Persiapan Berangkat Ke Australia Dengan Working Holiday Visa

Sudah lama sekali saya merencanakan ingin mengambil visa ini. Kalau nggak salah, saya mendapatkan informasi mengenai Working Holiday Visa Australia ketika saya masih kerja di Bali dulu. Visa yang satu ini bisa dibilang paling menarik, karena ini adalah salah satu visa yang memungkinkan orang Indonesia untuk liburan dan bekerja secara legal di Australia selama satu tahun. Kebetulan negara itu adalah Australia yang juga merupakan sebuah benua.

Pun, perjuangan untuk mencari visa ini juga tidak mudah. Seperti pengalaman saya mencari visa WHV Australia yang sudah saya tuliskan disini “Cara Membuat Work And Holiday Visa Australia Part 1: Mencari Surat Rekomendasi Visa Bekerja Dan Berlibur” dan juga disini “Cara Membuat Work And Holiday Visa Australia Part 2 : Mengirim Dokumen Visa WHV Lewat AVAC“. Proses pencarian visa yang lumayan menantang ini saya anggap sebagai test pertama, apakah nanti saya bisa survive di negara orang.

Oke, visa WHV pun saya dapat setelah melakukan proses pengajuan sekitar kurang lebih 6 bulan. Di awal Januari 2015 kemarin, visa WHV Australia saya pun di setujui. Namun, karena satu dan lain hal, saya ternyata nggak bisa langsung berangkat. Ada beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan dunia digital marketing dan travel blog yang nggak bisa ditinggalkan.

Baru pada tanggal 29 Desember 2015 ini saya bisa berangkat ke Australia, dengan kota tujuan pertama adalah Sydney. Alasannya sederhana, karena dari dulu saya selalu suka melihat acara kembang api di Sydney yang super keren itu di TV.

Kali ini, saya ingin melihat dan mengabadikannya secara langsung sekaligus tahun baruan di Sydney. Perkara nanti mau lanjut ke kota mana, saya nggak tahu, saya ingin beradaptasi di Australia di kota yang ramai dengan penduduknya dulu.

Perjalanan kali ini akan sangat berbeda dari biasanya, karena ini adalah perjalanan selama satu tahun di negara orang. Disini saya mungkin akan memecahkan rekor perjalanan terlama saya di negara orang. Sebelumnya, rekor saya adalah melakukan perjalanan ala backpacker selama 13 hari di Jepang.

Karena ini perjalanan yang cukup lama, tentu persiapannya juga berbeda dong. Karena itu saya ingin berbagi apa yang sudah saya siapkan untuk menghadapi perjalanan selama satu tahun ini. Siapa tahu ada yang akan melakukan perjalanan jangka panjang ke negara lain, atau ada #PEjuangWHV lain yang akan berangkat ke Australia.

Kira-kira ini dia persiapan saya berangkat ke Australia dengan Working Holiday Visa :

1. Beli AUD Atau Australian Dollar Untuk Bertahan Hidup Pada Awal Kedatangan Di Australia

Beli AUD Atau Australian Dollar Untuk Bertahan Hidup Pada Awal Kedatangan Di Australia
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Beli AUD Atau Australian Dollar Untuk Bertahan Hidup Pada Awal Kedatangan Di Australia

Karena rupiah nggak bakal berlaku di Australia, jadi saya harus menukar IDR ke AUD. Saya nggak menukar terlalu banyak AUD, karena sebenarnya mengambil uang pake ATM bank dari Indonesia nanti juga bisa, meski sekali ngambil bakal kena IDR 25.000.

Saran saya sih membawa sekitar AUD 1500-2000 untuk awal-awal selama di Australia. Minimal uang segitu bisa dipakai untuk bayar tempat tinggal selama beberapa minggu hingga biaya dari bandara hingga ke tempat tinggal saya nanti selama di Sydney.

Nanti setelah sampai baru langsung mencari tahu lokasi ATM terdekat, untuk mengambil uang lagi jika diperlukan. Nggak disarankan membawa terlalu banyak, karena terlalu beresiko jika terjadi apa-apa di perjalanan.

2. Mencari Tempat Tinggal Selama Di Australia

Tempat tinggal di Sydney nanti selama beberapa bulan kedepan
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Tempat tinggal di Sydney nanti selama beberapa bulan kedepan

Tempat tinggal! Ini sebenarnya yang gampang-gampang susah untuk di cari. Apalagi model sewa-menyewa tempat tinggal di Australia itu cukup berbeda dengan di Indonesia. Cari kost di Indonesia tinggal cari informasi di internet, telp, atau dengan survey langsung masih bisa.

Nah, sementara di Australia harga sudah tentu jauh lebih mahal dari pada di Indonesia. Sebagai contoh, satu kamar di sebuah shared apartement atau shared house sewanya bisa 150 AUD per orang/ per minggu. Kalau satu bulan, bisa dikalikan sendiri ya! O iya, Belum lagi ada yang namanya “bond” atau semacam uang jaminan yang akan dikembalikan di masa akhir sewa.

Bond ini biasanya sebesar 2-4 minggu masa sewa dan akan digunakan sebagai jaminan entah untuk perbaikan ketika terjadi kerusakan atau ada masalah di akhir sewa. Entah saya juga belum paham banget mengenai bond ini. Namun yang saya tahu, asal nggak ada masalah sampai masa akhir sewa, uang “bond” akan dikembalikan seratus persen.

Saya sendiri mendapatkan sebuah kamar di tengah kota Sydney (Sydney CBD) dengan harga AUD 350 per week di sebuah shared apartement yang sudah berisi beberapa orang. Untuk mencari tempat tinggal di Australia, saya menggunakan referensi beberapa website ini :

  1. www.flatmates.com.au
  2. www.flatmatefinders.com.au
  3. www.gumtree.com.au

Selain itu saya juga gabung ke beberapa grup di facebook yang isinya kebanyakan orang Indonesia yang tinggal di Australia. Dengan gabung grup itu, saya mendapatkan banyak informasi mengenai hidup di Australia yang paling update. Beberapa grup tadi adalah sebagai berikut :

  1. WHV Indonesia (Tempat berkumpulnya para pejuang WHV dari Indonesia)
  2. The Rocks (Untuk Area Sydney Saja)

3. Persiapan Perbekalan Untuk Bulan-Bulan Awal Di Australia

Yang satu ini tentu nggak bakal ketinggalan! Buat kondisi darurat!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Yang satu ini tentu nggak bakal ketinggalan! Buat kondisi darurat! (sumber)

Perbekalan untuk bulan-bulan awal cukup bikin pusing. Selain karena belum pernah tinggal lama di luar negeri, ketakutan-ketakutan nggak bisa ketemu ini itu juga cukup bikin bingung. Terutama masalah klasik “Makanan” ketika sedang tinggal di luar negeri lama.

Akhirnya, saya memutuskan masing-masing akan membawa satu ransel (berisi pakaian semua) dan satu daypack (Laptop dan perlengkapan kerja lainnya). Ditambah satu koper yang berisi perbekalan buat satu bulan pertama selama adaptasi di Sydney nanti.

Isinya sih, makanan yang Indonesia banget seperti mie instant, beras (iya, dipaksa bawa beras sama ortu), obat-obatan pribadi, multivitamin, beras, hingga bon cabe *semoga nanti bisa nyari cabe disana*. Intinya yang dibawa itu adalah yang memungkinkan untuk berhemat sampai mendapatkan pekerjaan dengan bayaran AUD. Doakan semoga nggak ada masalah di Imigrasi, dan semoga cepet dapat kerjaan untuk menyokong kehidupan selama traveling jangka panjang di Australia.

4. Mencari Informasi Untuk Pendaftaran TFN dan Rekening Bank Di Australia

Mencari Informasi Untuk Pendaftaran TFN dan Rekening Bank Di Australia
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Mencari Informasi Untuk Pendaftaran TFN dan Rekening Bank Di Australia (Sumber)

Mengurus TFN (Tax File Number) atau akun pajaknya Australia adalah wajib dilakukan secepatnya ketika sudah berada di Australia. Katanya sih bisa apply dari Indonesia pake link ini, tapi saya belum coba. Nanti akan saya update ketika sudah coba daftar ya. ^^ TFN wajib dibuat jika ingin bekerja secara legal di Australia. Yah, kerja di negara manapun tetep dipotong pajak kok!

Setelah itu, membuat rekening bank di Australia untuk payroll atau pembayaran gaji sebaiknya cepat dilakukan. Ada beberapa bank yang direkomendasikan seperti Citibank, ANZ, Westpac NAB, dan Commonwealth Bank. Namun dari riset sana sini dan rekomendasi beberapa teman, kemungkinan saya akan menggunakan Commonweath atau NAB (Jika pengen pake NAB, bisa langsung daftar via online disini).

5. Riset Tipe-Tipe Pekerjaan Yang Bisa Diambil Ketika Di Australia

Riset Tipe-Tipe Pekerjaan Yang Bisa Diambil Ketika Di Australia
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Riset Tipe-Tipe Pekerjaan Yang Bisa Diambil Ketika Di Australia (sumber)

Banyak yang bilang cari pekerjaan di Australia itu gampang. Ada yang bilang, semua tergantung dengan keberuntungan tiap orang. Entah, mana yang benar, tetapi pastinya saya bisa menjawab setelah nanti saya mencobanya sendiri di Australia. Dan, lagi-lagi website seperti gumtree.com.au atau www.seek.com.au bisa memudahkan dalam mencari pekerjaan di australia.

Ada juga yang menyarankan untuk mencari pekerjaan secara langsung dengan door to door ketika sudah sampai di Australia nanti. Entahlah, tapi dari yang saya amati, yang punya banyak relasi akan lebih mudah mendapatkan informasi pekerjaan di Australia.

Akan saya update setelah saya mencobanya sendiri, namun yang pasti saya percaya tuhan akan membantu hambanya yang mau bekerja keras. Doakan juga cepet dapat kerjaan disana, dan bisa ngumpulin dana buat traveling keliling Indonesia setelah pulang nanti :D

6. Packing Untuk Setahun

Baju yang saya bawa untuk setahun di Australia
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Baju yang saya bawa untuk setahun di Australia. Batik dan pakaian casual seperti Lois Jeans nggak lupa saya bawa :)

Packing untuk setahun memang bikin pusing. Kapasitas ransel terbatas, tapi pengen bawa ini itu dan semuanya. Maklum, pemula sih! Tapi yang jelas, komposisi pakaian yang saya bawa pastinya ada celana panjang, celana pendek, kaos casual dan Batik!

Saya sengaja bawa batik untuk saya pakai kalau lagi jalan-jalan disana nanti. Niatnya sih biar ada yang tanya, saya aslinya dari negara mana. Setelah itu mungkin saya akan pamer kalau saya dari Indonesia, negara yang punya banyak tempat wisata keren! Nggak cuma cerita tentang bali tentunya! O, iya satu lagi, saya juga bawa kaos hitam polos yang katanya bakal digunakan jika mendapat pekerjaan casual disana.

7. Siap Berangkat Ke Australia Deh!

Transit di Bali selama dua hari dulu. Nginep di Berry Biz Hotel Sunset Road!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Transit di Bali selama dua hari dulu. Nginep di Berry Biz Hotel Sunset Road!

Saya berangkat ke Australia dari Denpasar, karena memang mendapatkan tiket murah dari situ. Cuma tiga jutaan untuk dua orang, lengkap dengan bagasi 40 Kg. Sayangnya, keberangkatan saya ke Sydney, Australia ada di waktu peak season atau musim liburan di Bali.

Hal itu juga yang mengharuskan saya untuk berangkat lebih awal ke Bali dari Blitar, kampung halaman saya. Saya datang sejak tanggal 26 Desember 2015. Ceritanya saya transit di Bali sambil masih membawa beberapa sedikit pekerjaan.

Karena itu, saya nggak mau salah milih tempat menginap selama di Bali. Saya memilih menginap di Berry Biz Hotel yang ada di Jl. Sunset Road No. 99 (Booking Kamar di Berry Biz Hotel Sunset Road Lewat Agoda). Saya sengaja menghindari menginap di dekat Kuta, karena saya tahu Kuta pasti dipenuhi para turis yang sedang menghabiskan cuti dan liburan akhir tahun.

Hotel ber-bintang 3 ini memang berada di tempat yang tenang, jauh dari kemacetan Kuta ketika musim liburan tiba. Pun begitu, lokasinya nggak jauh-jauh amat dari Pantai Kuta, hanya sekitar 10 menit saja naik sepeda motor. Yang paling saya suka sih, koneksi internetnya kenceng banget! Jadi saya tetap bisa transit sambil kerja plus sedikit liburan di Bali.

Nah, kira-kira itu beberapa persiapan saya sebelum berangkat ke Australia dengan Working Holiday Visa. Oke, semoga bermanfaat buat yang mungkin perlu referensi, dan doakan perjalanan lancar sampai Sydney nanti ya!

***

Ikuti petualangan saya di Australia traveling sekaligus menjadi “TKI” dalam setahun kedepan. Perjalanan ini juga merupakan sebuah pembuktian apakah Australia ada tanah harapan yang sebenarnya, seperti yang sudah didegungkan oleh banyak orang. Ikuti juga petualangan saya di social media dengan tagar #pejuangwhv, atau baca tulisan saya di travel blog catperku dalam kategori WHV dan Working Holiday Visa.

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

39 Responses

  1. fanny f nila says:

    Istrimu ikut jg kan ya mas? Ditunggu cerita2 slama di sanaa ;)

  2. Suci says:

    Beberapa hari ini ngikutin statusnya fahmi di fb. Seruuu dan jadi deg-degan sendiri. Akhirnya sampai juga ya di Sydney. Semoga lancar petualangannya disana, lancar juga dapat kerjanya. Salam buat putrinya juga yaaa :)

  3. Gara says:

    Salut, Mas. Semoga berhasil. Saya tunggu cerita-cerita serunya selama di sana. Tuhan pasti akan membantu, semesta juga akan mendukung umatnya yang berusaha, semua sudah ada yang mengatur Mas, semangat, semangat. Punya keberanian untuk bekerja di negeri orang saja menurut saya sudah keren banget, apalagi betulan berangkat ke sana dengan persiapan yang mumpuni! Keren, keren banget. Aaaak saya sampai speechless :)).

  4. bayoe soerya says:

    Selamat jalan ya bang… jangan lupa nanti share pengalaman dan tipsnya and wish all the best for you..

  5. jadi penasaran juga ksahnya jadi seperti apa, tentunya petualangan yang mendebarkan penuh tantangan bekerja sambil traveling di negeri oarang tanpa keluarga. wow banget deh

  6. Ditunggu cerita selanjutnya mas :) Kalau gak salah, dulu ada teman fb yang ikut program WHV ini juga, tapi sekarang dia sudah di Indonesia Mengajar. Eh, ada satu lagi sih teman saya yang sementara kerja di Australia sekarang, cuma gak tau WHV apa bukan. Tapi kerjaannya banyak gitu. Tinggalnya juga di kontainer heheheh..eh,beneran yak itu namanya kontainer?

  7. @bangsaid says:

    Wah… keren-keren Mi.
    Semoga sukses dan lancar, sehat selalu ya di sana.
    Saya belum berani tinggal di negeri orang sementara kerjaan belum jelas.
    Pengennya sekolah aja di negeri orang.

    Jadi salut saya ;-)

    • ahaha, kalau mau enak, ke negeri orang sekolah saja pake beasiswa :D ini saya karena penasaran banget, rasanya merantau di negeri orang dengan persiapan sendiri itu bagaimana. Rencananya nanti akan saya tulis pengalamannnya di blog dengan jujur :D

  8. Keren bangeeet, Fahmi! Gue juga udah lama mupeng sama WHV, semoga ada kesempatan di tahun-tahun berikut sebelum batas persyaratan umur :P

    Good luck for your new life!

  9. Kang Alee says:

    Bakal jadi perjalanan yang menyenangkan Bro

  10. Salman Faris says:

    wohooo Australia, pengen banget menjelajah, semoga tahun depan bisa kesana juga hehehe , thanks infonya Fahmi :)

  11. Fery Arifian says:

    keputusan buat kerja sambil liburan di luar negeri ini keren banget lho mas, jarang-jarang ada yang mau ngambil resiko-resikonya ketika di sana.
    salut sama Mas Fahmi, bener-bener menjiwai banget jadi Travel Blogger. Semangat yo mas!

  12. Yogi says:

    Loh mas fahmi asli blitar?.
    Blitar nya mana mas?
    (Maaf aga nyimpang dari isi artikel hehe)

  13. Yogi says:

    Di tunggu cerita selanjutnya mas..
    Kalo uda lihat2 artikel dari mas fahmi yang susah itu bahasa inggris nya kalo saya

    Loh mas fahmi asli blitar?.
    Blitar nya mana mas?
    (Maaf aga nyimpang dari isi artikel hehe)

  14. Firofii says:

    weh kereenn mas’e
    baru niat mau ikut jejak suksesnya di WHV, memang harus full 1 tahun yo mas klo misal berhasil dapet visa nya ?

  15. Minda says:

    Hi Mas Fahmi,
    Boleh tanya ya..

    Mas cari tempt tinggal disana purely based on browsing di flatmate, dkk ya?
    Ga pake referensi dari grup kita whv indonesia yg di fb?

    Sy brngkt taon depan nih mas, tapi lagi galau setengah mati cari tempat tinggalnya.
    Kira-kira klo sy sewa yg kamar sendiri, si tuan rumah memperbolehkan ga ya kalo ada keluarga yg dateng dan numpang tinggal kyk 1 minggu gt?

    Mohon pencerahannya ya mas.
    Many thanks lho!

    • Pertama dateng ke Sydney, aku cari tempat tinggal lewat grup FB The Rocks, kalau nggak salah pernah aku bahas di salah satu tulisanku. Terus, yang kedua aku cari lewat gumtree.com.au. Buat awal datang, kalau sendiri, nginep di hostel aja gpp, murah kok itungannya. sekalian buat adaptasi dulu gitu. Terus masalah sewa kamar sendir, keluarga boleh nginep, tapi term and condition tiap landlord beda-beda ya. Ada yang cuma ijin aja dikasih sampe beberapa minggu, ada yang harus nambah dikit. FYI di tempat ku sekarang, kalau ada teman atau keluarga nginap, free sampe dua mingguan, selebihnya, nambah 10 AUD per week. Nggak mahal kan? :)

  16. Aska Rindarto says:

    Mas, saya senang dan termotivasi setelah membaca tulisan-tulisan kamu tentang WHV, semoga bisa menyusul secepatnya.

    Ada yang mau saya tanyakan nih, di tulisan mas, mas bilang kalau visa granted Januari 2015 dan karena kerjaan dll baru bisa berangkat Desember 2015, apakah setelah granted tidak ada tenggat waktu to tertentu ya kok bisa sampai hampir 11 bulan delaynya?

    Thank you dan salam kenal!

    Aska

  17. Luciane Tanudjaja says:

    Kak mau tanya, proses pengajuan WHV nya sampai visa granted perlu waktu selama 6 bulan yah?apa ada kemungkinan bisa lebih cepat dr itu? Thx kak.

  18. maia says:

    hi,gw baru aja baca di salah satu situs,kalo usia untuk whv di perpanjang sampai usia 35 tahun,berlaku mualai 1 januari 2017…semangat.kakak2

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: