Tips Solo Backpacking Ke Jepang Sendirian!

Well, setelah bermimpi sejak kecil, keinginan saya untuk mengunjungi jepang akhirnya bisa terlaksana juga. Enggak tanggung – tanggung saya memaksimalkan perjalanan backpacking ke Jepang kali ini. Total ada 13 hari efektif waktu yang saya habiskan untuk backpacking ke Jepang Kali ini. Waktu yang cukup lama untuk liburan di Jepang.

O iya, kali ini saya liburan ala backpacker ke Jepang pada musim semi. Jadi suhu udara di Jepang masih agak dingin. Sayang saya agak salah kostum, ditambah lagi jaket saya hilang ketinggalan di pesawat sesaat setelah mendarat. Saya luma mengambil jaket yang saya taruh di kursi. Akibatnya, hari pertama di Tokyo saya harus menahan dingin sepanjang hari.

Baru ketika malam hari, saya menemukan sebuah toko diskon yang menjual jaket murah. Ya daripada kedinginan, saya beli saja. Apalagi pada itinerary backpacking ke Jepang kali ini ada rencana bakal mengunjungi gunung es Tateyama Kurobe Alpine Route. Jadilah, meski harus memakai dana tak terduga, saya tetap membeli jaket tadi.

Saya mendarat dengan selamat di Haneda, Tokyo International Airport untuk memulai perjalanan backpacking ke Jepang selama 13 hari sendiri di tahun 2013.
Saya mendarat dengan selamat di Haneda, Tokyo International Airport untuk memulai perjalanan backpacking ke Jepang selama 13 hari sendiri di tahun 2013.

Yang jelas, melakukan perjalanan solo backpacking ke Jepang itu sangat mungkin. Tentunya dengan beberapa persiapan yang matang ya. Nggak bisa langsung berangkat begitu saja. Terutama buat yang baru pertamakali liburan ke Jepang. Karena dengan persiapan yang matang, perjalanan liburan ke Jepang nanti pasti berjalan dengan lancar. Kamu bisa baca beberapa tips solo backpacking ke Jepang di bawah ini deh, untuk perjalanan liburan ala backpacker ke Jepangmu selanjutnya!

Tips Solo Backpacking Ke Jepang Sendirian!

Simak baik baik ya!

1. Mau Menggunakan Koper Atau Backpack?

Kalau solo backpacking ke Jepang saya biasanya pake backpack. Kalau ada pekerjaan, ya pake koper deh :D
Kalau solo backpacking ke Jepang saya biasanya pake backpack. Kalau ada pekerjaan, ya pake koper deh :D

Kalau memang niatnya mau liburan ala backpacker ke Jepang, ya memang backpack lebih saya rekomendasikan dibanding mengunakan koper sih. Biasanya saya pake koper kalau famtrip saja. Misalnya ketika famtrip ke Kobe, Okayama dan Shoryudo area, saya lebih memilih menggunakan koper. Karena kemanapun perginya selalu mengunakan bus. Jadi nggak repot.

Nah, kalau solo backpacking ke Jepang, biasanya kemana aja jalan sendiri, naik kereta api dan transportasi umum lainnya. Jadilah menggunakan backpack itu sangat fleksibel. Untuk pemilihan backpack juga tergantung kebutuhan sih. Biasanya saya bawa backpack 55 liter atau bahkan kadang daypack saja sudah cukup. Gak perlu bawa banyak baju, karena di Jepang ada banyak laundry. Jadi bisa cuci kering pakai!

2. Susun Itinerary Solo Backpacking Ke Jepang Dengan Terstruktur!

Menyusun itinerary ketika solo backpacking ke Jepang itu lebih berfungsi untuk menjaga agar selalu on budget saja.
Menyusun itinerary ketika solo backpacking ke Jepang itu lebih berfungsi untuk menjaga agar selalu on budget saja.

Sebenarnya nggak perlu menyusun itinerary juga nggak apa sih. Cuma, kalau ingin gak overbudget selama solo backpacking ke Jepang, menyusun itinerary liburan ke Jepang itu hukumnya wajib. Soalnya dengan menyusun itineray, kita jadi tahu kota mana saja yang bakal dikunjungi, dan berapa perkiraan biaya yang bakal dihabiskan. Lebih bagus lagi kalau bisa menyusun itinerary sampai ke detail biaya tiap item. Misal, untuk naik shinkansen habisnya berapa, dan bakalan naik shinkansen berapa kali.

Dengan adanya itinerary bisa dicatat juga kira-kira kota mana yang biaya makan dan penginapannya mahal. Jadi sebisa mungkin menghindari tinggal di kota tersebut lebihh lama. Catat juga tempat wisata di Jepang yang gratis, jadi selama disana nanti tetap bisa menikmati perjalanan tanpa harus keluar uang banyak dengan mengunjungi tempat wisata gratis di Jepang.

3. Kota Pertama Yang Akan Dikunjungi Enaknya Mana?

Kalau tujuan solo backpacking ke Jepang adalah menjelajah bagian utara Jepang, paling benar ya landing pertama kali di Tokyo!
Kalau tujuan solo backpacking ke Jepang adalah menjelajah bagian utara Jepang, paling benar ya landing pertama kali di Tokyo!

Biasanya traveler dari Indonesia pasti akan mengunjungi Tokyo dengan mendarat di Bandara Narita atau Haneda, dan Osaka dengan mendarat di Kansai International Airport. Nah, menentukan kota pertama untuk mendarat ini penting banget lho. Terutama untuk mengatur budget dan memaksimalkan durasi perjalanan. Kan nggak mungkin misalnya kamu mendarat di Tokyo, tapi ternyata ingin mengunjungi Hiroshima. Bakalan buang waktu banget melakukan perjalanan dari Tokyo ke Hiroshima.

Jadi misalnya kamu ingin menjelajah area utara seperti ke Kanazawa, Kitakami, Hakodate dan daerah lainnya di utara Tokyo, sebaiknya memilih untuk membeli tiket pesawat yang mendaratnya di Bandara Narita atau Bandara Haneda saja. Sementara itu jika kamu ingin menjelajah bagian selatan Jepang seperti Kyoto, Osaka, Kobe dan Okayama, lebih baik ya mendarat di Osaka atau Kansai International Airport.

4. Riset Transportasi Apa Saja Yang Bakal Dipake Selama Backpacking di Jepang Nanti

Shinkansen atau kereta super cepat Jepang ini adalah salah satu moda transportasi yang bisa diandalkan selama solo backpacking ke Jepang.
Shinkansen atau kereta super cepat Jepang ini adalah salah satu moda transportasi yang bisa diandalkan selama solo backpacking ke Jepang.

Pilihan transportasi selama Solo Backpacking ke Jepang itu ada banyak banget. Mulai dari Kereta Api, bus hingga kapal ferry ada disana. Tergantung kamu mau ke kota apa, atau berangkatnya dari mana. Yang jelas, salah satu moda transportasi di Jepang adalah kereta dan bus. Ada banyak banget kereta api di Jepang yang bisa kamu gunakan untuk bepergian selama di Jepang. Enaknya lagi, kalau menggunakan kereta api, kamu bisa menggunakan Japan Raill Pass, sebuah kartu yang bisa digunakan untuk naik kereta api di Jepang secara gratis dan tak terbatas. Tentunya dengan syarat dan ketentuan tertentu ya.

5. Perhatikan Musim Apa Kamu Berkunjungnya

Solo backpacking ke Jepang ketika musim dingin, pastikan kamu menggunakan baju yang tebal!
Solo backpacking ke Jepang ketika musim dingin, pastikan kamu menggunakan baju yang tebal!

Mengetahui sekarang di Jepang sedang musim apa itu sangat berguna. Terutama untuk meminimalkan kamu salah kostum. Jepang sendiri memiliki empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Dari semua musim yang ada, hanya pada musim panas saja kamu bisa menggunakan pakaian tipis. Memang sih, pada musim panas ini suhu di Jepang hampir mirip atau bahkan melebihi jakarta. Sementara pada musim lainnya suhu bisa berada diangka belasan derajat. Pada musim dingin bahkan suhu bisa minus beberapa derajat. Jadi kamu harus selalu menggunakan baju tebal penahan dingin pada musim itu ya.

6. Hitung Perikiraan Biaya Yang Bakal Dihabiskan Selama Solo Backpacking Ke Jepang

Biaya solo backpacking ke Jepang yang direkomendasikan adalah 1 juta sehari.
Biaya solo backpacking ke Jepang yang direkomendasikan adalah 1 juta sehari.

Berapa sih biaya untuk solo backpacking ke Jepang itu? Meskipun sekarang bisa lebih murah dan hemat liburan ke Jepang, namun kamu harus tahu berapa kira-kira biaya yang diperlukan untuk liburan ke Jepang ala Backpacker. Angka paling aman adalah menyiapkan sekitar 1 juta rupiah per hari, sesuai dengan yang direkomendasikan kedutaan besar Jepang. Perinciannya dari 1 juta sehari itu adalah:

  • 300 ribu untuk makan 3 kali
  • 400 ribu untuk penginapan
  • 300 ribu untuk transportasi

7. Untuk Mendapatkan Harga Murah, Booking Penginapan Jauh Jauh Hari

Dengan memesan jauh-jauh hari, kadang bisa mendapatkan penginapan murah di Jepang.
Dengan memesan jauh-jauh hari, kadang bisa mendapatkan penginapan murah di Jepang.

Kalau sudah pasti selama solo backpacking ke Jepang mau kemana saja, ada baiknya memesan penginapan jauh-jauh hari. Soalnya kadang ada promo tarif lebih murah kalau memesan penginapan sejak lama. Selain itu, kalau memesan penginapan dari jauh-jauh hari bisa juga dibayar dengan cara dicicil. Jadi nggak begitu kerasa habisnya kan? Sewaktu di Jepang nanti tinggal menyiapkan uang saku untuk makan dan jajan oleh-oleh saja deh. Atau kalau mau super murah, menginap saja di warnet di Jepang seperti yang pernah saya coba.

8. Siapkan Dana Cadangan Jika Misalnya Terjadi Kekuranggan Dana

Kartu kredit bisa digunakan sebagai dana cadangan darurat selama solo backpacking ke Jepang.
Kartu kredit bisa digunakan sebagai dana cadangan darurat selama solo backpacking ke Jepang.

Setiap traveling, baik liburan ke Jepang atau ke negara lainnya, saya selalu menyiapakan dana cadangan. Biar kalau ada kekurangan dana, nggak perlu menjadi gembel dan merepotkan orang di negara lain. Saya soalnya paling anti merepotkan orang sih. Biasanya saya menyiapkan dana cadangan dalam bentuk kartu kredit yang bisa dipakai dalam keadaan darurat, atau sejumlah uang di rekening yang bisa saya ambil kapan saja dengan kartu ATM.

9. Menukarkan Rupiah Di Indonesia Atau Mengambilnya Dengan Kartu ATM Indonesia Selama Di Jepang?

Jaman sekarang traveling itu enak, solo backpacking ke Jepang juga bisa ambil uang di ATM pake debit seperti ini.
Jaman sekarang traveling itu enak, solo backpacking ke Jepang juga bisa ambil uang di ATM pake debit seperti ini.

Kalau jaman dulu, mungkin menukarkan uang cash di Indonesia sebelum pergi ke Jepang (2013). Soalnya memang belum semua bank dari Indonesia kartu ATMnya bisa dipakai untuk mengambil uang di luar negeri, salah satunya di Jepang. Kalau sekarang sih udah beda, mau mengambil uang di Jepang dengan kartu ATM dari Indonesia sudah bisa. Jadi nggak perlu bawa uang cash banyak-banyak. Karena nanti bisa mengambil uang lagi kalau kehabisan di mesin ATM yang ada di Jepang. Solo backpacking ke Jepang sekarang itu makin mudah kan? Untuk cara mengambil uang di mesin ATM jepang dengan kartu ATM bank dari Indonesia ada dibawah ini:

10. Pilih Cara Agar Tetap Bisa Online Di Jepang!

Ada banyak cara agar tetap bisa online di Jepang.
Ada banyak cara agar tetap bisa online di Jepang.

Selama di Jepang, bisa online itu adalah wajib hukumnya. Terutama untuk solo backpacker yang nggak bisa bahasa Jepang, dan selalu mengandalkan Google Maps juga Google Translate seperti saya. Iya, selama solo backpacking ke Jepang, saya sering mengandalkan dua aplikasi itu. Memang ada banyak wifi gratis di Jepang, tapi ya cuma ada di beberapa tempat tertentu saja. Salah satu cara agar tetap online di Jepang adalah dengan menggunakan pocket wifi yang sekarang ini sudah banyak disewakan. Ada yang disewakan di Jepang hingga ada juga yang disewakan dari Indonesia.

11. Cara Mencari Makanan Halal Di Jepang?

Onigiri, salah satu makanan murah tapi lezat di Jepang dan banyak yang halal untuk yang berbahan dasar ikan.
Onigiri, salah satu makanan murah tapi lezat di Jepang dan banyak yang halal untuk yang berbahan dasar ikan.

Meski mencari makanan yang tidak mengandung Babi dan alkohol di Jepang itu sebenarnya cukup mudah, namun buat orang yang ketat dengan makanan halal ya lumayan ribet kalau tidak ada label halalnya. Namun tenang saja, sekarang ini Jepang makin membuat dirinya menjadi salah satu destinasi yang ramah buat turis muslim. Terutama yang ketat dengan makanan halal. Jadi, ketika solo backpacking ke Jepang, dan pengen mencari makanan yang benar-benar halal, saya biasanya memanfaatkan beberapa aplikasi seperti “Halal Food In Japan”, “Halal Gourmet” dan “Halal Media Japan”.

12. Solo Backpacking Ke Jepang, Enaknya Bawa Barang Apa Saja?

Nah, karena itu saya bakal berbagi apa saja tips solo backpacking ke Jepang, termasuk apa saja yang saya bawa untuk bertahan hidup selama 13 hari backpacking ke Jepang. Kali aja ada teman-teman lainnya yang lagi cari informasi juga. Kira-kira kalau backpacking ke Jepang ketika musim semi itu enaknya bawa barang apa saja. Seberapa banyak yang harus dibawa, dan barang apa saja yang harus dibawa!

Life support selama backpacking ke Jepang 13 Hari
Life support selama backpacking ke Jepang 13 Hari

Bagaimana Bertahan Hidup Selama 13 Hari Backpacking Ke Jepang? Bawa Barang Apa Saja Kesana?

Pada perjalanan ini, saya hanya membawa satu buah backpack saja. Awalnya saya kira cukup, tapi ternyata saya harus beli tas samping juga selama disan. Soalnya saya beli kamera baru, dan kalau cuma pake tas kamera yang sudah ada nggak akan cukup. Nah, untuk barang-barang yang saya bawa selama backpacking ke Jepang 13 hari ini bisa ditemukan di list yang ada di bawah ini ya:

  1. Jaket 1 Buah untuk bertahan dengan dinginnya udara negara sub tropis seperti Jepang. Meskipun pada akhirnya jaket saya langsung hilang karena ketinggalan di pesawat setelah mendarat di Bandara Haneda (Saya pun harus beli lagi di Tokyo). Saya juga sempat beli tas samping di Akihabara karena ternyata tas saya kurang besar.
  2. Sleeping bag untuk selimut tidur darurat ketika backpacking ke Jepang, seperti ketika harus tidur di Bandara Haneda.
  3. Jam tangan! Tentunya untuk melihat waktu biar tidak ketinggalan kereta jepang yang terkenal super on time itu.
  4. Satu set alat mandi, plus handuk kecil yang tentunya buat mandi dong :D. Karena saya nggak menginap di hotel, jadi harus bawa perlengkapan mandi sendiri
  5. Baju 5 buah, satu sudah di pakai dari Indonesia. Udara di Jepang ketika musim semi masih agak dingin, jadi gak perlu sering ganti baju juga gak apa.
  6. Uang tunai 116.000 Yen untuk bertahan hidup selama 13 hari backpacking ke Jepang. Ini uang buat bayar penginapan, beli kamera baru di Akihabara, dan tentunya untuk makan!
  7. Kamera kesayangan, Sony Alpha 200 juga tripod-nya.
  8. Celana 3 Biji, satu sudah dipake dari Indonesia.
  9. Bantal angin portable yang bisa di tiup untuk kenyamanan selama perjalanan jauh. (Sayangnya ilang juga ketika saya transit di Akita, ketinggalan *hiks*)
  10. Kartu Kredit, ATM, dan kartu asuransi kesehatan untuk backup jika terjadi apa apa selama backpacking ke Jepang 13 Hari. Untungya selama perjalanan tidak tejadi masalah. Jadi amaan~
  11. Obat obatan seperti obat sakit perut, obat flu, tolak angin dan vitamin.
  12. Roti dan biskuit untuk jaga – jaga ketika baru saja sampai di Jepang dan biar bisa sedikit ngirit juga sih :p
  13. Buku catatan dan bacaan untuk kill time ketika di kendaraan, karena enggak beli paket internet atau aktifin fasilitas roaming selama di Jepang *hiks*. Jadinya cuma mengandalkan free wifi saja, yang sulit sekali nemunya selama di Jepang.
  14. Japan Rail Pass yang nantinya dituker menjadi kartu sakti biar bisa naik kereta api secara tidak terbatas selama 13 hari backpacking ke Jepang! Dengan menggunakan Japan Raill Pass ini, traveling di Jepang jadi bisa lebih hemat@
  15. Notebook dan hard disk eksternal satu buah untuk mencari informasi atau untuk sekedar transfer data dari kamera jika memori sudah terlalu penuh :D (selama 13 hari backpacking ke Jepang, ada sekitar 4000 foto yang saya ambil :D)
  16. Yang terakhir dan paling penting! Passport yang sudah ada visa jepangnya! jangan sampai ketinggalan, soalnya kalu ketinggalan pasti akan langsung di deportasi.

Nah, kira-kira itu barang yang saya bawa ketika backpacking ke Jepang selama 13 hari. Banyak nggak sih? Tapi yang jelas, dengan barang-barang ini saya bisa bertahan hidup selama sekitar 2 minggu di Jepang. Selama disana saya juga berkunjung ke berbagai kota, hingga sampai ke Pulau Hokkaido lho!

Tips Memilih Barang Bawaan Untuk Backpacking Ke Jepang!

Agar berjalan lancar, sebaiknya diperhatikan mengenai barang bawaan apa saja yang dibawa kesana. Tipsnya kira-kira sebagai berikut ya!

Karena sedikit kurang persiapan, jaket beli lagi di Shibuya, tas samping beli lagi di Akihabara, dan pake sendal jepit saja!
Karena sedikit kurang persiapan, jaket beli lagi di Shibuya, tas samping beli lagi di Akihabara, dan pake sendal jepit saja!
  1. Selalu cek kondisi suhu udara dan prakiraan cuaca selama di Jepang. Jangan sampai salah kostum ketika sampai di Jepang nanti. Misalnya backpacking ke Jepang selama musim dingin, ya pastikan membawa baju tebal dan baju penahan angin. Kalau berangkat di musim semi atau musim gugur, pastikan membawa jaket tebal yang cukup menahan dingin. Meski tidak sedingin ketika musim dingin di Jepang, namun pada beberapa area masih sangat dingin. Berbeda kalau musim panas, pake celana pendek pun nggak masalah.
  2. Gak perlu bawa cash banyak-banyak, mengingat sekarang ATM dari bank di Indonesia bisa digunakan untuk mengambil uang di mesin ATM Jepang. Jadi kalaupun kehabisan uang, masih bisa mengambil lagi.
  3. Nggak usah membawa terlalu banyak baju, sesuakan saja sama kebutuhan. Di Jepang ada banyak mesin laundry dan dryer, jadi bisa cuci kering pake. Minimal punya baju yang bisa dipake 2-3 hari cukup.
  4. Bawa tempat khusus untuk menyimpan dokumen selama backpacking ke Jepang, biar tidak tercecer dimana-mana.
  5. Bawa botol air minum untuk diisi air di penginapan. Lebih berhemat dibanding harus beli air minum lagi di mini market.
  6. Smartphone dan kamera jangan sampai ketinggalan, karena bakal banyak hal menarik untuk diabadikan ketika backpacking ke Jepang
Jangan lupa bawa tripod ketika backpacking ke Jepang, kalau nggak mau angle fotonya cuma selfie saja.
Jangan lupa bawa tripod ketika backpacking ke Jepang, kalau nggak mau angle fotonya cuma selfie saja.

Nah, kira-kira itu dulu, tips dari saya, tentang barang apa saja yang sebaiknya dibawa ketika backpacking ke Jepang. Kalau misalnya ada saran atau tambahan, boleh banget ya berbagi di kolom komentar! Saya tunggu saran dan komentarnya!

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
52 Responses
  1. dian

    mas mau tanya saya mau ke jepang akhir bulan ini selama 8 hari .. masih bingung memutuskan beli JR Pass atau willer bus? mana yg lbh nyaman dan flexible? karena saya cek JR pass tidak ada jam yang malam menginap berarti kan akan memakan daytime saya di jalan./

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      tergantung kebutuhan sih, karena saya kemarin gak punya rencana fix, dan jangkauan kereta api jepang lebih luas daripada bus, saya pake JR pass. selain itu, kereta api kan lebih cepet karena bisa naik shinkansen :) sekali lagi tergantung rencana perjalanan yah :D contohnya : karena saya mau sampe ke hokkaido paling enak pake JR Pass biar bisa lewat seikan tunnel, gak perlu naek kapal ferry :)

  2. untuk waktu 2 minggu, dikit juga bawaannya yah.. hehehe..
    saya belum pernah backpack-an kek gini sih…
    but nice share…
    thx yah.. salam kenal…

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      banyak banget sih tujuannya, utamanya sih ke kota Tokyo, Kyoto, Kitakami (buat lihat sakura), Hokkaido, Toyama :D kalau yang numpang lewat trus berenti bentar gak ke itung deh :D

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      err, sisa 66 yen kalo ga salah inget ^^ udah termasuk penginapan sama beli kamera sony nex 3 ^^ cuma exclude tiket pesawat sama japan rail pass ya :D

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      saya kemarin habis sekitar 15 jt untuk backpacking dua minggu. semua sudah all inn, tiket PP pesawat garuda + Japan Rail Pass + Penginapan + uang saku selama di jepang :D

  3. Redi

    Salam kenal mas Rijal,

    Saya mau tanya itu beli kamera Sony Nex 3 disana bagaimana cara bawanya ke Indonesia? apakah sama boxnya atau hanya kameranya saja? saya rencana mau beli kamera di Jepang tapi takut kena di imigrasi. terus kameranya operating languagenya english atau jepang?

    Terima kasih.

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      langsung dipake aja, terus box dikempesin, taruh di dalam tas :) invoice ditaruh tas, kalau aja ditagih pajak. kalau ditagih ya dibayar aja sih :) tapi kalau di palak sama petugas pajak, berontak aja :D. siapin itung2an pajak sebelumnya biar ga ditipu sama petugas cukai. cuma kalau bawa kamera satu aja jarang ditanyain sih :)

        1. Rijal Fahmi Mohamadi

          cari yang garansinya internasional, pasti languagenya english. kalau ragu, coba tanya sama penjualnya, mereka pasti jawab dengan ramah :)

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      bukan di jakarta :D ini keberangkatan dari denpasar. kebetulan waktu ke jepang masih tinggal di bali dulu hehee

  4. Fikriah Azhari

    Ahhh impiannya terkabul bisa ke Jepang :’) , saya kapan dong? kalau saya mau ke Korea :’) bantu doanya ya :D

    1. Rijal Fahmi

      ituu, biar ransel gak berat xixixi terus disana kan lagi awal musim semi, jadi masih agak dingin, jarang mandi juga ndak masalah :p

  5. Diah

    Hi Mas Rijal, thank you infonya. Sangat bermanfaat. Btw next month (Pertengahan Mei) saya juga mo Ke Jepang tapi cm seminggu doang, boleh tau rata2 suhu berapa apa bawa satu jaket cukup? Ada yang bilang kalo siang masih adem sekitar 20 derajat tp kalo malem dingin. Thanks

  6. novia

    Bang,, nanya dong,,
    Kemarin pas beli kamera di jepang merk apa? Harganya klo beli di indo lebih murah mana? & pas di imigrasi ditanyain atau diminta pajak ga?

  7. wanti

    Sy galau nih mau pake jr pass atau tidak.rencana desember ini sy akan ksana,di jepang selama 9 hr.yg mau sy kunjunngi itu osaka,tokyo,hakone dan mount fuji.bagaimana ya apakah sy hrs beli jr pass.tlg dbantu ya.tq

  8. Thanks buat tips, saran dan rekomendasinya kang. Btw, mayan banyak juga uang yang dibawa yaa? Kalau boleh tahu, selain jadi travel blogger, kang fahmi juga kerja dimana? Bagian apa? Kok bisa ya seringan jalan2? Hehe *kepo*

  9. Tips yang berguna banget, Fahmi, terutama tentang Japan Rail Pass. Saya sampai balik ke link sebelah demi tahu Japan Rail Pass itu beli di mana. Ternyata, di Traveloka pun ada yang jual ya.. :)

  10. Satu hari hari habis sekitar 1 jutaan ya… termasuk makan, penginapan dan transport. 13 hari, sudah 13 juta hmmmm belum tiket.

    wihhh 13 hari cuman bawa 5 baju saja….kalau musim dingin, paling bawa 2 saja, hehehe banyak jaketnya tapinya.

    harus nabung mulai sekarang

  11. Endah Kurnia Wirawati

    Masih mimpi pengen backpacking ke Jepang.. mudah-mudahan tahun depan bisa segera terwujud nih. bawaannya udah gak sabar banget tiap kali lihat foto-foto jepang.
    Sabar.. sabar… *sambil ngelus2 dompet* wkwkwkwk

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: