Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Dimata Kamera Ponsel

Beberapa orang percaya, kualitas foto itu tergantung orang yang berada dibelakang kamera. Tidak peduli apa kameranya. Iya, foto cakep gak cuma dihasilkan dari kamera DSLR saja. Petualangan saya di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akhir tahun 2012 lalu membuktikannya. ini dia Taman Nasional Bromo Tengger Semeru In Camera!

Petualangan singkat akhir tahun 2012 di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, blusukan melewati pasir berbisik, lembah teletubies, semakin rusaknya jalur Bromo – Tumpang. Ternyata menghasilkan foto – foto panorama cakep dibawah ini. Selamat ngiler dan ngeces melihatnya, ini adalah foto hasil jepretan kamera Sony Experia Active saya. Semoga cakepnya kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru selalu terjaga hingga selamanya.

Jadi! Para Green Traveler! selamat menikmati photo story dari petualangan saya di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru!

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Dimata Kamera Ponsel
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Salah satu persimpangan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang dulunya sepi, sekarang jadi ramai.

Setelah desa Ngadas, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ini adalah berkah dan salah satu sisi positif dari film 5 CM, sekarang ada warung yang enak buat ngopi. Kata ibu penjualnya, karena ramai, jadi jualan disitu, lumayan buat nambah penghasilan. “Saya juga seneng bu, bisa ngopi di udara dingin seperti ini” Kata saya.

Pertemuan pertama, Bukit Teletubies.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ini adalah pemandangan yang bisa di lihat dari warung – warung tadi, Bisa dibilang, warung tadi adalah warung dengan pemandangan tercakep di taman nasional ini.

Lembah teletubies, jalur berpasir
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Sebelum sampai ke pasir berbisik Bromo, lembah seperti ini harus dilewati dulu. Akan sedikit becek dan berlumpur ketika musim hujan. Berhati – hati saja, saya sudah pernah nyungsep sekali di jalur ini :D

(Baca Juga : Kenapa Harus Bertualang Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru?)

Boleh saya namai lembah teletubies?
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kalau boleh saya ingin menamainya dengan lembah teletubies. Karena untuk kesini, kita harus melewati bukit Teletubies terlebih dahulu.

Warung In the middle of no where!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kaget juga lho, ada warung kopi di tengah – tengah lembah seperti ini. Sayang saya sudah kekenyangan, baik makanan atau kopi. Jadinya saya tidak mencoba untuk ngopi di tengah – tengah lembah :)

Pasir Berbisik, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Pasir Berbisik di Pasir Berbisik, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, sebelah kanan adalah desa Cemoro Lawang dan sebelah kiri adalah Gunung Bromo

Masih di pasir berbisik....
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Boleh dibilang mengendarai sepeda motor di pasir berbisiknya bromo itu seru sekaligus berbahaya. Salah sedikit saja bisa nyungsep!

Di sebuah homestay, Desa Cemoro Lawang
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

View dari homestay tempat saya menginap di desa Cemoro Lawang, Bromo. Tempat ini masuk kedalam area Kabupaten Probolinggo.

Pananjakan, sunrise view point kawasan Bromo
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Masih di desa Cemoro Lawang, dan pagi harinya kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Sunrise attack! Bromo!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Begitu banyak orang disini, termasuk saya. Mereka rela bangung pagi sekali untuk menyaksikan salah satu mahakarya yang ada di Indonesia.

Masih di pananjakan, Desa Cemoro Lawang.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Hari sudah semakin siang, tetapi saya masih betah berlama – lama disini. Siapa saja juga betah, berada di udara sejuk, dengan pemandangan seperti ini. Apalagi sambil menikmati kopi panas.

Di pananjakan, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Pananjakan disisi kiri, Bromo disisi kanan. Mau lagi ke sini dong :D

View dari homestay, desa Cemoro Lawang.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Homestay saya yang cuma 200 ribu semalemnya memiliki pemandangan yang tak ternilai harganya.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

11 Responses

  1. Ceritaeka says:

    Wow rumputnya udah tumbuh ya? Tahun 2011 aku ke sini, rumputnya tuh masih kering kerontang karena kebakaran. Kangen Bromo ih

  2. Rio Praditia says:

    Cuma bisaspeechless.. Foto-foto panoramanya ajib banget..

  3. 16 September says:

    Kemarin turun dari Semeru mau sekalian mampir, tapi gak jadi .. nyeseeeeeellllllllll sekali ..

  4. Monica S Maharani says:

    iri deh liatnya.. Kemarin tahun baruan 2014 di bromo, niatnya si pengen liat last sunset 2013 and first sunrise 2014 di bromo, eh malah ujan terus dan berkabut, alhasil ga dapet view yg bagus :(

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      kalau musim ujan emang sering berkabut, jadi agak sulit dapat sunrise sama sunset :D kalau musim kemarau lebih besar kesempatan dapat sunrisenya :)

  5. Said Rahman says:

    Liat ini semakin ngiler mau kesana ????

  1. October 23, 2013

    […] handal untuk mencari jalan dengan sedikit kesasar :D. Saya juga enggak khawatir menggunakan smartphone Sony Experia Active saya ketika hujan, karena si imut cabe rawit ini tahan air juga debu. Meskipun […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: