#Backpackmoon : Expensive Paradise?

Menyediakan; Gado – Gado + Nasi Rp. 20.000

“Glek! Sejak kapan Gili Trawangan menjadi semahal ini?” Padahal dulu seingat saya, pasar malam Gili Trawangan adalah adalah tempat paling pas untuk menikmati makanan enak untuk traveler berbudget cekak. Atau mungkin sekarang definisi traveler berbudget cekak itu adalah bule yang datang dengan dollarnya. Tidak ada deh harga khusus untuk orang lokal di pasar malam Gili Trawangan.

Dua tahun lamanya, sejak saya terakhir menginjakkan Gili Trawangan. Sepertinya sekarang banyak perubahan di tempat ini. Dulu mungkin saya hanya menemui satu atau dua cidomo lewat. Sekarang cidomo seperti lewat tanpa jeda, kemacetan jakarta seperti menular kemana – mana apalagi Gili Trawangan di hari liburan. Tidak apa, yang penting macetnya tidak menghasilkan asap polusi seperti di Jakarta saja.

Kali ini saya mengunjungi Gili Trawangan dalam rangka honeymoon dengan istri saya. Backpackmoon To Paradise, mungkin itu niatnya, sudah lama sekali istri saya mengiginkan berlibur ke pulau ini. Yang tidak berubah dari Trawangan adalah, masih banyak penginapan dengan harga terjangkau. Seperti dulu ketika saya mendapatkan penginapan dengan harga 150 ribu rupiah per malam, sekarang bahkan makin banyak yang menawari dengan harga 100 ribu per malam.

Namun tidak untuk makanan, gili masih terlalu mahal untuk pelancong lokal ala backpacker yang biasanya berbudget ekonomis. Kalau dulu saya bisa menyarankan untuk makan di pasar malam Gili Trawangan karena harganya masih terjangkau, sekarang mungkin tidak bisa lagi. Harga makanan disana minimal 20 ribu rupiah, untuk Gado -Gado dengan nasi atau seporsi Soto Ayam kampung. Makanan yang lain, bisa lebih mahal.

Dari pada saya makan Gado – Gado dengan harga jauh dari biasanya, saya lebih memilih untuk mencoba yang lainnya. Di pasar malam Gili Trawangan memang ada banyak makanan dijajakan. Ada berbagai macam kebab dan sate ikan atau daging dijual disini. Kebetulan karena bentuknya yang unik, dan penasaran dengan rasanya saya membeli 1 tusuk kebab tuna dan 1 tusuk sate ikan dengan harga 40 ribu.

Harga kebab yang saya beli di trawangan  (Kiri), Makanan yang namanya kebab (Kanan Atas), Sate ikan dan seafood (Kanan Bawah)
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Harga kebab yang saya beli di trawangan (Kiri), Makanan yang namanya kebab (Kanan Atas), Sate ikan dan seafood (Kanan Bawah)

Ikan dan sayuran yang ditusuk menjadi satu dan kemudian dipanggang di atas bara api ini dikenal dengan kebab. Saya mengetahuinya dari banyak restoran dan warung yang ada di pasar malam Gili Trawangan. Ada perbedaan harga jika membeli kebab di pasar malam dan di restoran yang bertebaran di dekat pantai. Tentunya yang di dekat pantai akan lebih mahal karena suasananya juga lebih menyenangkan (sekitar idr 70 ribu). Kalau di pasar malam dipastikan penuh sesak dengan orang.

Namun untuk yang niat “liburan” seperti saya, makan malam di restoran akan lebih menyenangkan. Selain harganya sekarang sudah tidak terlalu berbeda jauh seperti dahulu. Tenang saja, restoran di Gili Trawangan tidak ada yang menipu. Seperti di Bali, ada menu dengan daftar harga yang tertulis jelas didalamnya. Tetapi jangan lupa dengan pajak yang menyertainya, membuat harganya makin terasa.

Di Gili Trawangan itu memang paling asik makan di tepi pantai. Harga makanannya mungkin memang sama dengan di mal yang ada di Jakarta. Tetapi suasanyanya priceless :))
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Di Gili Trawangan itu memang paling asik makan di tepi pantai. Harga makanannya mungkin memang sama dengan di mal yang ada di Jakarta. Tetapi suasanyanya priceless :))

Standar makan di restoran yang ada di tepi pantai Gili Trawangan seperti ketika saya makan di mall yang ada di Jakarta. Bedanya, kalau disini saya bisa makan sambil mendengarkan alunan suara ombak. Lebih menyenangkan! Liburan ke Gili Trawangan lagi yuk? :D

Disclaimer : Mahal atau murah sebenarnya relatif , tapi jika saya bandingkan dengan beberapa tahun lalu, sepertinya semua harga makanan di sini sekarang mengikuti kemampuan kantong bule yang datang membawa dolar. Mindset ketika liburan kesini pastiin aja mau bersantai, sesekali memanjakan diri boleh kan?

Menyediakan; Gado – Gado + Nasi Rp. 20.000

“Glek! Sejak kapan Gili Trawangan menjadi semahal ini?” Padahal dulu seingat saya, pasar malam Gili Trawangan adalah adalah tempat paling pas untuk menikmati makanan enak untuk traveler berbudget cekak. Atau mungkin sekarang definisi traveler berbudget cekak itu adalah bule yang datang dengan dollarnya. Tidak ada deh harga khusus untuk orang lokal di pasar malam Gili Trawangan.

Dua tahun lamanya, sejak saya terakhir menginjakkan Gili Trawangan. Sepertinya sekarang banyak perubahan di tempat ini. Dulu mungkin saya hanya menemui satu atau dua cidomo lewat. Sekarang cidomo seperti lewat tanpa jeda, kemacetan jakarta seperti menular kemana – mana apalagi Gili Trawangan di hari liburan. Tidak apa, yang penting macetnya tidak menghasilkan asap polusi seperti di Jakarta saja.

Kali ini saya mengunjungi Gili Trawangan dalam rangka honeymoon dengan istri saya. Backpackmoon To Paradise, mungkin itu niatnya, sudah lama sekali istri saya mengiginkan berlibur ke pulau ini. Yang tidak berubah dari Trawangan adalah, masih banyak penginapan dengan harga terjangkau. Seperti dulu ketika saya mendapatkan penginapan dengan harga 150 ribu rupiah per malam, sekarang bahkan makin banyak yang menawari dengan harga 100 ribu per malam.

Namun tidak untuk makanan, gili masih terlalu mahal untuk pelancong lokal ala backpacker yang biasanya berbudget ekonomis. Kalau dulu saya bisa menyarankan untuk makan di pasar malam Gili Trawangan karena harganya masih terjangkau, sekarang mungkin tidak bisa lagi. Harga makanan disana minimal 20 ribu rupiah, untuk Gado -Gado dengan nasi atau seporsi Soto Ayam kampung. Makanan yang lain, bisa lebih mahal.

Dari pada saya makan Gado – Gado dengan harga jauh dari biasanya, saya lebih memilih untuk mencoba yang lainnya. Di pasar malam Gili Trawangan memang ada banyak makanan dijajakan. Ada berbagai macam kebab dan sate ikan atau daging dijual disini. Kebetulan karena bentuknya yang unik, dan penasaran dengan rasanya saya membeli 1 tusuk kebab tuna dan 1 tusuk sate ikan dengan harga 40 ribu.

Harga kebab yang saya beli di trawangan  (Kiri), Makanan yang namanya kebab (Kanan Atas), Sate ikan dan seafood (Kanan Bawah)
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Harga kebab yang saya beli di trawangan (Kiri), Makanan yang namanya kebab (Kanan Atas), Sate ikan dan seafood (Kanan Bawah)

Ikan dan sayuran yang ditusuk menjadi satu dan kemudian dipanggang di atas bara api ini dikenal dengan kebab. Saya mengetahuinya dari banyak restoran dan warung yang ada di pasar malam Gili Trawangan. Ada perbedaan harga jika membeli kebab di pasar malam dan di restoran yang bertebaran di dekat pantai. Tentunya yang di dekat pantai akan lebih mahal karena suasananya juga lebih menyenangkan (sekitar idr 70 ribu). Kalau di pasar malam dipastikan penuh sesak dengan orang.

Namun untuk yang niat “liburan” seperti saya, makan malam di restoran akan lebih menyenangkan. Selain harganya sekarang sudah tidak terlalu berbeda jauh seperti dahulu. Tenang saja, restoran di Gili Trawangan tidak ada yang menipu. Seperti di Bali, ada menu dengan daftar harga yang tertulis jelas didalamnya. Tetapi jangan lupa dengan pajak yang menyertainya, membuat harganya makin terasa.

Di Gili Trawangan itu memang paling asik makan di tepi pantai. Harga makanannya mungkin memang sama dengan di mal yang ada di Jakarta. Tetapi suasanyanya priceless :))
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Di Gili Trawangan itu memang paling asik makan di tepi pantai. Harga makanannya mungkin memang sama dengan di mal yang ada di Jakarta. Tetapi suasanyanya priceless :))

Standar makan di restoran yang ada di tepi pantai Gili Trawangan seperti ketika saya makan di mall yang ada di Jakarta. Bedanya, kalau disini saya bisa makan sambil mendengarkan alunan suara ombak. Lebih menyenangkan! Liburan ke Gili Trawangan lagi yuk? :D

Disclaimer : Mahal atau murah sebenarnya relatif , tapi jika saya bandingkan dengan beberapa tahun lalu, sepertinya semua harga makanan di sini sekarang mengikuti kemampuan kantong bule yang datang membawa dolar. Mindset ketika liburan kesini pastiin aja mau bersantai, sesekali memanjakan diri boleh kan?

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Follow catperku Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Support catperku dengan berdonasi, kerjasama, atau beli buku penulis : The Traveler Notes : BALI, THE ISLAND OF BEAUTY

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

17 Responses

  1. mawi wijna says:

    Apa masih ada yang jual soto dan nasi bungkus pakai gerobag dorong ya di sana? Dulu malam-malam saya pernah makan soto gerobag itu di dekat dermaga. Siapa tahu saat ini harganya masih lebih murah daripada di Pasar Malam.

    • Rijal Fahmi says:

      wah, kemarin enggak kepikiran itu~ kalau di bali masih ada alternatif warung jawa atau nasi jinggo. disini bingung XD, mending ke cafe pinggir pantai, mahal tapi suasana enak xixixi

  2. Beby says:

    Iya. Rasanya dulu kalok makan 10rb masih dapet lah en kenyang puas. Ini uda naik ajaaaah.. :(

    Kucingnya gembul. Bersih pulak. Sukaaaak :D

    • Rijal Fahmi says:

      udah banyak yang naiiik~ sampe dua kali lipat malah :| itu kalau jalan terus nemu kucing nggak betah kalau enggak di “uyel-uyel” sama diajak foto dulu :p

  3. Dunia Ely says:

    bentuk kebabnya beda sama di desa dongeng sini :)

  4. Beby says:

    Jadi nabungnya bukan cumak untuk ongkos aja ya Bang, tapi buat makan jugak. :(

    Hahah.. Virgo banget itu mah :D

  5. Rio Praditia says:

    Saya suka makan nasi bungkus di sana, murah dan kenyang. sambil nenda di tepi pantai.

  6. Pandu Aji says:

    baru seneng jalan-jalan, makasih buat tulisan-tulisannya yang bisa jadi referensi buat jalan :D

  7. isi postingannya kok sepertinya ada beberapa paragraf yang berulang ya mas? atau browser saya yang bermasalah? :D

    wih, seru nih yang backpackmoon ke trawangan. Saya aja yang tinggal di lombok baru 2 kali kesana dan belum sekalipun kesampaian bermalam :D

  8. Made Sudiasa says:

    Yahhh mungkin karena perkembangan pariwisata lombok semakin pesat mas :) , hal ini akan terjadi di semua daerah, seperti bali juga, dulu apapun murah namun kini apapun mahal dan selalu mengikuti harga dolar. tetapi bener juga harga itu relatif, jika sudah enjoy dengan liburanya, pastinya harga nomer terakhir mas…

  9. ismaini says:

    patut buat dicoba bermalam nih, aku belum pernah ke sana,,
    kalau bermalam, kira2 berapa ya budget yang perlu disiapkan?

  10. Josefine says:

    Asyiknya backpackmoon :D

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: