Mesin Waktu Itu Bernama Ullen Sentalu

“Ulating Blencong, Sejatine Tataraning Lumaku”

Itulah kepanjangan dari Museum Ullen Sentalu yang artinya “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Ullen Sentalu adalah sebuah museum di Kaliurang, Yogyakarta yang menyimpan banyak koleksi yang menggambarkan budaya dan kehidupan jawa. Di museum ini menampilkan banyak koleksi yang berkaitan dengan peradaban jawa dari dinasi Mataram. Dinasti mataram sendiri adalah dari Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Praja Mangkunegaran dan Kadipaten Pakualaman.

Sudah lama sekali saya ingin mengunjungi Museum Ullen Sentalu, namun kesempatan berlibur ke Yogyakarta tidak kunjung tiba. Karena itu ketika bulan februari 2015 yang lalu saya mendapat kesempatan menyapa kota Gudeg, saya pun memasukkan Museum Ullen Sentalu kedalam itinerari. Dari penginapan saya yang berada di Prawirotaman, saya langsung menuju ke museum dengan mengendarai sepeda motor.

Menemukan lokasi Museum Ullen Sentalu tidak terlalu susah, dari pusat kota saya tinggal berkendara lurus ke arah utara menuju Kaliurang. Petunjuk arah menuju museum terlihat jelas setelah saya melewati gerbang utama pintu masuk Kaliurang. Saya hanya tinggal mengikuti jalan hingga sampai ke museum.

Kalau sudah melihat tanda ini, berarti arah ke Museum Ullen Sentalu sudah benar.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kalau sudah melihat tanda ini, berarti arah ke Museum Ullen Sentalu sudah benar.

Tempat parkir museum seharusnya ada di bagian belakang, namun karena saya tidak tahu, saya memarkir sepeda motor saya di bagian depan. Tidak ada yang melarang jadi saya cuek saja dan langsung membeli tiket masuk Museum Ullen Sentalu. Saya membeli dua tiket dewasa seharga IDR 30.000 per tiket, satu untuk saya, satu untuk istri saya. Kalau nanti sudah punya anak, berarti saya harus membeli lagi tiket untuk anak – anak seharga IDR 15.000 deh.

Meski tiket sudah ditangan, kami harus menunggu beberapa waktu terlebih dahulu sebelum masuk ke museum untuk menunggu guide. Kami pun menunggu sambil berfoto – foto di bagian depan museum. Dari bagian depan, museum ini terlihat begitu asri, malah museum ini seolah terlihat berada di dalam hutan lebat.

Tidak begitu lama seorang pemandu yang akan memandu selama di dalam museum pun datang. Sesi kali ini saya dan istri akan berkeliling museum bareng mbak guide juga beberapa anak SMU yang sepertinya berkunjung karena membaca tentang Museum Ullen Sentalu di blog. Entah, mereka membaca blog siapa, yang jelas bukan catperku.

Berfoto dulu boleh kok di bagian depan Museum Ullen Sentalu.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Berfoto dulu boleh kok di bagian depan Museum Ullen Sentalu.

Melewati pintu masuk, pemandangan bak hutan lebat menyambut, hawa dingin pun dengan cepat menyergap diikuti dengan aura sejuk perlahan mengelus kulit. Museum ini memang dikerubuti oleh banyak pepohonan rindang, didukung dengan lokasinya yang berada di ketinggian, suasananya pun makin menyenangkan.

Mbak – mbak yang memandu kami mulai menjelaskan tentang Museum Ullen Sentalu, sambil mencoba mengakrabkan diri dengan kami. Lalu kami diajak memasuki ruangan pertama melewati Gua Selogiri yang merupakan gua buatan. Meskipun gua ini buatan manusia, tetapi bukan gua biasa. Dinding lorong dibuat dari batu khusus, yaitu batu andesit dari Gunung Merapi. Desainnya pun mirip dengan lorong kastil di Eropa. Memang ya, museum kalau bagus itu dari pintu depannya pun sudah begitu spesial dan bermakna.

Melewati Gua Selogiri kami sampai di Ruang Selamat Datang, di ruangan ini pemandu banyak menjelaskan bagaimana dan sejarah Museum Ullen Sentalu didirikan. Dari penjelasan panjang dan lebar, tujuan utama Museum Ullen Sentalu didirikan adalah untuk melesatarikan kebudayaan jawa dengan mempertunjukkan koleksi dari dinasti dan keturunan Mataram Islam.

Museum ini adem dan sejuk sekali, didukung lokasinya berada di Kaliurang, makin adem dah.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Museum ini adem dan sejuk sekali, didukung lokasinya berada di Kaliurang, makin adem dah.

Patung Dewi Sri dari masa kerajaan Mataram Hindu yang melambangkan kesuburan menyambut di dekat pintu Ruang Selamat Datang. Sementara dikanan Patung adalah Ruang Seni Tari dan Gamelan. Sesuai dengan namanya di ruangan ini ada beberapa koleksi Gamelan dan lukisan yang menggambarkan tari – tarian Jawa. Di sini saya baru tahu kalau seorang raja tidak hanya paham masalah politik, tetapi juga mahir di bidang kesenian. Disebutkan kalau salah satu lukisan penari yang ada di ruangan ini menampilkan tarian ciptaan Sri Sultan HB IX. Beralih Dari ruang Selamat Datang, kami diajak menyusuri sebuah lorong yang berisi foto dan lukisan para raja dan putra – putri dari empat kerajaan keturunan Mataram Islam.

Satu persatu foto dan lukisan dijelaskan oleh mbak pemandu. Dari penjelasannya saya mengetahui banyak fakta unik. Seperti Sri Sultan Hamengkubuwono IX memiliki nama Belanda Henkie atau ternyata Raden Ayu Kuspariyah yang merupakan ibunda Sunan PB XII merupakan wanita yang modern dan pandai memainkan piano. Saya tidak tahu kalau kebudayaan barat pun ternyata sudah masuk ke dalam kerajaan dari dulu. Di lorong ini pula disebutkan kalau sunan PB X adalah raja terkaya di Jawa pada masanya. Yang namanya raja sih pasti sudah kaya, entah kalau paling kaya itu seberapa banyak.

Sayang tidak satupun lukisan atau foto didalam lorong tadi yang boleh difoto. Karena itu saya hanya bisa menghargai dan mengagumi dengan melihat dengan detail dan meresapi makna dari ceritanya. Di ujung lorong, ada satu hal yang menarik dan mengejutkan saya sebagai orang jawa asli.

Loron yang menyimpan banyak foto dan lukisan keturunan dinasti Mataram Islam. *dipinjem dari facebook page museum ullen sentalu*
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Loron yang menyimpan banyak foto dan lukisan keturunan dinasti Mataram Islam. *foto minjem dari facebook page Museum Ullen Sentalu*

Ada lukisan aksara jawa di ujung lorong ini. Aksara jawa yang terpampang di dinding mengingakan saya dengan masa SD dimana saya mendapat pelajaran Bahasa Jawa, yang juga mengharuskan untuk bisa menulis aksara jawa Ha-Na-Ca-Raka. Yah saya dulu sih bisa, sekarang lupa. Sayangnya, sampai sebelum mengunjungi Museum Ullen Sentalu saya tidak pernah tahu apa makna dibalik aksara Jawa tadi. Sampai si mbak pemandu museum menjelaskannya….

Secara lengkap aksara jawa bisa dilafalkan menjadi sebuah kalimat “Hanacaraka, data-sawala, pada jayanya, magha-batanga”. Secara terpisah aksara tadi bisa dijelaskan mulai dari “Ha-Na-Ca-Ra-Ka” yang mengisahkan tentang dua orang sakti, “Da-Ta-Sa-Wa-La” menceritakan kalau keduanya terlibat perselisihan hingga mereka berkelahi. “Pa-Da-Ja-Ya-Nya” menyebutkan kalau keduanya sama – sama sakti, pada kumpulan aksara yang tersisa “Ma-Ga-Ba-Tha-Nga” menceritakan kalau akhirnya dua orang sakti tadi tewas bersama. Begitu mengetahui kisah dibalik aksara Jawa tadi saya bertambah kagum terhadap kebudayaan Jawa yang mana setiap simbol dan suatu bentuk pasti ada maknanya, enggak asal ada begitu saja.

Aksara jawa yang ternyata bermakna.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Aksara jawa yang ternyata bermakna.

Dari cerita tentang aksara Jawa, tur di Museum Ullen Sentalu berlanjut ke area yang bernama Kampung Kambang. Tempat ini adalah bagian dari museum yang dikelilingi oleh air sehingga suasananya seperti terapung diatas air. Di Kampung Kambang ada 5 buah ruangan yang difungsikan sebagai ruang pameran museum. 5 ruangan tadi adalah Ruang Tineke, Ruang Paes Ageng Gaya Yogyakarta, Ruang Batik Vorstendlanden, Ruang Batik Pesisiran, dan Ruang Putri Dambaan.

Ruang Tineke berhasil membuat saya menjadi sedikit melow meski biasanya selow ketika bertemu surat atau puisi yang melow. Mungkin karena kali ini melihat banyak surat yang bisa dibilang mirip seperti puisi sederhana begitu menyentuh hati dipamerkan disini. Surat yang dipamerkan di ruang ini milik putri Sunan PB XI yang nama lengkapnya adalah GRAy Koes Sapariyam sedangkan panggilan akrabnya Tineke. *Red : GRAy bukan bray ya, tetapi gelar untuk putri raja yaitu Gusti Raden Ayu*

Dari panggilan akrabnya ruangan ini kemudian dinamakan dengan ruang tineke. Sejatinya sebagian besar puisi yang ada di ruangan ini adalah dari kerabat dan sanak saudaranya untuk menghibur GRAy Koes Sapariyam yang waktu itu cintanya tidak direstui oleh orang tuanya. Well, puisinya memang sederhana tetapi menurut saya yang awam dengan puisi, semua yang ada di ruangan ini pun terlihat begitu bermakna. (untuk yang mau tahu seperti apa puisinya bisa dibaca sebagian disini).

Harga tiket Museum Ullen Sentalu memang hanya 30 ribu, tetapi pengetahuan yang didapatkan selama tur benar - benar priceless!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Harga tiket Museum Ullen Sentalu memang hanya 30 ribu, tetapi pengetahuan yang didapatkan selama tur benar – benar priceless!

Ruangan berikutnya adalah Ruang Paes Ageng Gaya Yogyakarta atau ruang Ratu Mas. Ratu mas sendiri adalah permaisuri Pakubuwono X, penguasa keraton Surakarta. Koleksi yang berada di ruangan ini adalah lukisan Ratu Mas, pernak perkik busana dan koleksi topi beliau yang katanya itu adalah rancangan Ratu Mas sendiri yang dibuat di Perancis. Memang menurut mbak pemandu, ratu mas ini cukup modis dalam berbusana di eranya.

Masih area Kampung Kambang ada dua ruangan yang khusus memamerkan koleksi batik Jawa yaitu Ruang Batik Vorstendlanden, Ruang Batik Pesisiran. Kedua ruangan tadi memamerkan batik Jawa dengan gaya khas keraton Surakarta dan Yogyakarta. Mungkin dimasa sekarang batik bisa dipakai siapa saja, dan kapan saja. Namun ada masanya setiap pemakaian batik pasti ada makna dan filosofisnya. Bahkan ada batik dengan motif khusus yang hanya boleh dipakai oleh raja. Jadi sebenarnya ada cerita disetiap guratan motif batik yang ada, saya baru tahu karena berkunjung ke Museum Ullen Sentalu ini.

***

Ruangan terakhir di area Kampung Kambang adalah ruangan yang tidak boleh terlewatkan. Ruang Putri Dambaan ini dibuat khusus untuk mengenang Gusti Raden ayu Situ Nurul Kamaril Ngarasati Kusumawardhani Soerjosoejarso, atau dikenal dengan nama panggilan Gusti Nurul. Memang di ruangan ini banyak berisi foto – foto beliau mulai dari masa kecil hingga dewasa.

Koleksi foto Gusti Nurul di ruang Ruang Putri Dambaan. *foto minjem dari facebook page Museum Ullen Sentalu*
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Koleksi foto Gusti Nurul di ruang Ruang Putri Dambaan. *foto minjem dari facebook page Museum Ullen Sentalu*

Perlu diketahui kalau Gusti Nurul ini adalah salah salah satu putri tercantik dimasanya. Tidak heran kalau diceritakan ada banyak pangeran yang ingin meminangnya. Namun beliau tidak gampang memilih calonnya, selain beliau adalah satu – satunya putri yang tidak mau berpoligami dan percaya jodoh pasti akan datang. Iya, memang Gusti Nurul begitu dikenal dengan keberaniannya dalam mendobrak kebiasaan-kebiasaan lama keraton.

Berbeda dengan putri keraton yang lain, beliau memiliki gaya dan pandangan hidup yang cukup modern dimasa itu. Gusti Nurul pernah bersekolah di sekolah Belanda, juga gemar melakukan hal-hal yang tidak umum dilakukan oleh putri keraton pada waktu itu. Bermain tenis, berenang, dan bahkan berkuda. Kegemaran berkudanya pun tidak main-main, beberapa kali beliau memenangkan berbagai perlombaan berkuda. Foto – foto aktivitas Gusti Nurul sebagian besar ditampilkan di Ruang Putri Dambaan. Nggak percaya kalau seorang putri kerajaan bisa hebat seperti ini.

Ruang Putri Dambaan adalah ruang terakhir di area Kampung Kambang. Selepas itu masih ada ruangan terakhir Sasana Sekar Bawana. Untuk menuju kesana kami harus melewati sebuah koridor yang memajang arca dewa dewi dari abad 8-9 Masehi yang merupakan masa perkembangan agama Hindu dan Buddha di tanah Jawa. Salah satu arca yang paling terkenal adalah Arca Ganesha yang merupakan dewa ilmu pengetahuan dalam mitologi Hindu.

Namun sebelum menuju Sasana Sekar Bawana, kami sempat diberi minuman spesial yang katanya resepnya berasal langsung dari Gusti Kanjeng Ratu Mas, permaisuri Sunan PB X. Wah, minuman kerajaan ini berarti,  nggak boleh dilewatkan. Entah isinya dan campurannya apa, tetapi rasanya manis dengan rasa Jahe yang kuat. Minuman ini katanya bernama Wedang Ratu Mas, yang berkhasiat untuk menjaga kesehaatan dan awet muda.

Kita juga bisa memberi feedback bagaimana kualitas pemandu menjelaskan selama tur. Museum di indonesia mana lagi yang sampai kayak gini?
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kita juga bisa memberi feedback bagaimana kualitas pemandu menjelaskan selama tur. Museum di indonesia mana lagi yang sampai kayak gini?

Memasuki di Ruang Sasana Sekar Bawana sendiri terdapat beberapa lukisan dan patung. Salah satunya adalah lukisan Sri Sultan HB X dan permaisuri Ratu Hemas yang sedang menerima kunjungan kenegaraan dari Pangeran Charles dan Putri Diana. Terlihat kalau keraton Yogyakarta masih dihormati dan diakui oleh kerajaan Inggris meskipun keadaanya sudah bersatu dengan NKRI.

Di Ruang Sasana Sekar Bawana ini ada satu lukisan tari – tarian yang begitu menonjol dan berdasarkan cerita mbak guide cukup mistis. Lukisan itu ada lukisan tari Bedaya Ketawang terlihat sedang ditarikan di hadapan Panembahan Senapati. Memang Bedaya Ketawang ini termasuk tarian yang sakral. Prosesi tarian ini biasanya ditarikan oleh 9 orang gadis. Percaya atau tidak bahwa di tengah-tengah tarian, Nyi Roro Kidul akan turut menari sebagai penari ke-10. Karena itu dalam lukisan, kehadiran Nyi Roro Kidul ditampilkan dalam bentuk penari ke-10 dengan agak samar di antara penari-penari lainnya.

Koridor yang memajang arca dewa dewi dari abad 8-9 Masehi difoto dari atas.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Koridor yang memajang arca dewa dewi dari abad 8-9 Masehi difoto dari atas.

Di penghujung tur Museum Ullen Sentalu, kami diajak menuju area terbuka yang terdapat bangunan mirip relief candi yang dipasang miring. Dijelaskan maksud dari pemasangan bangunan relief candi yang miring itu tadi untuk mengingatkan makin banyak generasi muda yang melupakan kebudayaan Jawa. Istilahnya untuk mengingatkan agar para generasi muda ini tidak lupa dengan kebudayaan tempat mereka tinggal, belajar dan menjadi dewasa. Di tempat ini juga lah kami bebas berfoto untuk kenang – kenangan.

Tur di Museum Ullen Sentalu memang sudah berakhir, tetapi jangan lupa masih ada dua tempat disini yang bisa didatangi, meskipun tidak masuk ke rangkaian tur dengan pemandu. Ada toko sovenir Muse buat yang ingin membawa buah tangan sebelum pulang, dan Restoran Beukenhof untuk yang ingin mengicip makanan dengan suasana cafe yang menyenangkan. Saya dan istri hanya sempat mencoba Restoran Beukenhof saja dan memesan salad juga minuman. Sebagian besar menu makanan yang tersedia disini adalah bergaya eropa. Saya sih tidak peduli makanannya apa, tetapi suasana cafe yang menyenangkan membuat saya ingin beristirahat sambil mengicipi masakannya.

Hae anak muda, jangan sampai lupa dengan kebudayaan tempat kamu lahir dan belajar berkembang! *nunjuk diri sendiri*
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Hae anak muda, jangan sampai lupa dengan kebudayaan tempat kamu lahir dan belajar berkembang! *nunjuk diri sendiri*

Santai dulu sambil nunggu pesanan di Restoran Beukenhof datang.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Santai dulu sambil nunggu pesanan di Restoran Beukenhof datang.

Museum Ullen Sentalu
Jl. Boyong Km 25, Kaliurang Barat, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Yogyakarta
(0274) 895161 / www.ullensentalu.com

Ps: Berlibur di Yogyakarta akan lebih effisien jika menginap di hotel yang berlokasi strategis, nyaman, dan pelayanannya ramah seperti di Hotel Gallery Prawirotaman. Berlokasi di derah Prawirotaman, banyak tempat menarik, kuliner enak dan pusat perbelanjaan berada dekat dengan Hotel Gallery Prawirotaman. Untuk mendapatkan diskon tambahan, pemesanan kamar bisa dilakukan disini.

***

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

31 Responses

  1. Betapa. Jawa itu memiliki kebudayaan leluhur yang kaya ya Mas, saya baru tahu ini aksara Jawa memiliki makna begitu dalam..

  2. Dita says:

    aku juga suka banget kesini, tapi aku gak brani motret2 di dalem….anaknya parnoan soalnyahh hihihi

    • Rijal Fahmi says:

      Hahah, emang kenapa kalau motret – motret? Kalau di dalem sih aku nggak berani, ini foto – foto aja minjem dari fanspage mereka X) keren lah ini museum tapi :D

  3. Gara says:

    Kereen! Aksara Jawa memang bersejarah sekali, setiap silabinya bahkan menyiratkan potongan episode cerita. Keren euy museumnya, dan saya punya banyak pertanyaan setelah membaca postingan ini, yang baru bisa terjawab apabila saya sendiri yang datang ke sana :hihi. Terima kasih telah membuat saya penasaran :hoho.

  4. ndop says:

    Wah pantesan kok gak ada foto penari2 ituuuh.. Ternyata emang medeni ya suasane.. wah kapan2 ke sini ah. Kemarin ke jogjanya kurang lama akunyaaa…

    • Rijal Fahmi says:

      Kamu harus banget kesini mas ndop~ meski agak serem sih x) tapi tenang ada mbak – mbak yang bakal memandu dan menemani selama di dalam museum ullen sentalu :D

  5. oka says:

    jogjja emang istimewah :D jadi pengen kesana nih next trip kalau ke jogja lagi .. salam kenal mas

  6. jadi pengen liburan kesana…super awesome keren…

  7. walley says:

    Sleman booo, lumayan jauh dari pusat kota ya, no wonder ini museum jarang banget kedengeran

  8. Lorongnya cakep banget! Sayang ya ga boleh motret di dalamnya :'(
    Mesti masuk list ini museum, buat next trip ke Jogja. Btw aku dulu pas SD pelajaran hanacaraka pasti nilainya jelek, huhuhuhu *buka aib*

    • Rijal Fahmi says:

      Nggak boleh foto kakaaa, biar menikmati dengan bener – bener selama didalam~ Jadinya ya dengerin guidenya dengan serius :D Aku dulu bahasa jawa selalu dapat nilai 6 –/ aku merasa gagal deh sebagai orang jawa tulen…

  9. hihhh,kalo inget ini aku masih sebel….kmrn outing kantor itu aku udh smngat bgt pilih museum ini utk didatangi…tapi temen2 kantor pd ga mau..katanya bosenin -__- Dasar mrk g ada jiwa sejarahnya samasekali :( ..jd kalah suara deh, g bisa kesini

  10. Agus says:

    serem2 gimana gitu ya bang.. gw kalo disuruh kesana mah ogah, takut diperkosa gendruwo..

  11. Beby says:

    Museumnya kok sereeem? Tapi dalemnya bersih ya, Bang.. :D

    Horeee.. Ganti tema nih. Enakan yang ini! :3

  12. Walter Pinem says:

    agak serem juga keliatannya, tapi asik ada di tengah2 alam.
    jadi ada niatan buat kesana nih, nice post :D

  13. jauharoh says:

    menurutku ini memang museum terbaik dan recommended buat dikunjungi kalau lagi di jogja. Ada guide nya jadi nggak sekedar jalan2 aja tp dpt ilmu. :)

  14. Justme says:

    “Mesin waktu itu bernama Ullen Sentalu”
    Bener banget mas, aku udah masuk ke museum ini 2X (dan akan nambah lagi) tiap kali ikut turnya selalu merasa sedang ada dalam lorong waktu.
    Banyak hal yang buat aku merasa ingin kembali ke tempat ini, ada “pesona misterius” yang tidak bisa kugambarkan dari tempat ini.
    Usut punya usut *berdasarkan info temen* walaupun museum ini merupakan museum seni dan budaya Jawa, tapi ternyata pendiri dan pengelolanya adalah orang keturunan Tionghoa asli. Keren kaaan :D

  15. Ceritaeka says:

    Hahaha… Aku juga suka banget sama Museum ini. udah beberapa kali balik dan nggak pernah bosaaaaan.

  16. Akhhh kereeenn! Akhhh kebetulan desember mo ksini klo jd! Akhhh tp juga dngr2 auranya mistis. Hehehe..

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: