biaya layanan antar jemput ke area Kintamani yang besarnya sekitar Rp. 200.000 hingga Rp. 500.000-an.

Meskipun tidak wajib, layanan antar jemput bisa menjadi pilihan yang nyaman terutama jika kalian belum memiliki kendaraan sendiri atau tidak ingin repot mencari transportasi umum.

Harga layanan antar jemput yang ditawarkan bisa bervariasi, tergantung jarak dari hotel kalian ke area Kintamani dan Gunung Batur.

Jika kalian ingin mendapatkan harga yang lebih murah, kalian bisa menginap di daerah Kintamani semalam sebelum pendakian.

Dengan begitu, kalian tidak perlu membayar biaya antar jemput yang terlalu tinggi.

Namun, jika kalian memilih untuk langsung menuju ke Gunung Batur tanpa menginap di daerah Kintamani, pastikan kalian sudah mempersiapkan budget ekstra untuk biaya layanan antar jemput.

Berapa Lama Waktu Yang Akan Ditempuh Untuk Melakukan Pendakian Gunung Batur?

Mendaki gunung Batur dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menantang.

Namun, banyak orang yang khawatir tentang lama waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak.

Menurut pengalaman dari para guide trekking gunung Batur, durasi pendakian dari start point hingga sampai di puncak sekitar 2 jam.

Akan tetapi, lama waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak bisa berbeda-beda untuk setiap orang.

Tingkat kebugaran dan kondisi fisik setiap pendaki adalah faktor yang mempengaruhi lama waktu pendakian.

Jika kalian cukup fit dan aktif sehari-hari, mendaki gunung yang populer di Bali ini tidak akan menjadi sesuatu yang berat.

Selain itu, jalur pendakian juga mempengaruhi lama waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak.

Jalur pendakian melalui pura Pasar Agung dapat mempersingkat waktu dibandingkan dengan jalur Toya Bungkah.

Namun, jika kalian mencari jalur yang lebih panjang dan menantang, maka jalur Culali adalah pilihan yang tepat.

Dalam hal apapun, pastikan untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan saat mendaki gunung Batur.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.


Rijal Fahmi Mohamadi

Rijal Fahmi Mohamadi

Fahmi adalah seorang Digital Marketer, Travel Enthusiast, Geek Travel Blogger dari Indonesia penulis catperku.com, Penulis Buku perjalanan Traveling The Traveler Notes Bali The Island Of Beauty dan The Traveler Notes Bersenang-Senang di Bali, Bertualang di Lombok. Pernah disebutkan, mentioned in Lonely Planet Indonesia 2019 as Best in Blogs. Mau menyapa saya? Kunjungi media sosial pribadi saya, atau hubungi lewat email [email protected] jika Anda ingin mengajak saya bekerja sama dan berkolaborasi.
https://catperku.com


Comments

  1. Wah bermanfaat bgt nih, kebetulan saya berencana trekking ke gunung batur. Asik banget tuh pergi modal nekat tanpa tau jalan, seru bgt pastinya kalo ide gila dadakan gitu.

  2. Gan minta infonya dong, kalo hiking ke gunung batur siang2 dingin ga? tetep perlu pake jaket ga? kalo ane pake sendal bahaya ga ya kalo hiking gitu? tolong dijawab ya gan, ane butuh bgt infonya, thanks…

  3. gan mohon info di daerah gunung batur dari pos toyah bungka ke desa kintamani atau desa batur utara atau desa batur selatan bisa kagag??

    1. byteeater says:

      lah, toya bungkah itu ya di kintamani gan, dari titik panelokan turun ke bawah gt. :D

  4. Gan, nanya, itu khan bawa kuda besi, parkirnya dimana? pas ditinggal naik. Apakah point naik ma turun sama? so qta bisa ninggalin kuda besi kita dengan aman gt?

    1. byteeater says:

      ada parkiran motor sama mobil disana, tinggal aja ga apa. di bali aman kok :) bisa naik dan turun dari jalur yang sama :)

  5. Hello byteeater. rencana sabtu dini hari aku mau trekking ke sana. Kira2 maksimum mereka “matok” harga buat guide brapa ya? soalnya kalo dari ubud atoh denpasar kok mahal2 matoknya. Thank you

    1. Rijal Fahmi Mohamadi says:

      on the spot, di tempat start hiking, saya pernah ditodong 50 ribu per orang :D, tapi bisa dinego sampe 40 ribu. tapi tetep saya enggak make guide, soalnya tau jalan :) coba aja langsung ke sana, paling belom banyak berubah sih.

        1. Fahmi (catperku.com) says:

          waduh, gimana ya, kemarin ngikutin guide yang di depan gitu. tapi jalurnya kelihatan sih asal perlengkapan memadai :D

  6. Caderabdulpacker.com says:

    wahhh Gunung Batur deket yach…..yaaaa seru juga walau acara hikingnya dadakan hehe….Gunung batur ini satu komplek kah dengan Gunung Agung,.atau

    1. Rijal Fahmi Mohamadi says:

      sebelahan sih gunungnya, cuma kalau mau naik jalurnya beda itu :D tapi ga tau yang ke Gunung Agung yang mana. Belom pernah euy -,-

  7. hi there,

    aku bareng temen-temen juga rencana mau trekking nih. Tapi nyali kita ga seGILA kalian yah..wkwkwk.. kita mau pake guide. Cuman kita nyari yang bersahabat sama kantong nih.

    Dari harga yang kamu tulis tampaknya ok ok aja tapi itu dari tahun 2011 kan? Tau ga tahun ini berapa? Atau mungkin kontak yang bisa dihubungi?

    Thanx bro

    1. Rijal Fahmi Mohamadi says:

      hahaa, iya better save than sorry :D kalau emang ragu – ragu mending pake guide aja :D. kemungkinan besar sekarang udah naik sih, tapi enggak bakal lebih dari 100 ribu seorang lah kayaknya. ntar sampe disana pasti ditanya – tanya, mau pake guide enggak? gitu, jadi gak usah ragu ga dapet guide. atau kalau enggak, coba cari paket tournya di kuta. gitu :)

  8. trimaksih inpoy mas brow….mudah2an gk ketularan tersesatnya besok hehehe

    1. Rijal Fahmi Mohamadi says:

      nekat, adventure boleh, tapi tetep stay safe yak :D

  9. trimaksih gan infoy…mudah2an besok brgkat gk tersesat dgn modal “gila” hahaha

  10. hi! I’m going to bali this friday and I’m interested in trekking Mt. Batur. Unfortunately it’s all so expensive (mahallllll) on tourist websites (650,000/person) and I read that you did Rp 200,000 for 4! could you give the name and travel contact of the company?

    hope to hear back soon!

    1. Rijal Fahmi Mohamadi says:

      Hi i am not using any travel services at that time. I’m going there with my friends and offered guiding services by some local I met there :)

  11. wah jadi ingat pengalaman mendaki gunung batur pas kelas 2 sma.
    memang asik mendaki di sana. di puncak sana ada guanya juga.

    1. Rijal Fahmi Mohamadi says:

      wah, beneran ada gua di puncak ya :O kelewatan deh gak nyamperin :))

    1. Rijal Fahmi says:

      Enggak disarankan naik gunung sendirian, tetapi beberapa orang yang memang sudah berpengalaman ada yang naik gunung batur sendiri :))

  12. daisy putriana santoso says:

    hai hai..
    mau tanya kira2 butuh waktu brp lama ya buat di kintamani?kan trekking dr jam 4,sunrise jam 6, trs ngpn lg ya? tau ga dari batur ke besakih brp lama ya?klo ada BBM pin mau tanya2 detail lg dong kak..
    thank you :)

  13. adam saputra says:

    gokil dan seru bro ceritanya ! hehehe
    mau tanya, di gunung batur ada area campingnya ga yah ? karena sya rencananya mau camping bermalam di sana. thanks.

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      One day trip aja mending, udah cukup kok kalau gunung batur :D nggak pake nginep juga bisa hiking ke gunung batur mah~

  14. banyak banget emang keindahan alam di bali, trekking ke puncak gunung batur juga wajib dijajal sih!

  15. Gunung batur ini yang belum ane sempet datengin bulan kemarin, nyesel sih katanya sunrise disana keren banget yaa?

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Yoi! Kalau cuacanya lagi bagus, sunrisenya kereen! :)

  16. Gunung Batur Bali sangat indah untuk di kunjungi, baru tau di bali ada gunung api yang masih aktif. keren. makasih infonya gan. Salam Wisata…

  17. Gallant Tsany Abdillah says:

    ahahahahaha jadi inget pas ndaki pertama ke Lawu. terus pas jalan ke Curug Cikondang. wkwkwk.

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      ahahaaa, ada apa? ini pas masih muda duluu~ kurang kerjaan ceritanya, jadi blusukan kemana-mana gini :D

  18. Yuro tangketasik says:

    Sore Mas,,,Titik kumpulnya dimana?dari titik kumpul ke puncak gunung nya berapa jam?
    Makasih…

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      berangkatnya dari parkiran motor terakhir sih. Pendakian kalau nyantai 2-3 jam aja :)

  19. hi kak.. nice info banget..
    mau tanya nih, kan biasanya yang pada naik ke Gunung Batur buat ngejar sunrise, nah bisa nggak sih kalo mulai hikingnya pagi jam 7-8an gitu?
    saya pengen naik, tapi subuhnya kudu anter temen ke airport. nggak ngejar sunrise sih, jadi baru mau berangkat paling jam 7an.. Masih dibolehin naik kan ya kak?
    thanks :)

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Yah nggak terlalu curam sih, tapi lumayan lah :D

  20. Ika Yuni Anggrahini says:

    Wah, nice info Kak. Sayang ya sekarang udah 2017. Pasti udah naik pula retribusi dan jasa guide di sana. Semoga modal nekat ini bisa terealisasikan dengan baik. Hahah :))

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Iya, harus diupdate lagi dengan data terbaru nih. Kapan-kapan mau kesana lagi :D

      1. Rendi Kurniadi says:

        jadi titik penanjakannya di mana gan? di Pura Jati Toya Bungkah? nanti ane bisa sewa guide aja klo ke pepet

  21. jadi kalau bawa mobil di mana berhentinya gan? di Pura Jati Toya Bungkah.? apa ada titik point pertama lagi?

  22. Rendi Kurniadi says:

    kalau mau pergi sendiri titik point penanjakannya jadi nya di mana gan? Pura Jati Toya Bungkah apa bukan? ane nanti bisa bayar tour guide aja klo kepepet. :D

  23. Bernadus galuh says:

    Saya baru baca blognya. Need info, kalo dari kaki ke puncak nempuh waktu berapa lama ya? Atau sudah ketulis tapi saya kelewat bacanya ya? Hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *