Jalan Kaki Sampai Keki Di Fushimi Inari

“Kyoto Station”

Tulis di sebuah papan informasi elektronik yang terpasang di gerbong kereta cepat Shinkansen. Saya memang baru saja melakukan perjalanan jauh, mulai dari Hakodate dengan perhentian singkat di Aomori dan Tokyo. Shinkansen yang saya tumpangi sekarang ini berasal dari Tokyo dengan tujuan selanjutnya yaitu Kyoto. Melihat informasi tadi, itu berarti saya harus segera turun di stasiun berikutnya, kalau tidak ingin terbawa Shinkansen hingga Osaka.

Saya sengaja tidak mengunjungi Osaka, karena Kota Kyoto harus ada di dalam list itinerary saya. Bukan karena apa, tetapi di kota ini ada sebuah tempat ikonik yang harus dikunjungi siapapun yang sedang mampir ke Kyoto. Yang saya maksud bukan Nishiki Market, tetpi sebuah destinasi yang didalamnya ada jalan menanjak ke atas bukit dengan ribuan gerbang yang dicat merah yang harus saya lewati. Saya tidak pernah tahu ada apa di ujungnya, tetapi karena itulah saya malah tertarik untuk mengunjunginya. Sudah terpikirkan dong destinasi ini apa?

Terpukau di Gerbang Masuk Fushimi Inari Taisha
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Terpukau di Gerbang Masuk Fushimi Inari Taisha

Iya, Fushimi Inari Taisha (伏見稲荷大社) itulah destinasi di Kyoto yang saya maksud. Itu adalah sebuah kuil Shinto yang merupakan kuil pusat bagi puluhan ribu kuil Inari lain yang memuliakan Inari. Sementara Inari (稲荷) adalah salah satu Kami atau dewa dalam kepercayaan Jepang. Inari mempunyai nama kehormatan Inari no kami, Oinari-sama, Oinari-san, atau Inari Daimyōjin (稲荷大明神). Dalam bahasa Jepang, Ine (稲) berarti “tanaman padi”, dan kuil yang memuliakan Inari disebut kuil Inari (稲荷神社/Inari jinja).

Semoga tidak ada yang bingung dari penjelasan singkat yang saya dapatkan dari berbagai sumber diatas. Singkatnya, yang namanya Fushimi Inari ini adalah sebuah kuil Shinto penting dan bersejarah yang ada di Kyoto selatan. Tentunya berkunjung kesini akan menyenangkan sekali buat orang seperti saya yang suka dengan bangunan bersejarah.

Tujuan utama sebagian besar pengunjung dan turis yang datang ke Fushimi Inari Shrine adalah untuk mengeksplorasi jalur gunung yang ada dibelakang kuil, juga beberapa bangunan suci yang unik nan menarik yang juga patut dikunjungi. Selain itu ada banyak benda bersejarah bertebaran di sekitar Fushimi Inari. Seperti di bagian depan pintu masuk kuilnya sendiri, berdiri sebuah Gerbang Romon, yang disumbangkan oleh pemimpin terkenal yaitu Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1589. Sementara di bagian belakang berdiri bangunan kuil utama (Honden) dan berbagai bangunan tambahan lainnya.

Orang Jepang yang datang ke Fushimi Inari yang ada di Kyoto ini untuk berdoa.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Orang Jepang yang datang ke Fushimi Inari yang ada di Kyoto ini untuk berdoa.

Gerbang Torii (torii gate) akan banyak ditemukan pada bagian paling belakang kuil. Bangunan yang disebut Torii ini menarik. Hingga ketika pertama melihat banyak gerbang tori, langsung terbesit sebuah pertanyaan di pikiran saya. Siapa sih yang mau iseng pasang gerbang unik di sepanjang jalur ini? Setelah sedikit mencari tahu, ternyata gerbang Torii yang ada di sepanjang jalur hingga puncak adalah sumbangan oleh individu dan atau perusahaan. Entah siapa, dan atau perusahaan siapa? Saya enggak tahu karena saya enggak bisa bahasa Jepang :)

Yang jelas, tulisan yang ada di gerbang Torii ternyata adalah nama – nama donatur dan tanggal sumbangan. Semuanya bisa ditemui dibagian belakang setiap gerbang. Untuk biayanya sendiri konon lumayan mahal. Dimulai sekitar 400.000 Yen untuk sebuah gerbang berukuran kecil dan meningkat menjadi lebih dari satu juta yen untuk sebuah gerbang besar. Berapa rupiah? Silahkan dikalikan dengan kurs rupiah sekarang ya :)

Torii Gate yang kecil seperti ini pun harganya lumayan mahal.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Torii Gate yang kecil seperti ini pun harganya lumayan mahal.

Yang paling mahal adalah Torii Gate berukuran besar seperti ini.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Yang paling mahal adalah Torii Gate berukuran besar seperti ini.

Selama mengunjungi Fushimi Inari Shrine, saya juga banyak menemukan patung rubah, dan beberapa ornamen kayu yang mirip wajah rubah. Kalau patung rubahnya terkesan seram, tidak dengan ornament kayu yang berbentuk rubah. Di kayu berbentuk rubah tadi malah digambari dengan wajah yang lucu. Kesan seram dari seekor rubah menjadi tidak terlihat lagi. Ornamen seperti ini sepertinya bisa dibeli di sekitar kuil, untuk kemudian digambari dan ditulis dengan nama pembeli dibelakangnya. Entah, mungkin salah satu perantara untuk berdoa di kuil?

Saya tidak heran kenapa banyak menemukan ornamen berbentuk Rubah di Fushimi Inari. Menurut kepercayaan mereka, Rubah memang dianggap sebagai utusan Inari yang dianggap sakral. Akibatnya banyak patung rubah di lapangan kuil. Untung saja tidak ada Rubah beneran yang menjaga kuil ini. Kalau ada pasti seram sekali, dan saya tidak akan mau menelusuri jalanan yang ada di belakang hingga sampai ujung. Memang ada apa sih di ujung?

Rubah dianggap sosok yang suci dan sakral di Fushimi Inari Taisha.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Rubah dianggap sosok yang suci dan sakral di Fushimi Inari Taisha.

Lihat apa yang saya temukan di Fushimi Inari.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Lihat apa yang saya temukan di Fushimi Inari.

Dibagian ujung Fushimi Inari yang pasti ada sebuah kuil yang digunakan untuk berdoa para penganut kepercayaan Shinto. Sementara tujuan turis seperti saya pastilah persimpangan Yotsutsuji yang berada agak diatas bukit, sebelum ujung jalur gerbang Torii. Di dekat persimpangan Yotsuji ini saya bisa menikmati pemandangan kota Kyoto dari ketinggian.

Meskipun tidak terlalu tinggi, mendaki ke puncak Gunung Inari hingga turun kembali mungkin akan memakan waktu sekitar 2-3 jam untuk orang normal dan tidak kebanyakan mengambil foto seperti saya. Kecuali ingin berdoa di kuil yang paling atas, pengunjung bebas untuk berjalan sejauh yang mereka inginkan sebelum akhirnya berbalik kembali.

Tapi sayang sekali kalau tidak mencoba sampai puncak, karena di sepanjang jalan akan ada banyak hal menarik seperti beberapa kuil kecil dengan tumpukan miniatur gerbang Torii. Mungkin miniatur tadi disumbangkan oleh pengunjung yang mempunyai anggaran lebih kecil. Namun kalau ingin mengkesplore Fushimi Inari lebih lama jangan sampai lupa membawa bekal. Pun jangan khawatir kelaparan di perjalanan kalau lupa membawa bekal, ada beberapa restoran di sepanjang jalan, yang menawarkan hidangan lokal.

Entah ini apa, tetapi banyak orang membeli dan menuliskan sesuatu disini.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Entah ini apa, tetapi banyak orang membeli dan menuliskan sesuatu disini.

Ada juga kertas doa seperti ini. Mungkin bisa menuliskan suatu keinginan disini.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ada juga kertas doa seperti ini. Mungkin bisa menuliskan suatu keinginan disini.

Seperti Inari Sushi dan Kitsune Udon (“Udon Rubah”), keduanya menyajikan potongan Aburage (tahu goreng), dikatakan makanan favorit rubah. Entahlah, karena harga menunya diluar budget, saya hanya membeli minuman dengan harga 100-an Yen yang dijual di beberapa vending machine yang ada disana. Selain itu saya sudah membawa beberapa bungkus yang saya beli sebelumnya.

Selesai melepas lelah dan dahaga karena mendaki selama kurang lebih 45 menit hingga 1 jam perjalanan akhirnya saya mencapai persimpangan Yotsutsuji, atau sekitar setengah jalan ke atas Gunung Inari. Disini lah tempat favorit saya selama di Kyoto. Karena dari sini saya bisa menikmati sebagian besar pemandangan Kota Kyoto dari ketinggian. Apalagi kalau tidak melanjutkan untuk berfoto sebelum akhirnya turun kembali? Pun masih ada jalur menanjak, saya lebih memilih turun karena hari sudah menjelang sore.

Di ujung Fuhsimi Inari Taisha ada tempat seperti ini untuk berdoa.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Di ujung Fuhsimi Inari Taisha ada tempat seperti ini untuk berdoa.

Bisa juga melihat lansekap Kota Kyoto dari persimpangan Yotsutsuji, Fushimi Inari.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Bisa juga melihat lansekap Kota Kyoto dari persimpangan Yotsutsuji, Fushimi Inari.

O iya, akses menuju Fushimi Inari ini gampang banget, saya sendiri menuju ke tempat ini dari Stasiun Kyoto. Pintu masuk Fushimi Inari Shrine terletak tepat di luar stasiun JR Inari, atau stasiun kedua dari stasiun Kyoto sepanjang Jalur Nara (sekitar 5 menit dengan kereta lokal dan bisa gratis jika menggunakan Japan Rail Pass). Dari stasiun JR Inari Kuil dapat dicapai dengan berjalan kaki sebentar.

Tips Asik Mengunjungi Fushimi Inari Di Kyoto :

  • Siapkan fisik sebelum ke Fushimi Inari, karena dipastikan akan bertemu dengan banyak tanjakan.
  • Berkunjung ke Fushimi Inari selama golden week dipastikan tempat ini akan ramai dipenuhi turis dari seluruh jepang dan luar jepang yang lagi liburan.
  • Fushimi Inari terletak tepat di luar stasiun JR Inari, stasiun kedua dari stasiun Kyoto sepanjang Jalur JR (5 menit, 140 Yen). Kuil juga dapat dengan dalam berjalan kaki singkat dari Fushimi Inari Station di sepanjang jalur utama Keihan.
Kalau beruntung, di Fushimi Inari bisa ketemu dewa kucing juga :p
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kalau beruntung, di Fushimi Inari bisa ketemu dewa kucing juga :p

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

37 Responses

  1. Kalo ngak mau jalan kaki, kira2 ojek gitu ada kan ??? atau mesti pesen pake gojek ???? #laludikeplak
    Btw mmg kalo ketemu dewa kucing, kita mau ngapain ?????

  2. Farida says:

    Foto yang paling atas itu di bagian mananya Fushimi Inari Taisha, mas? Ikonik Kyoto banget itu tempatnya. Wah, destinasi wajib kalo ke Kyoto *tengok dompet, hiks

  3. winny says:

    dirimu coba ambil ramalan disana gk? aku kemaren ambil hasilny lucu hahha

    • Rijal Fahmi says:

      Hahah kagak, udah capek bangeeet, jalan dari bawah ke atas, kebawah lagi. Cuma sempet main – main sama kucing lokal di Fushimi Inari taisha. ahahah~ Emang hasilnya apaan sih? Kalau ada kesempatan balik kesana lagi mau coba ambil ramalan deh :D

  4. Foto gerbangnnya mengingatkan saya film “Assalamu ALaikum Beijing” mirip yah!!!
    Motornya mirip dengan motor tetanggaku. hahahha *gak penting*

    • Rijal Fahmi says:

      Huahaha, aku malah belum nonton yang assalamualaikum beijing mas akbar :D E kalau motor kayak gitu aku sering nemu selama di jepang, motor – motor matic sama bebek lain malah nggak keliatan sama sekali. :D

  5. Katerina says:

    Warna orange sangat mendominasi. Tampak begitu ngejreng. Liat gerbang masuk Fushimi Iewat foto saja aku sudah terpukau :)

  6. Evi says:

    Inari itu kalau sampai ke Indonesia, akan temanan dengan Dewi Sri ya, Mas…
    Aih cantiknya Fushimi Inari ini. Foto-fotonya juga cakep, Mas Fahmi :)

  7. sering lihat pemandangan seperti di atas di laptop teman :D

  8. Omar says:

    Sepertinya Kyoto cukup menyenangkan~! Kalau ke Jepang lagi bakal jadi kota yang wajib saya kunjungi :D

  9. dan tulisan doa nya pun dibentuk kayak origami :-)

  10. Noe says:

    Whoaa.. Persiapan fisiknya atuh lah harus jogging tiap hari macen persiapan naik gunung ini yaa kayaknya. :D

    eum, tp klo soal Kyoto, aku kok malah fikiran lgsung nyambungnya ke Kenshin samurai X ya, wkwkwk… *emak alay ngefabs sm kenshin*

    • Rijal Fahmi says:

      Hahah, nggak nanjak – nanjak amat si ke fushimi inari, tetapi biasain olah raga aja ringan sebelumnya. Eh, kalau nggak salah salah satu film kenshin aka samurai x ada yang judulnya kyoto inferno. nggak salah kalau pasti kepikiran film itu juga :D

  11. Harus siap fisik kalo jalan-jalan kesini, naik-naik ke puncak bukit gitu :)
    Salam kenal mas :)

  12. Foto nomor satu emezing banget. Aku berdoa bisa kesana.
    Sepedamotor kenangan ya, asik kalo punya tuh.

  13. Emakmbolang says:

    Siapain kaki buat kesini. tapi meski capek terbayarlah dengan pesona kuil kayak gitu. kira kira Fahmi pasang doa apa ya disana? :)

  14. ndop says:

    Bhahhahah.. sepeda motor klasik malah dipakek ya. Kalau yg baru2 malah diekspor ke Indonesia. Orang sana malah seneng jalan kaki. Maklum transportasi umumnya sudah sangat amat memadai pastinya ya. PR buat Indonesia banget nih..

    Btw, dirimu sendirian mple ndik kono? Bahasa Inggrisan terus berati ya?

    • Rijal Fahmi says:

      iya, motor – motor jadul masih banyak ketemu di jalanan jepang, kalau yang baru – baru biasanya yang motor gede itu, 500 cc lebih. Wajar sih, sistem publik transport mereka sudah jalan dengan baik. Iyo, hahaa ke jepang kemarin sendirian, pake bahasa inggris sedikit, tapi lebih sering pake bahasa tubuh atau bahasa tarsan. Orang jepang yo pada nggak bisa bahasa inggris soalnya :|

  15. Gara says:

    Wow, lansekap yang menakjubkan dengan berkas sinar matahari yang agung. Benar-benar ada banyak kucing di tugu pemujaan Dewa Kucing ya Mas. Unik sekali :hehe. Kita di Indonesia agaknya harus mencontoh cara Jepang memperlakukan peninggalan sejarah mereka yang begitu baik ini :)). Ulasan yang bagus, Mas! Dua jempol :hehe.

  16. Elangg says:

    Widiih, Jepang selalu me-mupeng-kan mata! Pengen nih suatu hari bisa ke sana juga. Mungkin di sana tempat asalnya Naruto kali ya, si bocah rubah hehehe…

  17. keren tempatnya naik-turun 2-3 jam ya… harus siap fisik…

  18. Beby says:

    Kertas doa biasanya diiket karena isinya kurang baik.. Yang lagi beruntung dibawa pulang.. :D *kata Bung Tomo*

  19. Kucingnyaaaa lucuuuuk ^o^!!! Gendut bgt, pgn diculik ;p

    btw mas, jujur aja aku baca postingan ini saat laper.. dan pas baca judulnya, nth kenapa yg ada dlm pikiranku ini ttg makanan :D… Fushimi inari… mirip2 ama sashimi hahahahaha…

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: