Kawah Putih Ciwidey, Romanticly Dangerous!

“Dalam kondisi Normal, kunjungan maksimal 15 menit. Dalam kondisi darurat, mual, pusing, tenggorokan kering segera tinggalkan area kawah” Tulis sebuah papan yang ada di lokasi wisata Kawah Putih Ciwidey.

Kawah Putih ini adalah kawah gunung yang berwarna mirip seperti susu
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kawah Putih ini adalah kawah gunung yang berwarna mirip seperti susu

Kawah Putih Ciwidey, Asik Buat Ngadem!

Bau belerang yang berasal dari Kawah Putih Ciwidey sudah tercium begitu ontang – anting yang saya tumpangi sampai di dekat kawah. Ini akan menjadi pengalaman pertama saya berada begitu dekat dengan kawah gunung. Apalagi kawah ini cukup spesial, yaitu sisa dari letusan Gunung Patuha Beberapa abad lalu.

Kawah Putih Ciwidey yang berada di ketinggian 2430 Mdpl ini, mulaui dibuka untuk publik pada tahun 1987. Dulu sebelum kawah ini ditemukan oleh seorang ahli botani dari Belanda, Masyarakat setempat sempat menganggap kawasan Kawah Putih Ciwidey ini sebagai daerah yang angker, dan tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon setiap burung yang terbang melintas diatas Kawah Putih Ciwidey akan langsung mati begitu saja.

Bau belerang yang begitu pekat-lah yang membuat Kawah Putih Ciwidey terkesan begitu angker. Bahkan ketika kesana,  saya tidak melihat satupun burung atau binatang yang berada di dekat kawah. Untuk manusia sekalipun, tidak direkomendasikan untuk berlama lama di tempat ini.

Kawah Putih Ciwidey ini adalah tempat wisata yang instagramable
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kawah Putih Ciwidey ini adalah tempat wisata yang instagramable

Akan lebih baik menggunakan masker untuk mengurangi udara berbau belerang yang terhirup. Jika tidak membawa masker sendiri, di parkiran banyak penjual masker yang menjual maskernya dengan harga Rp. 5000 sebuahnya. Sedikit lebih mahal, tapi buat yang kepepet karena tidak bawa, apa boleh buat! Hahaa!

Pun begitu, Kawah Putih Ciwidey ini terlihat selalu ramai, beberapa bus besar terparkir dengan rapi diparkiran, tentunya bus tadi pasti membawa puluhan penumpang kan? Saya sendiri datang ke Kawah Putih Ciwidey dengan menggunakan sepeda motor, selain karena hanya berdua, dengan naik sepeda motor, saya bisa sering berhenti untuk menikmati pemandangan cakep di sepanjang perjalanan menuju tempat ini.

(Baca Juga : Situ Patenggang, Danau Ditengah Lautan Kebun Teh)

Ontang - anting, satu - satunya transportasi yang mengantarkan dari parkiran bawah hingga ke Kawah Putih Ciwidey
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ontang – anting, satu – satunya transportasi yang mengantarkan dari parkiran bawah hingga ke Kawah Putih Ciwidey

Rencana awal ingin menggunakan sepeda motor hingga menuju dekat kawah, ternyata saya baru tahu kalau sekarang sepeda motor tidak boleh mendekat ke Kawah Putih Ciwidey. Sepeda motor harus parkir di parkiran bawah, dan melanjutkan perjalanan sampai ke Kawah dengan menggunakan transportasi yang disebut ontang – anting. Nah! yang namanya ontang – anting ini sebenarnya lebih mirip angkot yang telah dimodifikasi agar bisa menjejalkan 11 penumpang termasuk sang sopir ke dalamnya. Dengan tarif Rp. 10.000 ontang – anting akan mengantarkan para penumpang yang berjejalan sampai ke dekat Kawah Putih Ciwidey.

Sebenarnya saya sedikit kecewa karena sepeda motor tidak bisa mendekat ke Kawah, karena sepanjang perjalanan terlihat begitu adem dan pas buat ber-romantis ria ataupun berfoto – foto. Berlokasi pada ketinggian lebih dari 2400 Mdpl memang membuat suhu udara  kawasan kawah putih selalu berada di kisaran 10 derajat celcius.

Di pikiran saya, naik sepeda motor hingga ke dekat kawah pada kondisi suhu udara seperti itu akan terasa lebih menyenangkan, atau jika ada yang menyewakan sepeda gunung untuk menuju kawasan kawah, saya pasti mau menyewa. Sekalian berolah raga gitu. Yah, tapi mau gimana lagi, karena memang dipaksa untuk naik ontang – anting , untungnya pembayaran tiket ontang – anting jadi satu di loket pembelian tiket masuk, jadi tidak perlu ribet lagi :)

(Baca Juga : Bukit Moko, Bandung Punya!)

Mengintip Kawah Putih Ciwidey yang dikelilingi oleh hutan Cantigi
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Mengintip Kawah Putih Ciwidey yang dikelilingi oleh hutan Cantigi

Memasuki area kawah, hutan kecil pohon Cantigi ( Vaccinium varingiaefolium ) banyak terlihat bertebaran. Pohon ini tersebar disekeliling kawah, seakan menjadi aksesoris tambahan yang mempercantik kawasan Kawah Putih Ciwidey. Katanya, dulu di tempat ini juga, pernah digunakan untuk pengambilan gambar film yang berjudul Heart.

Saking penasarannya sama hutan kecil tadi, si pacar mengajak saya untuk sedikit trekking ringan menuju hutan. Dan… sedikit seram ternyata, karena memang jarang yang nekat trekking ke area hutan. Sebagian besar pengunjung area ini lebih asik berfoto – foto di area kawah. Untuk catatan saja jika ingin sedikit trekking menuju kehutan, pastikan menggunakan alas kaki yang berdaya cengkram kuat. Soalnya jalannya cenderung licin, apalagi musim hujan.

Tidak hanya sekedar foto untuk dokumentasi pribadi saja, warna kawah yang unik, yaitu hijau keputih -putihan, membuat tempat ini cakep sekali untuk di gunakan sebagai tempat foto pre-wedding. Bayangkan uniknya hasil foto pre-wedding di kawah yang masih aktif dengan latar belakang asap kawah yang mengepul. Terdengar menarik bukan? Tentu saja, tapi tidak gratis lho. Jika ingin foto pre-wedding di Kawah Putih Ciwidey, akan ditarik retribusi sebesar Rp. 350.000. Tidak terlalu mahal untuk momen besar sekali seumur hidup.

Nah? tertarik untuk mengeksplore romanticly dangerous si Kawah Putih Ciwidey ini? hanya berjarak 50 Km dan dengan waktu tempuh satu sampai dua jam dari Bandung lho.

(Baca Juga : Rame – Rame Ke Gunung Tangkuban Perahu)

Note  Untuk Kawah Putih Ciwidey:

– Harga Tiket Masuk : 12.000 (Weekday) / 15.000 (Weekend)

– Parkir Atas : 150.000 (Roda 4)

– Parkir Bawah : 5000 (Roda 2) / 6000 (Roda 4) / 25.000 (Roda 6)

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

23 Responses

  1. Ari says:

    Dan bulan Nov lalu aku ke sini, ujan deres banget!! Tapi seru jugaaa

    • byteeater says:

      hahah, sama baliknya keujanan juga, naik sepeda motor, salah kostum, cuma pake celana pendek. *kirain bandung sama kayak bali hehe :D

  2. Halim says:

    Kawah Putih….aku juga berkesan banget ama tempat tsb.. Cool, romatis abis.
    Ketimbang film Heart, aku malah langsung keinget video klip Shanty yang disutradarai Dimas (lupa judulnya) yang pake acara terbang di atas kawah…cool banget… :)

    • byteeater says:

      nah, kalau videoclipnya shanty saya malah baru tau mas :D, tempatnya adem sih, sayang petugas ticketingnya judes hahaa

  3. aroengbinang says:

    Kawah Putih emang keknya cukup pekat kadar belerangnya, brasa pening begitu turun dari kendaraan, pening juga waktu bayar tiketnya … :D

  4. Ruslan says:

    Udah lama ga pergi ke kawah putih, terakhir pas sd :( ga beda jauh ya sama sekarang hehe

  5. lintang says:

    saya pernah camping semalem disini tahun 1982 … belum dijadikan obyek wisata seperti sekarang , jadi suasanya masih sepiiii … , yang saya ingat dalam perjalanan ke puncaknya , waktu melewati rumah2 penduduk , saya lihat anak2 perempuannya memakai lipstick , mungkin karena daerahnya dingin, lipstick itu berguna sebagai pelembab …,, kalo sekarang masih seperti itu gak yaa … ?!

  6. Monica Odittya says:

    thanks ya infonya.. aku memang belum pernah kesana,,, tapi minggu ini aku rencana mau kesana sama tunanganku,,, mudah2an cuacanya sedang bersahabat,,, :) dan mudah2an juga penjaga tiketnya udah gak jutek,,, hehehe,,,
    pokoknya,,, thanks banget deh,,, :)

  7. sukardi says:

    harga tiket masuk msih tetap ga yah skrang?
    soalnye ane dn rombongn tgl 25 agust 2013 mendatang mau kesno.

  8. edwardseven says:

    kalo ane dari kampus ada jalan lewat belakang, jadi bisa gratis hahaha :D

  9. rival says:

    bang kalo yg dari jakarta kira” budget buat kesana berapa?

  10. Ada yg berkenan bantu info bgmn menuju sini dgn transportasi umum ?

  1. February 13, 2013

    […] karena lokasinya memang cukup dekat, sekitar 30 menit, jika naik sepeda motor dengan santai dari Kawah Putih Ciwidey. Jadi rugi sekali kalau tidak berkunjung ke Situ Patenggang setelah jauh – jauh datang ke […]

  2. February 26, 2013

    […] kotanya, karena lebih tertarik dengan wisata alam yang lokasinya berada di kabupaten bandung (red : ciwidey, situ patenggag).  Satu – satunya destinasi wisata dalam kota yang saya datangi adalah […]

  3. August 13, 2013

    […] rencana, dan melengkapi kunjungan dua destinasi wisata berupa gunung di sekitar Bandung setelah Kawah Putih Ciwidey yang berada di selatan Kota […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: