Mendadak Taman Mini Indonesia Indah!

Sekarang saya tahu, kenapa orang Jakarta yang lagi liburan ke Bali itu senengnya poool! Maksimalin senengnya deh! Di Jakarta itu bingung mau kemanaaa~~ (T_T). Apalagi ketika liburnya cuma sehari dan berada di tengah minggu. Mau jalan ke Monas bosan karena cuma itu – itu saja, ke mall udah keseringan. Bahkan sampai titel anak pantai sudah saya lepaskan sementara, karena sekarang saya lebih sering ke Mall dari pada ke pantai.

Karena itu, liburan  di Jakarta itu harus dipaksa kreatif untuk mengetahui tempat – tempat menarik yang bisa dikunjungi. Kebetulan saya menemukan salah satu tempat menarik di Jakarta Timur karena saran dari pacar. Taman Mini Indonesia Indah, itulah nama tempatnya. Sebuah theme park yang lumayan besar, yang didalamnya terdapat replika pulau pulau di Indonesia.

Liburan Ke TMII Yang Tak Terduga

“Say, jadinya kita hari ini kemana? Mau ke Turki enggak bisa nih, jet pribadi lagi masuk bengkel, apa ke Ragunan aja sekalian kuliner? *terus dikeplak pacar*” Pesan singkat dikiriim~~

Kira – kira begitu isi pesan singkat saya kepada si pacar yang sedang naik Transjakarta dan berjuang melewati banjir ibukota yang mulai menyerang.

“Udah, ke TMII aja, itu Taman Mini Indonesia Indah, belum pernah kesana kan?” Saya mendapatkan pesan singkat dari si pacar yang ternyata ingin ke TMII.

Siapa bilang di Jakarta belum ada monorail? Nah loh, ini apa?
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Siapa bilang di Jakarta belum ada monorail? Nah loh, ini apa?

Saya memang belum pernah datang ke TMII sebelumnya, percobaan pertama saya untuk mengunjungi TMII ketika study tour waktu SMA gagal. Waktu itu saya lebih memilih membeli handphone baru dari pada menggunakannya untuk membayar study tour ke Jakarta. Kali ini karena kebetulan saya sedang menjadi penduduk ibu kota untuk sementara, Taman Mini Indonesia Indah tidak boleh saya lewatkan.

Dari pusat kota Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah hanya memerlukan sekitar satu jam perjalanan ketika tidak ada halangan (baca : macet). Dengan sepeda motor matic, saya mengarah menuju Jakarta Timur, tempat dimana TMII berada. Seperti biasanya, di Jakarta yang tidak terlalu ramah untuk sepeda motor ini, saya selalu ber-navigasi menggunakan GPS yang ada di smartphone anti nyasar saya :D

Pintu Masuk Taman Mini Indonesia Itu Gedee!

Kalau melihat pintu seperti ini, ingat! Ini bukan pintu masuk jalan tol, tetapi pintu masuk ke Taman Mini Indonesia Indah.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kalau melihat pintu seperti ini, ingat! Ini bukan pintu masuk jalan tol, tetapi pintu masuk ke Taman Mini Indonesia Indah.

Sebagai taman hiburan pertama yang pernah saya masuki di Jakarta, pintu masuk dari TMII itu besar sekali! Modelnya mirip dengan kebanyakan pintu masuk jalan tol. Bedanya ini lebih keren, dan sepeda motor bisa masuk setelah dipalak sebesar IDR 26.000 untuk mengganti secarik kertas yang bertuliskan “Tanda Masuk Taman Mini Indonesia Indah”. Oke, sebenarnya saya memang enggak dipalak, tapi masuk ke TMII memang harus membeli tiket masuk ya! Enggak ada yang gratis kok di dunia ini, kencing aja bayar loh :p

Segera saya mencari tempat parkir karena ingin berkeliling dengan berjalan kaki, seperti yang biasa saya lakukan ketika traveling. Buat saya, traveling adalah kesempatan untuk banyak – banyak berolah raga, refreshing setelah hampir setiap hari saya menjadi #corporateslave yang dipaksa selalu duduk didepan laptop.

Taman Mini Indonesia Indah Yang Super Luas!

Karena ini kali pertama saya mengunjungi TMII, saya enggak pernah membayang kan betapa luas lokasinya. Saya pun dibuat kaget ketika melihat peta detail dari Taman Mini Indonesia Indah. Dari peta, saya mengetahui kalau ada banyak museum dan tempat menarik yang merupakan replika dari seluruh tempat di Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk berlibur sambil belajar.

Contohnya Baru berjalan beberapa meter dari tempat parkir saya sudah melihat ada Museum Indonesia yang arsitekturnya mirip dengan gaya bangunan yang ada di Pulau Dewata. Oh yeah! Museum ini seketika membuat saya kangen dengan Bali dan segala cerita di dalamnya.

Museum Indonesia, arsitekturnya menggunakan gaya arsitektur Bali
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Museum Indonesia, arsitekturnya menggunakan gaya arsitektur Bali

Berlanjut beberapa langkah saya bisa mengunjungi miniatur Candi Borobudur yang sudah lama sekali tidak saya kunjungi. Padahal ketika masih kecil dulu saya sering diajak oleh ibu saya untuk berdarma wisata ke candi yang berada di Magelang itu. Lain dengan dua lokasi yang berhasil membuat saya bernostalgia dengan kenangan lama, saya menemukan tempat yang sering membuat saya betah untuk berlama – lama.

Disini saya juga menemukan perpustakaan TMII dengan koleksi buku yang kebanyakan tidak akan bisa saya temukan di toko buku. Setumpuk harta karun buku di TMII, begitu saya menyebutnya. Memang saya ini sebenarnya seorang kutu buku yang doyan berlama – lama di perpustakaan. Jadi, kalau ketemu dengan yang namanya perpustakaan, saya pasti menyempatkan mampir, meskipun untuk sekedar melihat koleksinya.

Pengen lihat Borobudur enggak perlu jauh - jauh datang ke Magelang :D
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Pengen lihat Borobudur enggak perlu jauh – jauh datang ke Magelang :D

Dibikin ngiler sama koleksi perpustakaan Taman Mini Indonesia Indah
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Dibikin ngiler sama koleksi perpustakaan Taman Mini Indonesia Indah

Kalau ada yang tahu buku - buku seperti ini ada di toko buku kasih tau saya ya :D
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kalau ada yang tahu buku – buku seperti ini ada di toko buku kasih tau saya ya :D

Selain itu, dari beberapa lokasi di TMII yang saya datangi secara acak, Museum Iptek adalah tempat yang paling ingin saya kunjungi. Karena selain writer wannabe, saya adalah seorang engineer yang doyan dengan segala macam keunikan teknologi, dan tempat seperti Museum Iptek adalah wajib hukumnya untuk saya datangi.

Tertipu Dengan Tulisan “Parkir Gratis”

“Parkir Gratis” Tulis disebuah papan yang menandakan kalau di tempat itu adalah tempat yang benar untuk memarkir sepeda motor saya. Waah, enak sekali ya? Baru kali ini saya tahu ada tempat parkir gratis di Jakarta.  Apalagi ini adalah tempat wisata yang notabene cukup terkenal di Jakarta. Karena itu tanpa ragu saya segera memarkir sepeda motor di tempat itu.

Anehnya, setelah memarkir sepeda motor, ada seorang petugas yang mencatat nomor sepeda motor saya, dan kemudian menyerah kan secarik kertas yang bertuliskan nomor sepeda motor itu kepada saya.

“Oh, oke mungkin kertas ini biar lebih aman saja, dan mempermudah untuk pengecekan ketika saya keluar nanti” Pikir saya waktu itu.

Namun ternyata semua anggapan saya itu meleset ketika saya mengambil motor, karena ingin menuju Museum Iptek yang lokasinya berada agak jauh dari tempat parkir depan ini. Setelah dengan santai saya menyerahkan kertas yang bertuliskan nomor sepeda motor saya, si petugas bilang.

“Dua ribu mas” Kata si petugas yang menjaga parkir.

Sejenak saya terdiam dan berpikir, “Oh apakah petugas ini enggak bisa baca tulisan parkir atau papan bertuliskan Parkir Gratis tadi hanya ilusi saya belaka?”, Hemm, sepertinya tidak mungkin kalau petugas tadi enggak bisa baca, dan saya yakin sedang tidak dalam kondisi mabuk atau ber-ilusi. Namun, karena tidak mau berburuk sangka atau bikin ribut, saya pun segera membayar dan nyelonong pergi menuju Museum Iptek saja.

Selain tragedi "Parkir Gratis", melihat beberapa fasilitas TMII yang rusak seperti ini juga kurang menyenangkan :(
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Selain tragedi “Parkir Gratis”, melihat beberapa fasilitas TMII yang rusak seperti ini juga kurang menyenangkan :(

Oh well, dua ribu rupiah memang bukan seberapa, namun alangkah lebih baik kalau tulisan “Parkir Gratis” tadi tidak ada saja, daripada nge-PHP-in (red: Pengharapan palsu) para pengunjung baru seperti saya :D. Bisa gawat dong, kalau ada pengunjung yang enggak mau datang lagi ke Taman Mini Indonesia Indah? Untungnya Taman Mini Indonesia Indah terlanjur menarik hati saya, paling tidak koleksi buku yang menarik dan tawaran keliling Indonesia dalam seharinya akan membuat saya sering berkunjung ke TMII.

PS : Selalu pegang teguh prinsip Ecotourism, jangan pernah merusak atau mengotori alam, Jaga Untuk Anak Cucu Kita. Belum tahu apa itu ecotourism? baca disini (Eco Traveling yaa, Bukan Ego Traveling!!!)

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

5 Responses

  1. Halim says:

    Hahaha itulah Indonesia, banyak gebetan yang suka main PHP di mana-mana #ehh.
    Dari dulu yang paling berkesan di TMII itu bangunan puri ala Disneyland nya, nggak kebayang di tahun 90-an udah tercipta wahana segitu canggih, punya kereta gantung kaya Genting. Wow banget… sayang wahana TMII kalah pamor sama Ancol dkk yang tambah populer gara-gara sinetron si Manis >_<

  2. Hahahahahhaa jadi malu nich gw, bertahun2 tinggal di jakarta tapi ngak perna muterin TMII. Beberapa kali ke TMII hanya kondangan aja di padepokan pencak silat atau mesjit at tin :-)

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: