Category: Garut

Cerita Papandayan : Bersih – Bersih Pondok Salada Sebelum Pulang Ke Ibukota

Catperku (Travel Blogger Indonesia) - Saya pernah menulis tentang eco traveling, juga memaparkan bagaimana film 5 cm yang kurang ada bagian edukasinya. Tentunya saya enggak ingin perjalanan saya hiking ke Gunung Papandayan ini cuma membuat banyak orang datang, kemping terus enggak berbuat apa - apa selain meninggalkan sampah. Contoh sederhananya saja, basecamp Pondok Salada yang lumayan banyak sampahnya. Kalau terus menerus dibiarkan, bukan tidak mungkin kalau Gunung Papandayan akan penuh sampah. Nah, seharusnya sebagai pecinta alam enggak cuma harus datang ke alam, foto - foto terus pulang. Harus ditambahin satu lagi, yaitu bersih - bersih dulu baru pulang seperti saya kemarin

Cerita Papandayan : Malam Terakhir Yang Kacau, Berburu Sunrise Di Hutan Mati

Catperku (Travel Blogger Indonesia) - Sarung yang melingkar di leher saya ikat semakit erat, air di sumber mata air pun semakin dingin seperti es, tetapi saya enggak menghiraukan karena harus mengambil air untuk masak. Secepatnya saya harus membuat diam perut yang terus menerus berteriak minta diisi makananan ini. Perbekalan hanya tinggal beberapa bungkus mie instant yang hanya cukup hingga sarapan esok pagi, jadi mau tidak mau harus berbagi rata dengan kedua teman saya. Seperti pagi hari, memasak dilakukan di depan tenda dengan kompor yang telah dibawa, dan disinilah tragedi yang tidak diharapkan terjadi. Karena memasak didalam kegelapan, saya tidak sengaja menumpahkan mie instant yang sudah setengah matang dimasak. "Baguss!! mie-nya tumpah~~!" Ucap saya dengan sedikit berteriak.

Cerita Papandayan : Hike The Summit!

Catperku (Travel Blogger Indonesia) - Sesuai rencana, saya beristirahat hingga matahari sudah sedikit turun, dan tidak terlalu panas lagi, sehingga lebih mudah mencapai tegal alun yang hanya 1-2 jam trekking dari tempat saya mendirikan tenda. Agak terkejut juga ketika terbangun ternyata Pondok Salada menjadi ramai. Rasanya jadi lebih mirip persami (red: perkemahan sabtu - minggu) kalau Pondok Salada ramai seperti ini ^^. Saya enggak terlalu memusingkan hal itu, yang ada di pikiran saya adalah, saya ingin secepatnya naik ke Tegal Alun. Saya enggak ingin membuang waktu karena sudah Jam 2 siang. Naik terlalu sore, kemungkinan besar saya bisa turun terlalu malam, dan itu bukan hal yang bagus untuk pendaki pemula seperti saya. Bernavigasi di malam hari lebih sulit dari pada siang hari, apalagi kalau perlengkapannya kurang.

Cerita Papandayan : Lets Go Papandayan!

Catperku (Travel Blogger Indonesia) - Sekitar jam 2 dini hari saya baru sampai ke pertigaan yang menuju Gunung Papandayan. Dan, inilah resiko yang didapat ketika berangkat sore hari dari Jakarta. Cuma enaknya sampai dini hari, kita bisa mulai naik sekitar jam 5:30, dimana matahari masih di peraduan dan cuaca bisa dibilang masih adem. Jarak dari pertigaan hingga menuju post awal pendakian masih lumayan jauh. Di peta saya menunjukkan jarak masih sekitar 9 km lagi, dengan jalan menanjak dan sedikit berkelok - kelok.

Cerita Papandayan : Akhir Minggu Kabur Ke Gunung Papandayan

Catperku (Travel Blogger Indonesia) - Weekend atau akhir minggu adalah hari yang selalu ditunggu para weekend getaway lover seperti saya. Weekend bisa dibilang adalah hari yang sakral untuk para tawanan kapitalis kantoran, terutama yang tinggal di ibu kota. Apalagi Jakarta adalah kota yang kering dengan destinasi alam yang bisa bikin pikiran seger. Untungnya disekitar jakarta ada banyak sekali destinasi alam yang bisa dikunjungi tanpa memerlukan cuti yang menurut saya harganya lebih mahal dari emas itu. Dan, Gunung Papandayan yang berada di daerah Garut adalah destinasi weekend getaway yang saya pilih kali ini.

Wisata Gunung Papandayan, Untuk Pendaki Pemula!

Catperku (Travel Blogger Indonesia) - Karena suhu yang begitu dingin diluar, saya hampir saja melewatkan pemandangan cantik pagi hari Gunung Papandayan. Untungnya bayangan pemandangan matahari terbit dari hutan mati di angan - angan, membuat saya bersemangat kembali untuk mengabadikannya. Untuk itu saya perlu lari - lari kecil dengan menembus dinginnya udara gunung papandayan, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dari Pondok Salada. Nafas ngos - ngosan, dan badan yang menggigil kedinginan saya hiraukan. Saya enggak menyesal bisa menyaksikan pemandangan pagi hari seperti ini.