Going Where The Wind Blow’s : Trekking ke bromo, The beginning

Trekking Ke Bromo pertamakali merupakan sebuah perjalanan yang  sudah lebih dari 2 tahun sejak ide gila ini berhasil di jalankan. Saya sendiri hampir lupa kronologisnya bagaimana saya bisa mendapatkan ide untuk berjalan kaki ke Gunung Bromo melalui jalur Tumpang, Malang – Bromo, dengan start dari cuban pelangi. Yang jelas waktu mendapat kan ide itu pastinya saya sedang mengalami kebosanan. Hehehe…

Inilah Wajah Hardtop Yang kami tumpangi
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Inilah Wajah Hardtop Yang kami tumpangi

Perjalanan trekking dilakukan pada akhir tahun 2009. Rencana jalur perjalanannya adalah dari Kost – Terminal  Arjosari – Tumpang – Desa Gubuk Klakah – Desa Ngadas – Pertigaan Jemplang – Bukit Teletubies (padang savana) – Padang Pasir Bromo – Gunung bromo – dan pulang melalu Probolinggo. Saya lupa tanggal keberangkatan pastinya, tapi sebut saja hari H-2 ( H-2  berarti 2 hari sebelum tahun baru 2009. Yang paling saya ingat saya bermalam tahun baru di lereng Gunung bromo :D ). Saya berangkat pagi hari dengan peralatan lengkap, seperti matras, sleeping bag, bahkan kalau tidak salah kami membawa kompas segala :D. Maklum waktu itu pertama kali saya keluar ke alam setelah beberapa tahun semedi di tempat yang namanya kampus ;p.

Perjalanan dimulai dengan naik angkot menuju Terminal Arjosari. Jarak antara kost sampai Terminal Arjosari hanyalah sekitar 20 menit. Setelah sampai  di Terminal Arjosari kemudian kami naik angkot putih menuju Tumpang. Tumpang sendiri lebih banyak di kenal sebagai start awal pendakian ke Semeru, sementara newbie yang baru mengenal alam seperti kami hanya berani melakukan trekking ke bromo, well maybe next time ke Semeru-nya kalo cuti karyawan tidak hanya 14 hari dalam setahun, tetapi jadi 30 hari atau lebih hohoho.. *ngarep*

#Tumpang

Setelah Tumpang, trekkingnya bakal ngelewati padang savana seperti ini. Namanya Bukit Teletubies.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Setelah Tumpang, trekkingnya bakal ngelewati padang savana seperti ini. Namanya Bukit Teletubies.

Yah!! Tumpang is where the real adventure begin!!! Waktu itu cuma ngerti kalo mau ke arah Bromo yang lewat Cuban Pelangi bisa naik hard top dari tumpang, sayangnya tanya siapa atau gimana nyarinya belum tahu :D. Beruntung bertemu dengan rombongan yang akan melakukan pendakian ke Semeru, jadi nya ada orang yang buat di tanya – tanyain. Setelah berkenalan dengan mas – mas yang mau mendaki ke Semeru kemudian saya bertanya bagaimana cara nyewa yang namanya hard top.

Sayang sekali saya lupa namanya, *doh* kenapa saya sering pelupa kalo sama nama orang. Ya sudahlah yang penting jadi tahu bagaimana caranya buat menyewa hard top-nya. Ternyata untuk naik hard top saya harus membayar 25 ribu per/orang, dan seingat saya waktu itu 1 hard top diisi oleh 10 orang lebih.

Setelah kuota penumpang hard top sudah terpenuhi berarti saatya berangkat!!! lets the adventure begin, next stop Cuban Pelangi buat kami dan Ranu Pane buat mas – mas yang mau ke Semeru. Tapi tunggu!! Hehehe… Ternyata kita gak langsung  menuju ke tempat tujuan selanjutnya tapi kita berhenti dulu di Balai Nasional Bromo Tengger Semeru yang masih berada di Tumpang. Yah, untuk mengurus perijinan dan tetekbengeknya untuk yang melanjutkan mendaki ke Semeru, juga beli tiket buat kami yang mau ke Bromo. Meski pada akhirnya saya jadi tahu kalaupun waktu itu enggak beli tiket juga gak apa apa .==” Ya sudah lah anggap saja menyumbang buat kelestarian taman nasional.

Oke! oke! setelah urusan perijinan dan ticketing selesai now the real adventure begin, next stop is Cuban Pelangi!! and to be continued….

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

4 Responses

  1. taufiq says:

    wah aq g bakalan lupa……

    persiapan dadakan….. g ada latian persiapan fisik sama skali….. g pernah jalan sejauh itu apalagi ditambah hujan gede bgt sepanjang perjalanan……

    hari pertama rasax mau mati aja…. untung dpt tumpangan…..
    hehehehehehehe

  1. January 13, 2012

    […] uda lebih dari 2 tahun lalu, tapi akan saya coba menyajikannya semenarik mungkin, melanjutkan dari cerita sebelumnya, selain itu juga sayang kalau hilang tertelan ingatan manusia yang terbatas, jadi lebih baik di […]

  2. February 13, 2013

    […] saya pertama kali, jalan kaki atau trekking menuju gunung bromo. Cerita ini lanjutan dari : Going Where the wind blow’s : Trekking ke bromo , The beginning , Going Where the wind blow’s : Trekking ke Bromo , Cuban Pelangi, The Starting Point – Desa […]

  3. February 13, 2013

    […] melalui puluhan anak tangga membuat saya teringat ketika beberapa tahun lalu saya naik ke puncak Gunung Bromo yang juga harus melewati puluhan anak tangga untuk naik ke puncaknya. Bedanya kalau ke Gunung Bromo […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: