Cerita Papandayan : Bersih – Bersih Pondok Salada Sebelum Pulang Ke Ibukota

Perjalanan hiking ke Gunung Papandayan yang cuma sabtu – minggu memberikan banyak pengalaman menyenangkan, mulai dari udara segar sampai sunrise cantik. Saya enggak bisa membalas apa apa kepada papandayan kecuali membersihkan area sekitar tenda dan membawa turun kembali sampahnya.

Sampah yang kekumpul lumayan banyak, meskipun cuma bersihin area sekitar tenda saya.
Sampah yang kekumpul lumayan banyak, meskipun cuma bersihin area sekitar tenda saya.

Saya pernah menulis tentang eco traveling, juga memaparkan bagaimana film 5 cm yang kurang ada bagian edukasinya.  Tentunya saya enggak ingin perjalanan saya hiking ke Gunung Papandayan ini cuma membuat banyak orang datang, kemping terus enggak berbuat apa – apa selain meninggalkan sampah.

Contoh sederhananya saja, basecamp Pondok Salada yang lumayan banyak sampahnya. Kalau terus menerus dibiarkan, bukan tidak mungkin kalau Gunung Papandayan akan penuh sampah. Nah, seharusnya sebagai pecinta alam enggak cuma harus datang ke alam, foto – foto terus pulang. Harus ditambahin satu lagi, yaitu bersih – bersih dulu baru pulang seperti saya kemarin.

Biasakan bawa tas kresek buat naruh sampah ketika traveling, kadang tempat sampah sulit ditemuin ketika di jalan, apalagi ditengah gunung.
Biasakan bawa tas kresek buat naruh sampah ketika traveling, kadang tempat sampah sulit ditemuin ketika di jalan, apalagi ditengah gunung.

Bukan bermaksud pamer atau sok, tetapi edukasi tentang kebersihan ketika traveling ke alam memang perlu sih. Lagian saya orangnya enggak mau cuma NATO  (No Action Tweet Only) , atau sekedar corat – coret di blog traveling catperku tanpa melakukan aksi. Salah satu figur favorit saya pernah bilang, kalau enggak bisa diedukasi dengan tulisan dan kata – kata, maka harus di edukasi dengan teladan :D. *kalau dianggap pencitraan boleh juga deh*. 

Enggak muluk – muluk mau bersihin semua area pondok salada, saya kemarin memulai dari bersih – bersih sampah yang berceceran di sekitar tenda saya. Meskipun begitu sampah yang saya dapat lumayan banyak, hampir satu tas plastik besar terisi penuh. Enggak kebayang deh berapa banyak jika yang dibersihkan satu area Pondok Salada?

Kata ranger papandayan, memang Pondok Salada adalah pekerjaan rumah bagi tiap pecinta alam yang datang ke Papandayan, jarang ada pendaki yang datang dengan niat bersih – bersih. Karena itu  juga kemping di Tegal Alun jadi dilarang, tujuannya agar Tegal Alun enggak menjadi kotor seperti Pondok Salada. Nah lho? Padahal yang namanya Tegal Alun cakep banget ~~

Enggak cuma bersih – bersih sekitar tenda, saya juga memunguti sampah yang saya temui sepanjang perjalanan turun menuju pos pendakian awal. Nah, kalau saya bisa, kalian yang ngaku pecinta alam, sering naik gunung bawa ransel gede pasti juga bisa dong? Ayo mulai mencintai alam enggak cuma menikmatinya :)

Supaya enggak ribet, sisa botor mineral bisa di ikat di bagian belakang ransel seperti ini. Kata teman saya, membawa turun dari gunung akan lebih mudah.
Supaya enggak ribet, sisa botor mineral bisa di ikat di bagian belakang ransel seperti ini. Kata teman saya, membawa turun dari gunung akan lebih mudah.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

12 Responses
  1. saya paling gregetaaaan kalau lagi traveling, terutama ke pantai-pantai favorit saya dan melihat banyak sampaaah…salut dengan tekad and aksi nyata membersihkan sampahnya…saya kemana-mana juga selalu bawa kresek, supaya ngg nyampah sembarangan..ayo kita mulai dari diri sendiri dan tebarkan kebiasaan baik membuang sampah pada tempatnya kepada semua…cheers…

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      hehee, iya, lebih baik dimulai dari diri sendiri, terus ditularin ke banyak orang aja :) sayang kalau banyak destinasi cakep jadi kotor :(

  2. wahhh…minggu depan kalau jadi,saya rencana mau kemping ke sini. Semoga aja tempatnya bersih tidak banyak sampah, dan harusnya saya juga bawa kantong sampah besar nih…

  3. iis istichomah

    minggu lalu baru banget dari papandayan. Alhamdulilah kantong sampahnya penuh, ya walopun gk smua sampah yg ada dipungut, paling gak sampah sendiri lah :p
    dan dari komunitas di tenda sebelah, mungut sampah itu dijadiin ajang. Jadi siapa yg bawa sampah paling banyak bakal dapet doorprice. Ya gpp lah ya mungut sampah nya krn di iming-imingi hadiah, semoga nanti bisa sadar sendiri klo itu memang perlu.
    Klo bukan kita siapa lagi :D

  4. Just Ibell

    Nah, ini dia bisa jadi panutan… “Gak cuma menikmatinya, namun juga berniat membersihkannya…”

    AWESOME..
    You Real Da MVP…!

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: