Mengunjungi Pasir Berbisik Gunung Bromo

Pasir Berbisik Gunung Bromo adalah salah satu bagian  unik dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Yaitu berupa padang pasir yang berada di ketinggian lebih dari 2000 mdpl

Pasir Berbisik Gunung Bromo, Petualangan Pun Dimulai!!

Pertigaan Bromo – Semeru adalah pintu masuk menuju padang pasir bromo jika datang dari arah Tumpang, Malang. Dari pertigaan ini jika ambil jalan lurus kita akan sampai ke ranu pane, pos pertama pendakian ke gunung semeru. Sedangkan jika belok kiri akan melewati lembah teletubies hingga akhirnya sampai ke Pasir Berbisik Gunung Bromo.

Jangan kaget kalau jalur yang dilewati akan sedikit rusak, bahkan beberapa ada rusak parah. Dua kali saya lewat jalur ini, satu kali saya dibuat nyungsep, sepeda motor yang saya kendarai terjatuh. Akibat kecerobohan saya juga sih sebenarnya, mengendarai sepeda motor dengan satu tangan saja. Yah bagaimana lagi, saking senengnya, tangan yang satunya begitu gatal merekam lansekap Pasir Berbisik Gunung Bromo.

Diujung padang savana Lembah Teletubies, Pasir Berbisik Gunung Bromo yang sepi sudah menanti. Sesekali akan terdengar suara sepeda motor trail yang meraung-raung dari kejauhan. Mereka adalah penikmat adrenalin, menikmati kecepatan tinggi bagaikan candu diatas pasir berbisik. Kata seorang teman saya, sepeda motor trail tadi memang banyak disewakan di kota malang untuk para penikmat adrenalin, melewati jalur Malang – Tumpang – Bromo.

Saya juga tidak mau kalah, meskipun hanya menggunakan sepeda motor matic. Mencoba sedikit atraksi dengan memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi di atas Pasir Berbisik. Akibatnya sesekali saya harus menyeimbangkan sepeda motor saya karena melewati pasir yang lunak. Saya tidak mau nyungsep untuk kedua kalinya dilautan pasir.

Pasir Berbisik Gunung Bromo yang begitu menggoda untuk memacu adrenalin :)
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Pasir Berbisik Gunung Bromo yang begitu menggoda untuk memacu adrenalin :)

Pasir Berbisik Gunung Bromo ini sebenarnya adalah kaldera raksasa, bagian dari kawasan pegunungan tengger yang diameternya sekitar 8-10 Km. Jadi ketika berada di lautan pasir, sebenarnya saya sedang berada di area pegunungan tengger yang beberapa gunungnya masih sangat aktif. Entah bagaimana jika tiba – tiba gunung tadi meletus, sedangkan saya sedang asik bermain di padang pasirnya. Hiii! Mau lari pun pasti tidak sempat, karena desa terdekat yaitu Cemoro Lawang masih berjarak beberapa kilometer.

Di Pasir Berbisik Gunung Bromo ini juga pernah digunakan untuk pengambilan gambar film Pasir Berbisik, makanya tempat ini menjadi terkenal. Seperti Kawah Putih Ciwidey yang menjadi terkenal karena film Heart. Tapi saya tahu keberadaan padang pasir ini ketika trekking dari Cuban Pelangi sampai Gunung Bromo pada tahun 2009 lalu. Hingga akhirnya mempunyai ide untuk naik sepeda motor melewati padang pasirnya.

Waktu terbaik untuk memacu adrenalin di Pasir Berbisik Gunung Bromo adalah ketika sudah memasuki musim hujan. Padang pasir tidak akan terlalu berdebu seperti ketika musim kemarau. Selain itu akan mendapatkan bonus pemandangan padang savana menghijau di Lembah Teletubies. Tertarik untuk mencoba? Pesan saya cuma satu, jangan buat jalur sendiri, lewati jalur yang sudah disediakan. Lebih aman dan tidak akan merusak padang savana. Happy Adventure!!

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

29 Responses

  1. Adie Riyanto says:

    Adie <– orang Jawa Timur tapi belum pernah ke Bromo ;'(

  2. Adie Riyanto says:

    ntar klo suatu saat ke Bali lagi, minta tanda tangannya ya kakak hahahaha, bukune informatif beut :)

  3. Ketika menungunjungi Bromo untuk pertama kalinya saya belum sempat ke Pasir Berbisik. Lain kali harus ke sana nih

  4. pasir berbisik..bisikannya begitu menggoda..membuat saya juga ingin mencobanya suatu waktu nanti :)
    salam hangat selalu dari Makassar ;)

  5. LJ says:

    sudah banyak mendengar cerita teman2 ttg keindahan bromo, entah kapan nyampe di sana. :)

  6. Bener banget bro, saking luasnya saya juga asyik bermain disana menggunakan motor matic yang saya tumpangi, supaya tidak sampai jatuh saya mengikuti jalur yang ada dan menurunkan kedua kaki saya dengan tidak menapak di clearance motor matic dengan tujuan untuk menyeimbangkan motor, sempat juga membuat lingkaran crop circle di pasir… Sungguh pengalaman luar biasa mengendarai kendaraan di padang pasir bromo menuju malang melewati bukit teletubbies menuju ranu pane… :)

    • byteeater says:

      lhaa, seru kaaan! tapi lewat jalur yang udah ada aja ya, jangan buka jalur baru, kasihan tumbuhan paku nya. saya belom sampe ranu pane nih ==

  7. Seru bangeeeeeet! Iya, sangat disarankan untuk melewati jalur yang sudah ada, supaya meminimalisir deteriorasi dari orisinal landscape disana masbro… Saya sempet mengabadikan tumbuhan paku yang masih digelayuti oleh ribuan tetesan embun di percabangan di setiap ranting-rantingnya. Tapi yang disayangkan, saya tidak sempat ke air terjun Madakaripura karena sudah terlalu sore dan cuaca tidak mendukung. Semoga di lain kesempatan bisa ke Madakaripura dan travelling bareng kita bro…

    • byteeater says:

      Nah bener, boleh traveling tapi jangan sampai merusak alam :) oke sip, kalau mampir ke bali boleh kabar – kabar. kita traveling bareng (kalau pas libur atau weekend), atau kalau ke bromo lagi :D.

  8. Ivan Prakasa says:

    Eh loh bedanya pasir berbisik gunung ini ama gunung bromonya apa sih?
    Kalo mendaki gunung bromo ga perlu jalan kaki ya? bisa naik kendaraan?

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      bedaa, kalau gunung bromo itu ya gunungya, sementara pasir berbisik itu padang pasir luas yang berada di dekat lereng gunung bromo. kalau gak salah itu sisa letusan pegunungan tengger kuno sih hehee. terus kalau mendaki bisa naik kuda sampai tangga terus lanjut jalan kaki sampai puncak, atau jalan kaki aja ga pake naik kuda :D

  9. Paket Wisata Bromo says:

    Hmm Bromo memang gak ada matinya, tempat dan lokasi wisatanya sangat spectakular, terimakasih ya atas kunjungannya ke Gunung Bromo di kawasan kami,, salam kenal dari team wisata Bromo …. ^_^

  10. ochimkediri says:

    kalo lewat purwodadi jalannya gimana mas?saya mau kesana dgn temen yang sama2 belum pernah ke bromo. penunjuk jalannya jelas kan ya?

  11. bromo tour says:

    Lewat mana aja semua asyik namanya jalur alam pasti seru..tapi kalau menurut aq seh paling aman dan jalur mudah ya via probolinggo..

    Selain itu via probolinggo paling banyak tersedia penginapan..

    Ok salam knal semua ;)

  12. travel bromo says:

    Satu lagi..lewat pasuruan kalau musim kemarau sebaiknya dihindari..rawan begal..sudah banyak kejadiannya.

    thanks sudah boleh gabung.

  13. Raleopaq says:

    Sudah lama kuliah di Malang, tapi belum pernah ke Bromo.
    Ah pengen lihat langsung sunrise di Pananjakan, pasir berbisik dan bukit teletubbies

  1. March 1, 2013

    […] Mengunjungi Pasir Berbisik Gunung Bromo […]

  2. July 28, 2013

    […] akhirnya saya sampai di Kota Malang ketika hari sudah gelap. Capek banget, sempat nyungsep juga di padang pasir Bromo karena terlalu bersemangat. Tapi tetap saja, akan selalu ada Mission Is Possible Berikutnya. Jalur […]

  3. October 11, 2013

    […] Ya! desa ini memang menarik, tapi,,, tunggu dulu!! setelah melewati desa Ngadas masih ada lagi yang lebih menarik! Sebuah lembah dan bukit, yang sudah terkenal dengan nama bukit teletubies. […]

  4. October 31, 2013

    […] pendakian ke Semeru, sementara newbie yang baru mengenal alam seperti kami hanya berani melakukan trekking ke bromo, well maybe next time ke Semeru-nya kalo cuti karyawan tidak hanya 14 hari dalam setahun, tetapi […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: