Lawang Sewu Ternyata Tidak Seseram Itu!

“Lawang Sewu ya? Yang katanya banyak hantunya itu ya?”

“Lawang Sewu? Gedung di Semarang yang berhantu itu kan?”

Dan seterusnya~

Entah siapa yang memulai, dan siapa juga yang memberi tahu kalau Lawang Sewu yang merupakan salah satu tempat wisata di Semarang ini adalah destinasi wisata berhantu. Saya tidak mau menyebut kalau Lawang Sewu adalah tempat wisata yang berhantu. Karena kalau dilihat dari jauh, sebenarnya nggak serem-serem amat sih :)

Lawang Sewu dari arah Tugu Muda ketika malam hari
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Lawang Sewu dari arah Tugu Muda ketika malam hari

Hingga akhirnya setelah beberapa kali kunjungan ke Kota Semarang, saya mampir juga ke Lawang Sewu. Sebelumnya saya hanya suka numpang lewat, menerawang dari jauh atau mengabadikan Lawang Sewu dari Tugu Muda yang selalu ramai dengan anak muda ketika malam minggu itu.

Kemarin, saya akhirnya bisa melihat dari dekat, dan blusukan ke dalam Lawang Sewu. Agak kaget juga setelah tahu kalau Lawang Sewu ini areanya cukup luas. Dari depat tampak terlihat gedung yang berdiri kokoh, ternyata di bagian tengahnya adalah area terbuka dengan pepohonan rindang.

Area terbuka ditengah Lawang Sewu yang asik untuk bersantai
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Area terbuka ditengah Lawang Sewu yang asik untuk bersantai

Memang saya jarang membaca sejarah nasional, karena saya lebih suka sejarah perang dunia. Namun, karena berkunjung ke Lawang Sewu, saya jadi mengetahu beberapa fakta sejarah yang unik. Seperti ternyata tempat yang lebih dikenal oleh sebagian besar orang sebagai tempat yang berhantu ini dulunya adalah sebuah perusahaan per-keretaapian swasta.

Perusahaan itu adalah Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Perusahaan ini adalah perusahaan swasta pertama yang mengoperasikan kereta api di Hindia Belanda untuk pertama kalinya. Dan, Lawang Sewu ini dibangun pada tahun 1900-an untuk kemudian di gunakan sebagai kantor pusatnya.

(Baca Juga : Klenteng Sam Poo Kong, Bukti Jejak Laksamana Ceng Ho Di Semarang)

Terus terang, saya bingung, dimana sih bagian horrornya Lawang Sewu? Ada yang bilang di bagian ruang bawah tanah yang sekarang tertutup untuk umum karena masih dalam renovasi. Ada juga yang mengatakan kalau desainnya yang memiliki banyak pintu menimbulkan kesan angker. Saya merasa baik-baik saja ketika masuk kedalam bangunannya.

Atau memang saya tidak peka terhadap hal mistis? Entah lah…

Dari sepengetahuan saya, desain Lawang Sewu yang memiliki banyak pintu ini adalah karena zaman belanda dulu belum ada Air Conditioner. Jadi arsitekturnya yaitu Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag dengan pintar mendesain Lawang Sewu sedemikian rupa, sehingga tanpa AC pun gedung ini tetap sejuk. Well, bisa dibayangkan dong gimana panasnya Kota Semarang tanpa AC?

Harga tiket masuk ke Lawang Sewu adalah IDR 10.000 untuk Dewasa, IDR 5000 untuk Anak dan IDR 5.000 untuk pelajar. Nggak terlalu mahal untuk sebuah pengalaman menyenangkan didalamnya. Apalagi selama di dalam area, ada pemandu yang siap untuk menjelaskan sejarah dan fakta dari Lawang Sewu.

Memasuki area Lawang Sewu, ada tiga area yang menjadi favorit saya. Pertama adalah bagian tengah dimana saya bisa mendapatkan udara segar dan bersantai. Kedua, bagian ruangan yang mempertunjukkan foto-foto kereta api di era Hindia Belanda dan era sebelum kemerdekaan. Ketiga adalah bangunan utama dengan desain banyak pintunya yang unik.

Bangunan utama Lawang Sewu ini adalah berupa bangunan dengan tiga lantai yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri. Yang menarik adalah ketika saya masuk ke bangunan utama, dan mulai naik lewat tangga besar ke lantai dua, diantara tangga tadi akan terdapat sebuah kaca besar.

Pada kaca besar tadi memperlihatkan gambar dua orang wanita muda yang konon orang Belanda, dan tentu semuanya terbuat dari gelas. Tetapi jangan kaget ya kalau ada banyak yang berfoto di tempat ini, karena memang tempatnya cukup Instagram-able.

Kaca besar yang memperlihatkan gambar dua wanita muda Belanda dan semuanya terbuat dari gelas
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kaca besar yang memperlihatkan gambar dua wanita muda Belanda dan semuanya terbuat dari gelas

Sementara itu, dari semua ruangan yang saya masuki di Lawang Sewu, ruangan yang terdapat foto-foto kereta api jaman dulu adalah yang paling betah membuat saya berlama-lama untuk menikmatinya. Soalnya dari dulu saya memang suka dengan kereta api. Bahkan, ketika liburan ke Jepang dulu, saya sampai belain naik belasan kereta api yang menarik di sana.

Beberapa foto lokomotif kuno seperti Lokomotif C53, Lokomotif DSM 35, dan Lokomotif DD 52 hingga foto penggunaan kereta api pada jaman sebelum kemerdekaan ada di ruangan ini. Menurut saya, siapapun asal seorang penggemar kereta api, pasti matanya pasti berbinar ketika mengamati setiap foto yang ada di ruangan penuh nostalgia kereta api ini.

Saya pun begitu, lebih banyak menghabiskan waktu disini daripada menjelajah bagian lain bangunan utama Lawang Sewu. Kira-kira saya menghabiskan lebih dari 30 menit hanya untuk menikmat setiap detil foto dan penjelasan yang terdapat di dekatnya.

(Baca Juga : Semalam Di Novotel Semarang)

Foto para tentara hindia belanda yang sedang naik kereta api
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Foto para tentara hindia belanda yang sedang naik kereta api

Selain foto-foto kereta api jadul, fakta unik lain dari bangunan utama Lawang Sewu adalah ternyata kalau jumlah pintu dan jendela yang ada di sana tidak benar-benar seribu. Padahal kalau diartikan secara harfiah, Lawang Sewu itu berarti “Seribu Pintu”. Faktanya jumlah total yang ada hanyalah 429 buah saja.

Lebih detail, pemandu saya hari itu memberikan informasi kalau di bangunan Lawang Sewu terdapat sebanyak 429 buah pintu, dengan jumlah daun pintu lebih dari 1.200. Wow, serius ada sebanyak itu disana? Well, saya nggak beneran ngitung sendiri sih! Kalau nggak percaya, silahkan datang saja ke Kota Semarang, dan mulai menghitung jumlah pintu di Lawang Sewu.

Tempat wisata di Semarang ini berada di dekat jalur tersibuk di semarang
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Tempat wisata di Semarang ini berada di dekat jalur tersibuk di semarang

Beberapa jam menghabiskan waktu berkeliling salah tempat wisata di Semarang yang keren ini, saya tidak merasakan suasana horror sedikitpun. Sebaliknya, saya malah mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai sejarah kereta api di Indonesia sejak zaman Hindia Belanda.

Mungkin saja itu karena saya berkunjung ke Lawang Sewu di siang bolong, sehingga kesan seram Lawang Sewu hilang? Apapun alasannya, tempat wisata di Semarang yang satu ini adalah tempat menarik untuk liburan, berburu foto untuk Instagram sambil belajar sejarah. Lupakan kesan seram tempat ini, karena memang sebenarnya Lawang Sewu tidak seseram itu!

Siapa yang setuju!?

Perjalanan ini disponsori penuh oleh Kementerian Pariwisata Indonesia (indonesia.travel). Kalian bisa melihat foto-foto perjalanan ini di akun social media seperti Twitter @catperku dan Instagram @catperku dengan hashtag #PesonaIndonesia #SaptaNusantara #INATopBucketList

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

55 Responses

  1. Putrinyanormal says:

    Curang punya foto yang malemnya -________-

  2. aku baru sekali ke Lawang Sewu, waktu itu ada pameran dari KAI. :D
    sempet muter-muter sebentar di sana. tempatnya bagus. tapi aku nggak nemu kayak foto mas Fahmi yang ada jendela gede itu -_-

    btw, komen pertama nih.
    PERTAMAX GAN!

  3. Lawang Sewu malah terlihat unik dan sangat bagus untuk tempat berburu foto :-)
    Apalagi foto di antara pintu-pintu :-D

  4. Relatif sih Mas, kalau saya ngajak teman yang punya indra keenam, pasti dia cerita aneh2 sepulangnya dari sana hahaha :D

    • hahaa, jangan gituu, nanti pada nggak mau main ke lawang sewu~~ kesannya lawang sewu itu kan selalu seram yah. Padahal dibalik itu ada banyak cerita sejarah yang bisa dinikmati. Aku nggak mau ah nanti jalan sama yang punya indera ke enam :D

  5. Rico Sinaga says:

    Malah indah banget yah kak malam hari :)

  6. Miftah says:

    Wuihh…
    Saya dulu sempet main ke sini, tapi ga jadi masuk, cuman di luar aja duduk2 ama temen hehe
    Katanya dulu bekas penjara Belanda gitu ya mas?

    • bukan bekas penjara sih kalau dari sejarah yang aku baca. Cuma pernah dipakai sebagai penjara dan arena pertempuran saja kayaknya. Kalau aslinya ya kantor perusahaan kereta api pertama di hindia belanda :D

  7. kalo malem tetep kok bawaannya merinding :D

  8. Dita says:

    fotonya kece kaaak! trus ini kesannya dari siang sampe malem di lawang sewu melulu hihihi :D

    dan berhubung aku udah pernah masuk ke sini trus parno, kayaknya gak mau deh kalo disuruh masuk lagi. Cukup sekali ajaaaa

  9. Aku sekali ke lawang sewu tapi ngak masuk, lebih tertarik makan sego campur dibelakang nya dan uenak banget

  10. Bro says:

    iya, sekarang udah gak serem lagi, malah terlihat megah saat malam hari karena lampu lampunya, tapi kalau masuk di ruang bawah tanahnya masih sedikit serem kok :D

  11. alrisblog says:

    Kalo mau seram uji nyali aja disana kak, hehehe…

  12. iyoskusuma says:

    Ooo.. Baru tau… Bekas kantor perusahaan kereta api ya. Nice story :)

  13. berbagifun says:

    pernah kesitu sekali, tapi karena udah terlalu malam, udah tutup, heuheuheu

    akhirnya cuma nongkrong di tugu muda sampai tengah malam

  14. Yudi says:

    pertama kali dengar lawang sewu itu pas jamannya masih ada acara “uka uka” bang hahaha ketahuan deh umurnya :))

  15. Javaloka says:

    Pernah sekali ke sana, ga horor juga…
    Mungkin karena pas ke sana siang hari dan ramai-ramai :D

  16. Waww.. lawang sewu kalo mlm kece bangett!
    Btw, kalo nyari yg serem, masuk lawang sewunya mlm2 dong kak :D

  17. nengbiker says:

    masa kita beda guide sih. kok jumlah pintunya beda :|

  18. @bangsaid says:

    Kalo dari foto-fotomu sih emang ngga keliatan serem Mi. Baru numpang lewat juga disitu. Blom pernah masuk. Kapan waktu sih kepengen juga

  19. Iqbal Rois says:

    Skrg aja udh gk serem.. Coba jaman aku kesana tahun 2008.. Hiiiii… :DD

    Btw, lama gk mampir baru tahu blog ini udah.com :D

  20. ndop says:

    Kalau mau tau seremnya Lawang Sewu, coba cek postinganku ae mas. Soale aku menulis semua cerita yg aku denger dari pemandu wisatanya. HAHAHA. dan ceritanya emang serem! Apalagi pas masuk ruang bawah tanah ituuuu..

    Soal penampakan aku gak diketoki sih, cuman kroso sitik sitik hahahaha

  21. Anis Hidayah says:

    Iya mas,,, Lawang sewu menurutku juga nggak seserem yang dibayangkan,,, mungkin ini efek tidak punya indra keenam kali yaw,hehe,,, jumlah pintunya nggak sampai seribu, tapi kok dinamakan lawang sewu yaw? mungkin tadinya pegawainya nggak sempet ngitung dan langsung saja tercetus nama lawang sewu….

    • hahaa, enak kalau ndak punya indera keenam, jadi nggak ngerasain apapun :D btw, aku juga penasaran kenapa dinamain lawang sewu? padahal pintunya nggak beneran seribu loh! Jadi alasan kenapa dinamakan lawang sewu apa ya? *ikutan bertanya-tanya*

  22. abahshofiyah says:

    Buat seru-seruan aja sih ya mas… :D beberapa tahun lalu saya pernah mampir jg, merasakan suasana malam di lawang sewu. Rombongan kami sih biasa-biasa aja, justru yang jerit2 ya remaja2 putri dibelakang kami… hehehe…

    salam kenal ya mas…

  23. walau kalo malam hari tampak menyeramkan tapi arsitektur bangunannya yang cantik tetap mempesona dan menarik banyak orang untuk singgah kesini

  24. Belum pernah ke Lawang Sewu, bener sih banyak yang bilang tempat ini serem tapi setelah lihat tulisannya mas fahmi jadi gak percaya kalo disana serem, eh tapi kalo malem serem juga kali ya :D

  25. Ruang Freelance says:

    Bener banget, banyak yang pacaran di tugu muda. tapi gak sedikit juga banci di sana, pernah temenku dicolek banci, abis itu dia selalu waspada kalau kesana lagi, idih, jijik kan

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: