Pulau Samalona, Itulah Nama Pulau “Cantik” Itu

Don’t trust anything in the internet unless you checking it first!! Jangan percaya yang kamu baca di internet sebelum kamu benar benar memastikannya!! Mungkin itulah yang keluar dari pikiran saya ketika pertama kali ber-backpacking ria ke Makassar. Bagaimana tidak!? Ternyata semua yang saya bayang kan ketika membaca informasi di internet dan kenyataan di lapangan sedikit meleset. Eh!! Meleset lumayan jauh :D

Berdasar data – data yang saya cari dari berbagai sumber, Pulau Samalona termasuk ke dalam wilayah Kota Makassar, kecamatan ujung pandang, Sulawesi Selatan. Untuk akses ke pulau ini cukup mudah, karena hanya berjarak 20 – 30 menit laut, dengan menyewa boat milik nelayan yang banyak ditemukan di Penyeberangan Kayu Bangkoa.

(Baca Juga : Benteng Fort Rotterdam, Bangunan Bersejarah Di Tengah Kota Makassar)

Saya sendiri kemarin menyeberang dari depan Benteng Fort Rotterdam, karena ternyata juga terdapat dermaga kapal nelayan di depan Benteng Fort Rotterdam. Harga sewa untuk satu perahu adalah Rp. 300.o00 untuk pulang – pergi dalam satu hari. Atau Rp. 400.000 jika kita ingin menginap, dan dijemput keesokan paginya (mungkin harga bisa turun lagi karena saya kurang bisa menawar).

Pulau Samalona , Sebuah Pengalaman Tak Terlupakan

Akomodasi sudah banyak tersedia di Pulau Samalona ini, meski harganya agak terlalu mahal, dan tidak sebanding dengan fasilitas yang ditawarkan. Saya sendiri mendapatkan penginapan dengan model guest house seharga 500 ribu untuk sehari semalam, termasuk makan malam dan sarapan pagi.

Itupun saya dapatkan setelah melalui tawar menawar yang alot. Alternatif lain yang lebih murah, bisa membawa tenda dan camping di pulau ini. Beberapa bagian pulau cukup lapang, juga cukup aman untuk mendirikan tenda. Awalnya saya ingin ber-camping ria saja, karena bisa menghemat, apa lagi untuk konsep budget backpacking. Namun karena beberapa hal non teknis, saya mengurungkan niat saya ber-camping ria.

Pulau Samalona, cukup lapang untuk mendirikan tenda
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Pulau Samalona, cukup lapang untuk mendirikan tenda

Fact About Samalona

Daya tarik andalan dari pulau ini sebenarnya adalah diving dan snorkeling, dimana untuk diving kita bisa melihat beberapa kapal karam sisa perang dunia ke II, yang telah berubah wujud menjadi karang dan sekarang menjadi tempat tinggal ratusan biota laut, yang beraneka ragam jenisnya. Namun saya tidak mencoba diving, karena selain tidak punya lisensi, saya juga belum bisa menyelam. Akhirnya saya hanya mencoba daya tarik andalan yang lain (katanya), yaitu snorkeling.

Sayang saya harus kecewa karena untuk snorkeling terasa kurang menarik di pulau ini. Selain peralatan yang disewakan kurang terawat, ketika melakukan snorkeling pun saya tidak melihat sesuatu yang menarik. Hanya batu – batuan yang di bilang “karang” oleh penduduk setempat, tetapi menurut saya hanyalah batu biasa yang di fungsikan untuk menahan beberapa sisi pulau dari abrasi gelombang laut.

Bisa melihat sunset dan sunrise sebenarnya merupakan salah satu daya tarik andalan dari pulau ini. Namun saya kurang beruntung karena saya berkunjung pada musim penghujan. Akhirnya saya pun hanya mendapatkan sunset dengan awan tebal, dan awan hitam yang bisa mengamuk setiap saat, untuk menurunkan hujan deras :(

Untungnya kesialan saya di pulau ini tidak terus berlanjut, saya bisa menyaksikan pemandangan malam hari Kota Makassar di kejauhan yang fantastis dari Pulau Samalona. Senang sekali akhirnya dari Pulau Samalona saya bisa melihat ribuan cahaya berkilauan dari Kota Makassar.

(Baca Juga : Makassar, Kota Metropolitan Dengan Sejuta Wisata Alam Dan Kulinernya)

Jutaan sinar Kota Makasar di kejauhan, view dari pulau samalona di malam hari
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Jutaan sinar lampu kota Makasar di kejauhan, view dari Pulau Samalona di malam hari

Secara umum dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Pulau Samalona tetap bisa dijadikan sebagai tujuan berlibur dan melarikan diri dari kesibukan. Mungkin konsep Cast Away holiday bisa menjadi ide yang bagus untuk menarik banyak wisatawan berkunjung ke pulau ini.

Kenapa Pulau Samalona sangat cocok untuk konsep Cast Away holiday? Karena meski lokasi pulau cukup dekat dengan Makassar, namun pulau ini menyediakan suasana yang sunyi dan jauh dari teknologi. Hal itu bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan yang sudah jenuh dari aktifitas dan ingin menyendiri ke sebuah pulau yang terpencil namun tidak terlalu jauh.

Semoga dinas pariwisata Makassar tanggap dan memperbaiki kualitas daya tarik Pulau Samalona, terutama fasilitas snorkelingnya. Karena di Pulau Samalona yang sekarang saya tidak bisa melihat apa – apa ketika snorkeling, selain batu,, air hijau,, batu,, arrrgh, mana ikan nya :D atau saya yang salah waktu kedatangannya ya?

Tips Dan Trik Ketika Berkunjung Ke Pulau Samalona :

Awan tebal, kota Makassar di kejauhan
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Awan tebal, kota Makassar di kejauhan, terlihat dari Pulau Samalona

(Baca Juga : Pisang Epe, Jajanan Unik Penggoyang Lidah, Dari Makassar)

  • Harga penginapan di Pulau Samalona antara Rp. 300.000 – 500.000 untuk per/harinya, tergantung fasilitas yang disediakan. Kalau jago menawarnya dan sedikit raja tega mungkin masi bisa lebih turun lagi harganya :D
  • Harga sewa alat snorkeling Rp. 30.000 satu set, dan Rp. 50.000 dua set.
  • Harga ikan di pulau ini cukup mahal Rp. 30.000 untuk ikan yang kecil. Kata seorang penduduk lokal, jarang yang mencari ikan di pulau ini, ikannya di beli dari nelayan, makanya jadi lebih mahal.
  • Jika ingin melihat surise dan sunset, berangkatlah ke Pulau Samalona pada siang hari, dan kembali ke Makassar pada keesokan harinya. HINDARI datang pada musim penghujan, awan tebal cenderung banyak terbentuk, kesempatan mendapatkan sunset dan sunrise yang sempurna akan hilang.
  • Di Pulau Samalona tidak ada air tawar kecuali anda mau beli dengan harga yang mahal, jadi siap – siap saja tidak mandi kecuali hujan :D. Bawa air minum yang cukup, sesuaikan dengan lama waktu menginap anda di pulau ini, karena satu – satunya minuman yang menurut saya murah dan manusiawi adalah kelapa muda dengan harga Rp. 15.000 per/bijinya.
  • Bawa lotion anti nyamuk, karena meski di tengah laut, nyamuk lokal disini cukup kejam untuk menghisap darah anda sedikit demi sedikit.

Rincian biaya berlibur ala backpacking medium budget di Pulau Samalona:

  • Sewa perahu Rp. 400.000, dibagi 2 orang, @orang: Rp. 200.000, semakin banyak orang semakin murah, namun kapasitas maksimal kapal rata – rata 8 orang saja.
  • Sewa Penginapan ala guest house 515 ribu, termasuk makan malam + makan pagi untuk 3 orang, 2 snorkeling set + 15 ribu kelapa muda satu biji.

Lokasi Pulau :


Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

26 Responses

  1. Wah padahal bulan depan pengen ke sana, tp jd pikir2 lg deh, mahal jg ya *garuk2 dompet*. Mending ke Tanjung Bira aja mungkin ya?

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      tapi lokasinya deket sama makassar sih,, kalau tanjung bira jauuh ahahah, dulu kepikiran mau kesana, tapi ga jadi karena cuma punya waktu 4 hari doang -,- kalau waktunya lumayan lama bisa dicoba sih :D

  2. perdanakbar says:

    kok mahal gan ?ane pp (berangkat pjam 9 pagi pulang 17.30 wita) cuma 135rb :$ cuma buat hunting foto sih hahaha buat penginapan mending camp gan soalnya disana gada penginapan perorangan jadi kita nyewa 1 rumah gitu otomatis mahal gan :) klo tanjung bira rental mobil 300-400/hari belom ama supir… klo ke mks kabar2in gan sapa tau ane ada waktu buat host :p

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      keliatan turis banget kayaknya waktu itu, makanya dapet mahal, terus mau nginep nenda waktu itu ga bisa. temen ane bawa cew, ga mau nenda :D. next time ke makassar kabar2 in deh :D

  3. wahyu septianti says:

    wah, padahal di bulan februari saya pengen kesana. waktu saya tak banyak gan.. 2 hari 1 malam saja. kira2 ada yang punya refrensi nggak saya harus berkunjung ke wisata mana saja dengan waktu mepet…? maaf ane nggak tahu apa2 tentang makassar.. :) ane besok berangkat 2 orang perempuan2.. :)

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      makassar koya sih paling pulau2 kecil di selat makassar, bantimurung, atau paling enggak kuliner :D

    • muh akbar perdana says:

      halo mba klo saran dari ane ke rammang rammang aja itu ada di maros lewatin bantimurung pokoknya ga nyesel deh klo ke rammang rammang berangkat pagi bisa balik siang atau klo mau nyantai bisa balik sore juga :D sore menjelang magrib hunting foto di pantai losari malam wisata kuliner aja klo malam … nih ada sedikit video pas ane ama anak mb ke rammang rammang http://www.youtube.com/watch?v=Ho__EJ5fOgw sekedar info rammang2 masih kurang yang tau loh masih fresh wahahhaha

  4. ari.srg says:

    wuaaaaaahhhhhhhhhh…jadi pengen liburan kesana nih, kapan ya bisa?

  5. Nurfaisyah says:

    Sudah ada apdetannya versi tanpa musim penghujan? Semoga segera ada lagi, sekalian kisahnya di destinasi lain di Makassar.

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      sayangnya belum punya kesempatan mengunjungi makassar lagii :D semoga nanti ada kesempatan lagi ya!

  6. hardin hardy says:

    ada tuh pulau ga jauh jg dari pulau samalona sekitar 15 menit perkiraan perjalanannya,pulau kodingareng namanya tuh jg keren tapi tanpa penduduk,minta aja d antarin sama awak boatnya :D

  7. Alisanta says:

    Added to itinerary.. thanks untuk infonya.
    Rencana ke sana minggu ini :)

  8. Ciput says:

    Wah,,,,, mau kesana

  1. December 23, 2011

    […] Indahnya Indonesiaku : Pulau itu bernama Samalona […]

  2. December 26, 2011

    […] Indahnya Indonesiaku : Pulau itu bernama Samalona […]

  3. January 8, 2012

    […] Indahnya Indonesiaku : Pulau itu bernama Samalona […]

  4. February 13, 2013

    […] manusia seakan tidak ada apa – apanya. foto diatas saya ambil ketika sedang menyeberang dari Pulau Samalona yang terletak di selat Makassar menuju ke kota Makassar. Penyeberangan yang penuh adrenalin! […]

  5. February 24, 2013

    […] seperti yang diperkirakan sebelumnya. Seperti ketika saya traveling ke Makassar untuk mengunjungi Pulau Samalona, saya harus membatalkan niat untuk bermalam di tenda karena cuaca tidak bersahabat, dan hujan terus […]

  6. February 26, 2013

    […] musim hujan. Ditambah lagi di itinerary saya ada sebuah destinasi berupa pulau kecil yang bernama Samalona. Sudah bisa di tebak! Saya harus menerjang badai dengan sebuah kapal nelayan kecil melewati […]

  7. October 4, 2013

    […] ketika saya ber-backpacking ke Makassar untuk mengunjungi sebuah pulau kecil di selat Makassar, pulau Samalona namanya. “Sebenarnya perairan untuk menuju pulau Samalona tergolong tenang kata nelayan yang […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: