Menikmati Sepi Di Tepi Barat Pulau Bali

Seharian penuh sudah, saya menjelajah Bali, membelah jalur tengahnya dengan New Daihatsu Terios. Sepanjang perjalanan, si mobil tangguh ini tidak pernah rewel, namun malah saya yang hampir tumbang karena kurang istirahat. Maklum, saya masih harus beradaptasi menjadi mas – mas kantoran, dan kerjaan sebagai Travel Blogger yang sering mobile.

“Wira, punya tolak angin nggak? Lupa enggak bawa nih?” Tanya saya ke Wira si empunya wiranurmansyah.com yang juga ikut dalam trip kali ini. Saya minta sebungkus tolak angin ketika, kebetulan kami sedang berhenti dan beristirahat sebentar di sebuah SPBU, yang ternyata berada tidak jauh dari The Menjangan Resort tempat kami menginap nanti. Kebodohan saya meman, kelupaan membawa tolak angin yang seharusnya menjadi item wajib para penyuka road trip jarak jauh.

Tanpa tolak angin, tubuh yang sudah lelah, menjadi semakin parah setelah dikocok sana – sini ketika melewati jalur Bedugul – Git Git yang agak ekstrim. Pun itu sebenarnya adalah jalur favorit saya kalau sedang bertualang di Bali karena berkelok – kelok dan menantang. Namun sepertinya saya harus menyerah kalau melewatinya lagi dengan menggunakan sebuah mobil. Untung saja saya naik menggunakan New Terios yang sudah teruji. Jadi tubuh yang sudah lelah ini tidak semakin luluh lantak berantakan.

The Menjangan Resort mempunyai pemandangan cakep seperti ini.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

The Menjangan Resort mempunyai pemandangan cakep seperti ini.

Di itinerary tertulis, kalau kami akan menghabiskan satu malam di The Menjangan Resort, yang mana meski sering saya dengar, tetapi saya belum tahu seperti apa resort yang satu ini. Bahkan saya mengira, kalau resort ini berada di Pulau Menjangan yang berada di Laut Bali, yang untuk mencapainya harus berlayar sebentar. Dalam kondisi tubuh yang prima, berlayar berhari – hari pun sepertinya tidak masalah. Tetapi dalam kondisi setengah masuk angin? Saya tidak tahu.

Untungnya, ternyata The Menjangan Resort ini tidak berada di Pulau Menjangan, meski masih berada di area Taman Nasional Bali Barat. Pintu masuk menuju resort sendiri berada tidak jauh, setelah beberapa saat memasuki kawasan taman nasional. Jangan bayangkan aspal mulus dengan lampu yang bersinar terang disana – sini. Untuk menuju Lobby The Menjangan Resort, Daihatsu New Terios harus melibas jalanan off road sekitar 10 menit perjalanan.

“Ini beneran resort? Gelap amat yak?” Gumam saya. Memang, meskipun katanya ini adalah salah satu tempat menginap berkelas di Bali, namun suasana disekitarnya begitu gelap – gulita. Tidak seperti beberapa hotel berbintang yang pernah saya inapi sebelumnya. Namun ternyata kondisi seperti ini adalah konsep dari The Menjangan Resort yang berada di tanah seluas 382 hektar. Mereka ingin membuat tamunya merasakan suasana alam Bali yang masih natural dan apa adanya, jadi mereka tidak banyak merubah kondisi alam sekitarnya. Hanya merubah seperlunya, sambil tetap merawat keasrian alam Taman Nasional Bali Barat.

Suasana lobi The Menjangan Resort ketika kedatangan tim test drive New Terios.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Suasana lobi The Menjangan Resort ketika kedatangan tim test drive New Terios.

Lobi hotelnya pun tidak lazim, seperti yang lainnya, terbuat dari kayu yang terbagi menjadi beberapa lantai. Lantai pertama adalah resepsionis, tempat menerima tamu, satu lantai diatasnya adalah tempat untuk sarapan pagi. Sementara sisa lantainya adalah tempat untuk bersantai sambil menikmati pemandangan sekeliling Taman Nasional Bali Barat. Tempat favorit saya sih lantai paling atas, tempat dimana saya bisa menikmati pemandangan taman nasional dalam sudut 360 derajat. Dari sini pula terlihat jelas Pulau Menjangan dan Gunung Ijen di kejauhan.

The Menjangan resort memang pantas kalau pernah menyandang penghargaan “Traveller’s Choice” pada tahun 2013 dari Trip Advisor. Begitu tim test drive New Terios datang, mereka lansung menyambut kami dengan kalungan bunga berwarna oranye, snack mirip lumpia yang berisi sayuran mentah, dan jus jambu segar kesukaan saya. Pun, sebagai traveler yang terlalu santai dan sederhana, saya merasa agak aneh ketika dikalungi bunga.

Mas Cumilebay yang senyam - senyum dikalungi bunga
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Mas Cumilebay yang senyam – senyum dikalungi bunga

Saking luasnya The Menjangan Resort, lokasi kamar dengan Lobi cukup jauh. Kebetulan saya waktu itu saya mendapatkan kamar di Monsoon Lodge. Cara untuk menuju kamar, ada dua pilihan. Cara pertama adalah dengan berjalan – kaki, menembus kegelapan malam taman nasional. Sementara cara kedua adalah dengan menggunakan mobil pickup yang telah dimodifikasi menjadi mobil double decker atau mobil dua tingkat.

Sebagian tamu bule mungkin bakal memilih cara pertama, mereka kan lebih suka jalan kaki kemana – mana. Namun, saya, sebagai orang Indonesia yang kebetulan sedang lelah memilih yang gampang saja. Duduk manis naik double decker menuju Monsoon Lodge adalah cara yang paling bijak waktu itu. Itupun memerlukan waktu tempuh sekitar 5 menit dengan mobil. Mungkin jika dengan cara berjalan kaki bakal memerlukan waktu sekitar 10-15 menit deh.

Kendaraan inilah transportasi selama di dalam The Menjangan Resort.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kendaraan inilah transportasi selama di dalam The Menjangan Resort.

Monsoon Lodge ini adalah salah satu area kamar yang dimiliki The Menjangan Resort, selain beberapa tipe yang lainnya yaitu Beach Villa yang berada di dekat pantai, dan The Menjangan Residence tipe yang paling mahal (sepertinya). Namun buat travel blogger seperti saya, bisa menginap di Monsoon Lodge adalah pengalaman yang menyenangkan.

Kamar di Monsoon Lodge ini dibuat mengelilingi kolam renang yang berada di tengah – tengahnya. Sementara lokasinya dikerubuti hutan alami Taman Nasional Bali Barat. Karena suasananya yang masih begitu alami, tidak perlu lagi memasang alarm untuk membangunkan ketika pagi tiba. Cuap merdu bunyi burung di pagi hari pasti bisa membangunkan siapapun seketika (kecuali saya).

Kira - kira mereka sedang ngobrolin apa ya di lobi Monsoon Lodge?
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kira – kira mereka sedang ngobrolin apa ya di lobi Monsoon Lodge?

Area Monsoon Lodge memiliki 14 kamar deluxe yang berukuran 50 meter persegi, dan 2 suite berukuran 75 meter persegi. Semuanya dilengkapi dengan AC, dan dengan sebuah bathub yang bisa membuat saya selalu ingin berendam sepanjang hari. Kasurnya kamar deluxe-nya juga sangat sukses membuat saya malas bangun pagi. Tidak ada siaran televisi disini, namun saya bisa menikmati film – film yang sudah tersedia disana.

Untungnya, meskipun sinyal smartphone kondisinya antara ada dan tiada, namun disini ada fasilitas wifi dengan internet yang lumayan kencang. Untuk para blogger banci sharing di social media, keberadaan wifi seperti ini pasti bikin kegirangan dong? #eh

Belum puas bobok – bobok santai menikmati kamar resort yang menyenangkan, saya harus segera beranjak untuk makan malam. Lokasi makan malam adalah di dekat pantai, cukup jauh dari Monsoon Lodge tempat saya berada, atau sekitar 10 menit naik mobil. Lagi – lagi saya harus naik mobil double decker, sambil menikmati kegelapan malam untuk menuju tempat makan malam. Oke, sepertinya saya mulai menikmati dan terbiasa dengan suasana malam dihutan seperti ini.

Menu makan malam The Menjangan Resort ini pasti sukses membuat siapapun yang lagi diet kelupaan. Sebagian besar menu makan malam adalah didominasi dengan menu seafood, sate lilit, hingga beberapa menu lokal khas Indonesia. Kebab atau barbeque adalah yang paling banyak saya makan waktu itu, tidak lupa juga udang-nya yang dimasak setengah matang adalah favorit saya. Kalau saja tidak ingat kolesterol, pasti saya bakalan makan tanpa henti.

Saya lupa, habis berapa piring ya? menu seafood pasti saya lahap!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Saya lupa, habis berapa piring ya? Menu seafood pasti saya lahap!

Memang menikmati makan malam di dekat laut, ditambah dengaan hiburan tari – tarian bali juga lagu – lagu daerah membuat suasana semakin menyenangkan. Kondisi tubuh saya yang sebelumnya hampir mabuk dan masuk angin sudah tidak terasa lagi. Entah karena malam yang menyenangkan, atau memang saya yang sudah kekenyangan?

Apapun, yang jelas saya begitu menikmati suasana malam di The Menjangan Resort waktu itu. Kalau saja keesokan harinya tidak ada aktifitas, saya pasti begadang menikmati malam panjang di tengah taman nasional ini. Namun, keesokan hari sebagian besar tim test drive New Terios memiliki beberapa kegiatan. Ada yang diving dan snorkeling di sekitar Pulau Menjangan, ada juga yang berkeliling disekitar taman nasional untuk sesi fotografi dengan New Terios.

Karena saya sudah sering snorkeling di sekitar Pulau Menjangan, kali ini saya lebih memilih untuk sedikit menjelajah di sekitar Taman Nasional Bali barat, sambil mengikuti sesi pengambilan foto si sahabat petualang, New Terios. Di pengujung acara, keputusan saya itu ternyata adalah tepat. Karena salah satu foto yang saya ambil ternyata memenangkan juara pertama kompetisi foto yang diadakan pada acara test drive New Terios kali ini.

Yang Saya Suka Dari The Menjangan Resort?

  • Pagi hari disini begitu menyenangkan, karena begitu bangun terdengar suara burung yang bikin pengen tiduran di kasur nggak kemana – mana~
  • Makanannya enak, seafood semua! *iya, saya kan doyan banget sama seafood*
  • Meskipun resort, ada internetnya! Kerenlah untuk manusia yang susah lepas dari internet seperti saya :P
  • Bathub-nya yang tidak biasa, entah terbuat dari batu apa, tetapi yang jelas bikin betah buat berendam lama – lama.

 

 

Yang Enggak Saya Suka Dari The Menjangan Resort?

  • Kenapa saya nggak hanimun kesini saja ya dulu? :|
  • Masih dicari – cari nih, belom nemu yang nggak disuka dari The Menjangan Resort. Mungkin kalian bisa coba booking disini deh (klik), dan mencoba menginap beberapa malam. *ps: Pesan menggunkanan link tersebut akan memberikan sedikit komisi untuk saya, namun tidak ada tambahan harga, bahkan mungkin kadang akan dapat diskon :)*

The Menjangan Resort

West Bali National Park, Jl. Raya Gilimanuk Singaraja Km 17 desa Pejarakan, Buleleng 81155, Bali – indonesia
Telp: +62-362-94700 Fax: +62-361-775-222
Email: [email protected]
Website : www.themenjangan.com

Suasana Disekitar The Menjangan Resort

Ruang tamu monsoon lodge dengan sofa dan buku - buku.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ruang tamu monsoon lodge dengan sofa dan buku – buku.

Makan malam yang dihibur dengan live music lagu - lagu daerah.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Makan malam yang dihibur dengan live music lagu – lagu daerah.

Jalanan di dalam resort tidak beraspal dan tanpa penerangan.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Jalanan di dalam resort tidak beraspal dan tanpa penerangan.

Ini tempat favorit saya bersantai di The Menjangan Resort.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ini tempat favorit saya bersantai di The Menjangan Resort.

Ada juga ranch lengkap dengan Kudanya, namun kemarin dipake untu sesi foto - foto.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ada juga ranch lengkap dengan Kuda-nya, namun kemarin dipake untuk sesi foto – foto.

Siapa tahu bisa ketemu dia, binatang apa sih ini?
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Siapa tahu bisa ketemu dia, binatang apa sih ini?

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

29 Responses

  1. Ah Menjangan Resort, pernah nginep disini dua kali di tahun 2006, pengen kesana lagi one day….dari review nya keknya masih ok bangeth :-)

    * * *
    Riga Market: The Biggest Market in Europe

  2. Sumpah tempat ini kece banget, aku suka dan harus nya menginap 4 hari 3 malam biar puas tp bukan ama kalian melainkan ama ayank2 peyang aja biar bisa mesum hahaha.

  3. Wahh kayanya asik banget tempatnya, walaupun keliatan nyaman dan modern resortnya tapi suasana original balinya tetep ada. Harus dicoba nih hehehe

    Angklung for the World

  4. Aish aku masih mau kok ama kalian, kan aku sayang kalian #peres jadi kapan kita kemana bersama2 ????

  5. Dita says:

    itu kak Cumi mukanya bahagia banget pas dikalungin bunga x))))

  6. Goiq says:

    Waah kece resort nya

  7. Ini pulau resort macam pulau bidadari di kep seribu ya kak?

  8. Elangg says:

    Beruntung banget bisa ikut test drive Terios, menikmati Menjangan Resort sama dapet juara foto session lagi, ngenvy lah mas! Hahaha ada mas cumilebay, kayaknya mukanya bahagia banget, habis minum tolak angin juga kali ya :D

  9. Ahmed Tsar says:

    Otak saya langsung gambarin, Tepi barat Pulau Bali dimana? seberang Banyuwangi kah? Kalau Menjangan Resort letaknya di tengah hutan, nggak nyoba hunting lihat2 hewan menjangan gitu Bro?

  10. Agita Violy says:

    dari sekian peserta yang ikutan test drive, kenapa yang kamu perhatikan hanya om cum aja, kak? *ngikik*

  11. Amazing resort! Kira-kira Catperku.com mau gak ya nyeponsorin saya nginep semalam di sana? :D

  12. Gery says:

    Surga banget ya mas ~
    Semoga bisa ke sana suatu hari nanti. Aamiin hehe

  13. dhika says:

    Mantap Mas tempat wisatanya.. jossss

  14. Adhi Nugroho says:

    Salam kenal om Fahmi,

    Snack vegetarian itu kalo gak salah namanya Spring Roll. Memang di Indonesia namanya Lumpia. Yang vegetarian, namanya Vegie Spring Roll, yang dibungkus telor namanya Egg Roll.. hehe..

    Oh ya, untuk ikan di foto namanya Ikan Glodok atau Gelodok. Di bahasa bule namanya mudskipper. Mungkin di situ banyak mangrove, jadi dia demen di situ…:)

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: