Kalau Sinbad The Sailor Saja Pernah Mengarungi 7 Samudera, Kalian, Para Petualang Perlu Juga Menjajal 7 Destinasi Keren Di Sulawesi Ini!

Saya memang pernah mengunjungi Sulawesi, tapi waktu itu saya datang pada musim yang salah. Saya mengunjungi salah satu kota terbesar di Sulawesi yaitu makassar, dengan harapan saya bisa mengarungi spermonde atau gugusan kepulauan yang ada di lepas pantai Makassar seperti salah satunya Pulau Samalona.

Bukan panas kawasan tropis yang saya dapat, tetapi malah hujan lebat hampir tiap hari saya dapatkan. Akhirnya saya hanya sekedar kulineran dan jalan – jalan di Kota Makassar, setelah sebelumnya hampir terjebak di Pulau Samalona karena hujan badai turun sepanjang hari. Alam memang tidak bisa dilawan, saya hanya berharap suatu saat saya bisa kembali menjelajah tanah celebes.

Sebagai manusia, sebisa mungkin berharap dan berkeinginan yang baik saja. Karena kalau tiba – tiba terwujud, toh yang akan menjadi kenyataan adalah keinginan yang baik. Seperti harapan saya untuk menjelajah Sulawesi lagi ternyata dikabulkan beberapa tahun kemudian. Saya memenangkan lomba setelah menulis tentang perjalanan mencari kopi terbaik di andalas yang juga digaungkan sebagai salah satu coffee paradise di Indonesia.

Kali ini tidak hanya Makassar saja, saya menjelajah hampir sebagian besar detinasi di Sulawesi, menempuh jarak sekitar 3000 KM, dari Manado hingga Kendari, dengan bonus menyelam di Wakatobi. Nah, sepanjang perjalan tadi ada 7 destinasi keren di Sulawesi yang saya rekomendasikan untuk para petualang yang juga ingin menjelajah disini. Simak baik – baik ya :)

1. Percaya Ada Perkampungan Yang Mengambang Di Atas Air? Coba Deh Lihat Desa Suku Bajo Torosiaje Ini!

Desa Torosiaje, desa yang mengambang di atas air.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Desa Torosiaje, desa yang mengambang di atas air.

Berkunjung ke desa Suku Bajo Torosiaje ini paling enak seharusnya memang sekalian menginap. Iya, menginap di dalam rumah yang mengambang di atas laut tentu akan menjadi pengalaman yang berbeda bukan?Apalagi penginapan disana harganya cukup terjangkau, sekitar IDR 100.000-200.000 saja. Sayangnya, kemarin saya gagal menginap disini karena terlambat datang dan melenceng dari jadwal yang ada. Saya harus puas hanya dengan berkeliling perkampungan Suku Bajo yang berada di atas laut Teluk Tomini ini.

Torosiaje ini memang merupakan perkampungan yang lokasinya terletak sekitar 600 meter dari daratan Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato. Jadi enggak nyambung ke daratan gitu, benar – benar berada di lautan. Dari ibu kota Provinsi Gorontalo, masih memerlukan sekitar tujuh jam perjalanan darat menuju arah barat untuk sampai kesana.

Untuk menuju Desa Torosiaje sendiri, saya harus naik perahu lagi dari dermaga Torosiaje, disana sudah banyak menyambut ojek perahu yang banyak bersandar di dermaga. Tidak terlalu mahal sih, setiap penumpang hanya membayar IDR 2.000 untuk tiket masuk, dan IDR 3000 untuk ojek perhu. Menyeberang menuju Torosiaje yang memakan waktu sekitar 10 menit perjalanan.

Rumah-rumah di Torosiaje ini unik, yaito berupa rumah panggung yang semuanya berbahan kayu dan berada di atas air. Setiap rumah akan terhubung dengan koridor sebagai jalan utama yang lebarnya 2 meter dan panjangnya sekitar 2 kilometer yang berpola huruf “U”.

Disini juga bisa berkeliling Desa Torosiaje dengan naik perahu loh! Cuma bayar sekitar IDR 50.000 an per perahu, sudah bisa menyusuri sela sela rumah di Desa Torosiaje. Seperti jalan – jalan di perkampungan, tapi dengan perahu deh.

2. Orang Indonesia Itu Emang Amazing! Di Tompasso Ini Ada Terompet Terbesar Di Dunia Lho!

Pertunjukan orkestra dengan alat musik dari bambu.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Pertunjukan orkestra dengan alat musik dari bambu.

Kalau kalian suka musik, berarti kalian harus main ke Tompasso, tepatnya berkunjung ke Pa’dior yang merupakan pusat kebudayaan di Minahasa, Sulawesi Utara. Di Pa’dior, dalam event tertentu akan dimainkan sebuah orkestra dengam suara unik yang tentunya dimainkan dengan alat musik yang unik pula. Iya, waktu itu saya disambut dengan orkestra tradisional yang sebagian besar alat musiknya terbuat dari bambu.

Kalaupun tidak bisa menyaksikan orkestra musik tadi, masih ada terompet atau contra bass raksasa yang terletak di tengah-tengah pusat kebudayaan Minahasa, Pa’dior ini.Tingginya 8 meter, panjangnya 32 meter, dan diameter lubang tiup si contrabas ini kira – kira sebesar muka orang dewasa. Karena itu juga, contra bass raksasa ini masuk ke dalam World Guiness Book Of Record! Keren!

3. Wow! Di Ujung Salah Satu Kaki Pulau Sulawesi Ada Destinasi Cakep Seperti Tanjung Bira.

Kalau ada yang main ke Sulawesi Selatan, jangan hanya berkutat di Makassar saja. Disini ada yang namanya Pantai Bira atau juga lebih dikenal dengan Tanjung Bira. Dari makassar jaraknya hanya sekitar 5 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Bisa dong menyewa mobil dari makassar? Kalau enggak mau repot, sekalian sewa mobiil sekalian sopirnya.

Di Tanjung Bira, ada beberapa pilihan kegiatan yang dilakukan. Mulai dari berkemah di tepi Pantai Tanjung Bira sekaligus menelusurinya atau kalian bisa menyeberang ke Pulau Kambing dan Pulau Liukang Loe. Saya kemarin sih cuma bermalam sebentar saja dengan tenda saja di Pantai Tanjung Bira. Tidak cuma bersantai di pantai saja, disini juga bisa sekalian berkunjung ke tempat pembuatan Perahu Pinisi.

Iya, Sulawesi Selatan sedari dulu memang sudah terkenal dengan budaya bahari. Bahkan para pelaut asli Bugis sudah berlayar hingga Tiongkok mulai dari abad ke-15. Tempat pembuatan perahu Pinisi di dekat tanjung bira yang terkenal ada di Desa Bira, Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Datang deh, kalian pasti terkesima seperti saya. Karena mereka bisa membuat perahu besar hanya dengan perlengkapan yang sederhana. Terakhir, kalian bisa menghabiskan waktu dengan menikmati suasana Pelabuhan Bira atau mencicipi Ikan Bakar Khas Pangkep yang terkenal lezat itu!

4. Suku Yang Menolak Peradaban? Eh Yang Bener? Agak Serem Tapi Unik, Ada Suku Kajang Di Sulawesi!

Sudah umum kalau kebutuhan utama manusia modern jaman sekarang yang pasti adalah sandang, pangan, papan, dan… smartphone. Iya enggak? Ngaku hayo? Karena itu manusia jaman kebanyakan pasti bingung jika tidak ada listrik. Namun hal itu tidak berlaku untuk orang Suku Kajang yang tinggal di Tanah Toa, desa yang berada di kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Tidak ada tv, lampu, kendaraan hingga listrik disana. Kerena masyarakat Suku Kajang ini tidak tersentuh oleh teknologi sama sekali. Suku Kajang memegang teguh prinsip “Tallase kamase-mase” yang artinya bisa berupa hidup memelas, hidup apa adanya, dan Hidup sederhana. Bagi orang Kajang ini merupakan sejenis ideologi yang mereka jalankan dalam kehidupan sehari – harinya.

Ada satu lagi yang unik dari masyarakat Suku Kajang ini. Sehari harinya mereka hanya menggunakan baju yang berwarna hitam saja, jadinya terkesan agak serem sih suasananya. Kalau lagi beruntung, kalian bisa melihat tradisi “Bakar Linggis” yang disebut juga dengan upacara Attunu Panrolik. Upacara adat ini biasanya dilakukan untuk mengetes kejujuran seseorang. Misalnya terjadi kejadian pencurian, tradisi bakar linggis akan diadakan untuk mencari pelakunya.

5. Tempat Yang Satu Ini Dikenal Dengan Pemadangan Bawah Airnya Yang Cakep! Perkenalkan, Wakatobi!

Wangi – Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko kalau disingkat jadi Wakatobi. Ia, memang Wakatobi ini mengambil sebagian kata dari beberapa nama pulau utamanya. Seperti itulah Wakatobi dinamakan. Sampai sekarang ini Wakatobi adalah sebuah kawasan taman nasional sejak ditetapkan dari tahun 1996. Luas keseluruhan area Taman Nasional Wakatobi sendiri adalah sekitar 1,39 juta hektar. Didalamnya terdapat banyak sekali kenekaragaman, terutama keanekaragaman bawah lautnya.

Kalau sudah sampai sini, rugi banget kalau enggak snorkeling atau diving. Karena memang pemandangan dunia bawah laut di Wakatobi adalah salah satu yang terbaik di dunia. Kemarin sih saya hanya sempat menjelajah Tomia dan Wangi – Wangi saja, jadi masih punya pe er buat menjelajah pulau lain seperti Kaledupa atau Binongko. O iya, kalau di sudah di Tomia, jangan lupa buat berfoto di atas Bukit Tomia ya! Pemandangannya kece badai!

6. Kalian Mungkin Nggak Percaya Kalau Destinasi Ini Masih Di Sulawesi! Iya, Tana Toraja Memang Salah Satu Destinasi Sulawesi Yang Unik!

Terlindung dengan aman oleh gunung tinggi dan tebing batu granit, disinilah tempat dimana masyarakat Toraja tinggal dan membuat peradaban dari dulu hingga sekarang. Tana Toraja terletak di sebuah lembah subur dengan terasering sawah menghijau juga perkebunan kopi yang subur. Pun masih berada di Sulawesi, menurut saya kebudayaan Tana Toraja ini unik dan berbeda dengan lainnya.

Toraja ini terkenal bukan karena pantainya yang biru nan indah, atau mallnya yang besar – besar seperti di Jakarta. Pemakaman di dinding batu seperti Londa, Lemo dan Tampang Allo dimana saya dapat melihat gua-gua yang dipenuhi peti mati dan tulang-belulang manusia inilah yang membuatnya begitu terkenal di seluruh dunia. Meski terkesan mistis dan horror, tetapi enggak perlu takut, asal kalian datang dengan maksud yang baik saja.

Coba juga menginap di Tongkonan yang merupakan rumah adat orang Toraja agar pengalaman traveling di Toraja lebih seru. Datanglah ketika ada upacara adat kematian Rambu Solo’ kalau ingin menyaksikan keunikan adat Toraja, atau datang di bulan Juni, Juli, atau Desember untuk menyaksikan penyembelihan puluhan kerbau dan babi secara kolosal oleh para penjagal. Terakhir, sebelum pulang jangan lupa membungkus Kopi Toraja yang terkenal enak itu!

7. Petualang Juga Harus Mengenal Kebudayaan Setempat Dong! Seperti Tahu Lebih Dekat Tentang Kain Tenun Asli Mandar Misalnya!

Meskipun namun provinsi muda Sulawesi Barat ini belum begitu populer seperti daerah lain di Pulau Sulawesi, tetapi provinsi ini juga dianugerahi banyak keajaiban destinasi wisata. Seperti garis pantainya yang begitu indah dan memanjang, atau dataran tingginya yang banyak dihiasi air terjun menawan.

Kain tenun sutera Mandar yang berwarna - warni.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kain tenun sutera Mandar yang berwarna – warni.

Namun, diantara semua itu ada keunikan lain yang membuaat provinsi ini spesial. Yaitu keberadaan masyarakat etnis Mandar yang memiliki seni budaya yang menawan. Seperti para pengrajinnya yang jenius mampu menciptakan kapal Sandeq untuk mengarungi lautan bebas. Tidak lupa, dari tangan halus para kaum wanitanya tercipta salah satu karya masyarakat Mandar yang luar biasa yaitu Sarung Tenun Sutra Mandar atau dalam bahasa lokal biasa dikenal dengan Saqbe Lipaq.

Sarung tenun sutra Mandar ini unik karena memiliki warna–warna cerah atau terang seperti merah yang menyala, kuning dengan desain garis geometris yang lebar.Penggunaan benang perak dan emas sebagai bahan dasar kain sutra ini menjadikan sarung tenun sutra Mandar menjadi indah dan terlihat istimewa.

Membuat kain tenun Mandar itu cukup susah dan memakan waktu.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Membuat kain tenun Mandar itu cukup susah dan memakan waktu.

Biasanya motif sarung tenun sutra Mandar dibuat untuk menunjukkan kasta atau tingkatan derajat pemakainya. Namun sekarang ini kebanyakan sengaja dibuat untuk dijual sebagai penambah penghasilan. Harganya dijual di kisaran harga 200 ribu – 500 ribu rupiah. Ada yang mau beli untuk oleh – oleh? :)

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

41 Responses

  1. ali says:

    Keren banget bro

  2. Aku masih pingin nenda di tanjung bira, kapan kita balik lagi ??? hehehehehe

  3. Goiq says:

    udah beberapa kali menginjak Makassar dan Kendari, udah beberapa kali niatin mo ke wakatobi dan Toraja tapi kandas selalu… :(

  4. Yusuf Ahmad says:

    Tanjung Bira dan Toraja checked. Selain itu belum.
    Mihil ya klo mau ke manado apa kendari :)

  5. Evi says:

    Tradisi suku Kajang itu kayaknya mirip dengan Suku Bady di Banten ya Mas. Sayang saya melewatkan kesempatan berkunjung ke sini waktu di Sulawesi. Kayaknya mesti balik :)

  6. mawi wijna says:

    Aku masih kurang Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, sama Gorontalo. :(

    Kapan-kapan pingin road trip Mamuju – Palu – Gorontalo – Manado.

  7. Catatannobi says:

    waaaaa.. langsung naksir pandangan pertama sama desa Torosiaje :D

  8. Beby says:

    Ngiler semuanya.. Pengen ke sana.. :(

  9. Lusi says:

    Aku punya om kesayangan di Sulawesi tp aku sendiri blm pernah kesana. Blm pernah menang lomba blog kesana heheee…. OOT, kemarin nonton film kisah nyata, Into The Wild ttg traveler, Chris McCandless, yang mati sendirian krn terobsesi bisa smp Alaska. Ada yg bilang dia keracunan daun yg dimakannya, ada yg bilang dia kelaparan. Trus aku mbayangin kalian para traveler yg kukenal lewat blog, kalian lewat jalur happy aja ya, nggak usah pake obsesi2 spt Chris. :(

  10. Mimpi untuk menamatkan Keliling Sulawesi masih tersimpan rapi.
    masih ada 3 provinsi dari 6 Provinsi.
    Semoga kesampaian yah,

  11. Dedew says:

    Indonesia cantik sekaliiii…

  12. Hanya pernah menginjakan kaki di bandara makassar pas transit ke papua, belom pernah kesini dan pengen banget :D

  13. ajiijoaja says:

    God!!! keren bang, bikin envy! :( eh btw terompet raksasa beneran bs bunyi kah? perlu brapa org untuk meniupnya?

  14. fathur says:

    mantap om,….
    reserved nih bua referensi ke sulawesi :)

  15. sudah lama pengen jelajah ke Sulawesi, apa daya 3 kali cuti dibatalkan kantor..
    *nangis di pojokan*

  16. Ceritaeka says:

    Pengen ke Tanjung Biraaa

  17. blm rezeki trs utk traveling ke sulawesi…. pdhl ku bnr2 penasaran ama kuliner di sana ;) Lebih berat ke makanan sih memang…. secara kalo explore pantai2nya, ga kuat panas mas ;p

  18. @bangsaid says:

    Haddooh.. bikin ngiler basah nih pengen ke Sulawesi

  19. Rico says:

    Koridornya juara…. Ada ikan ikan juga gak kang di bawah?

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: